MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Bagaimana rasanya mengasuh anak kembar


Aisyah dan Mahfudz sudah memasuki rumah Jonathan, sepasang suami istri itu mencari keberadaan saudara mereka. tatapan mereka tertuju pada seorang pria yang tidak berdaya terduduk di lantai ruang tamu, Tentu saja dia adalah Jonathan..Tak lama kemudian terlihat tatapan mata Jonathan menatap Aisyah dan Mahfud yang sudah datang ke rumahnya.


"Mas, ngapain kamu tidur di lantai?" tanya Mahfud kepada Jonathan. tatapan mata Jonathan menatap saudaranya itu sesaat kemudian....


"Huaaaaa!!!"


tiba-tiba Jonathan Sudah menangis, berteriak-teriak karena kakinya sudah tidak mampu untuk dibuat berjalan. apalagi tubuhnya dari tadi di injak-injak bahkan dibuat jungkir balik oleh keponakannya. tentu saja Jonathan harus merasakan tubuhnya seperti terpisah-pisah.


"Mahfud, Aisyah... Tolong Mas!" seru Jonathan yang merangkak sambil memegang kedua kaki Mahfud. tentu saja pria itu sangat terkejut dengan kelakuan saudara itu.


"Ada apa mas?" tanya Mahfud kepada Jonathan.


"Tolong Mas Mahfud, tolong!!!" seru Jonathan yang menangis seperti bayi kecil.


"Kenapa Mas menangis seperti ini, apakah Mas ditinggal pergi sama Mbak Lia?" tanya Aisyah.


"Sembarangan kalau bicara!" seru Jonathan dengan nada yang begitu keras.


"Lalu Mengapa Mas menangis?" tanya Mahfud.


"Tolong kau bawa pergi ke 4 anakmu ini, kalau tidak mas bisa daftar ke akhirat gara-gara anak-anak kembarmu ini." ucap Jonathan sambil terus menggoyang kaki Mahfud.


Hal itu membuat Aisyah dan Mahfud saling menatap satu sama lain,


"Lalu di mana anak-anak ku?" tanya Aisyah kepada saudaranya.


"Itu tuh anakmu jungkir balik di sofa, bahkan dari tadi tubuhku dibuat jungkir balik, mereka kira tubuhku ini matras apa." ucap Jonathan.


"Baru beberapa jam saja kau menggerutu seperti itu, Coba kalau aku titipin satu sampai dua hari, mungkin Mas akan masuk rumah sakit gara-gara mengasuh bayi ku." sindir Aisyah yang membuat Mahfud langsung menundukkan kepalanya. antara malu dan takut disindir Aisyah.


"Ya enggak gitu Aisyah... kau tahu sendiri kan bahkan keempat anak-anakmu itu tingkahnya begitu aktif. mereka suka sekali bersembunyi hingga membuatku naik dari lantai 1 sampai lantai 2." jawab Jonathan yang membuat Aisyah menghela nafasnya.


"Untung saja Mas rumahmu cuma dua lantai, sedangkan suamiku..Apakah kau tahu mas, setiap hari suamiku harus naik turun lantai 1 sampai lantai 3 untuk mencari keempat anaknya itu." jawab Aisyah sambil menunjuk wajah Mahfud.


Tentu saja Nathan langsung menghela nafasnya.


"Bagaimana rasanya Mahfud?" tanya Jonathan kepada saudaranya.


"Enak banget Mas, rasanya seperti tubuhku ini sudah berpencar-pencar." jawab Mahfud yang membuat Jonathan langsung tertunduk lesu.


Aisyah menatapnya dengan tatapan mata yang begitu menakutkan, ini semua gara-gara Mas Nathan sama Mbak Kikan.


"Saat aku hamil kan kalian itu selalu cekcok, Tentu saja anak-anakku itu seperti kalian." jawab Aisyah sambil mencibir tidak karuan. Hal itu membuat Mahfud menganggukkan kepalanya, karena benar apa yang dikatakan oleh Aisyah dulu kan dan Jonathan sering sekali beradu mulut di depan Aisyah yang masih mengandung.


"Aku mau mencabut kata-kataku kembali, aku benar-benar tidak mau mempunyai anak kembar. jika hal itu terjadi mungkin saja aku tidak akan pernah masuk kantor atau mungkin aku bisa bisa jadi miskin karena tidak bisa masuk kerja lagi." ucap Jonathan yang membuat Aisyah Ingin menertawakan saudara suaminya itu.


"Maka dari itu mas.. kalau berbicara yang enak, Kau kira aku itu tidak pusing dibuat naik turun tangga sama ke-4 bayi kembar Ku." ucap Mahfud sambil duduk disamping saudaranya. terlihat keempat bayi itu sudah tertidur di ruang tamu Jonathan, wajah mereka begitu lucu dengan posisi tidur yang begitu berantakan.


"Mas Nathan nggak menyiksa anakku kan?" tanya Aisyah.


Tentu saja wajah Jonathan langsung melihat Aisyah. tatapan matanya seolah menunjukkan bukan dirinya yang menyiksa anak-anak Aisyah, melainkan para bandit kecil itu yang menyiksa Jonathan hingga pria itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


"Kalau kau berbicara itu yang enak Aisyah, Lihatlah.. Bahkan mereka yang menyiksaku bukan aku yang menyiksa mereka, hingga membuatku tidak bisa berjalan seperti ini." jawab Jonathan yang kemudian meminta tolong kepada Mahfud untuk membantunya berdiri.


Tak lama kemudian terlihat Lia sudah turun bersama dengan baby Risky.


"Baby Rizky!!" seru Aisyah yang kemudian mendatangi Lia.


"Baru pulang Aisyah?" tanya Lia.


"Iya Mbak." Jawab Aisyah.


"Tuh Mas mu, lihat deh dia terkapar tidak berdaya seperti itu." ucap Lia sambil menertawakan sang suami.


"Iya, gitu aja sok-sokan mau minta bayi kembar giliran dimintai tolong mengasuh anak-anakku setengah hari saja tingkahnya sudah seperti itu. Coba kalau Mbak Lia mempunyai bayi kembar sampai 5, kemungkinan besar Mas Nathan akan akan mengungsi pindah dari rumah ini." sindir Aisyah dengan mata yang melotot.


"Kau benar Aisyah, aku sangat yakin kalau Mas mu itu bakal minggat dari rumah karena tidak betah dan tidak sanggup untuk mengurus anak-anaknya. Jika benar aku mempunyai anak kembar.." jawab pria yang membuat Jonatan menghela nafasnya dengan sangat kasar.


Sesaat kemudian Jonathan memanggil salah satu pelayannya untuk memijat kakinya.


"Tuan lagi apa?" tanya pelayan pria kepada Jonathan.


"Pijat kakiku kalau aku tidak menyuruhmu berhenti jangan sampai berhenti!" seru Jonathan. hari itu menjadi hari yang begitu menakutkan bagi Jonathan, keempat bocah yang tinggal di sana di rumahnya itu benar-benar membuatnya tidak bisa berdaya. bahkan berjalan pun dia harus menarik kakinya,


(Ampun deh Jonathan gitu aja mau minta anak kembar giliran dimintai tolong Aisyah Malah seperti mau daftar ke akhirat.)


** bersambung **