
Setelah kejadian hari itu, akhirnya Nirwana meminta maaf kepada Aisyah. wanita itu berjanji tidak akan melakukan kesalahan lagi, namun yang terlintas di pikiran Nirwana karena dia tidak ingin secepatnya pergi dari tempat itu. karena dia harus membuat Mahfud tunduk kepadanya.
"Aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum mendapatkan Dokter Mahfud." guman Nirwana dalam hati.
"Aisyah dan Kikan juga tidak sepenuhnya percaya dengan Nirwana karena mereka akan selalu memata-matai wanita itu, sebuah bukti akan dia dapatkan..bukti yang akan membuat Nirwana tidak akan bisa berkutik lagi walaupun dia berusaha.
"Hari ini Mahfud sudah datang sambil membawa beberapa hadiah untuk istri dan anak-anaknya, tidak lupa juga ternyata Mahfud memberikan sebuah buku kepada Alifah untuk belajar.
"Terima kasih ya Mas, karena sudah membelikan Alifah buku ini!" seru Alifah yang begitu bahagia saat dia mendapatkan sebuah buku pelajaran untuk dirinya.
"Apakah kamu mau sekolah lewat salah satu temanku?" tanya Mahfud.
"Memangnya boleh Mas?" tanya Alifah.
"Tentu saja boleh, kalau kau mau setiap waktu luang kau langsung saja melakukan sekolah virtual dengannya. dengan begitu tidak akan mengganggu pelajaran sekaligus pekerjaanmu merawat anak-anak kami." ucap Mahfud yang membuat Alifah benar-benar sangat bahagia. seorang gadis yang berusia 16 tahun itu sangat senang ketika Mahfud memberikan sebuah hadiah yang begitu luar biasa baginya.
"Mbak Aisyah, Apakah aku boleh sekolah virtual?" tanya Alifah.
"Boleh saja, kau harus ingat sekolah yang tidak bertatap muka itu mungkin akan mempengaruhi dirimu. namun jika kau benar-benar ingin sekolah kau harus semangat dan jangan lupa kau tidak boleh meninggalkan pelajaran itu di tengah jalan." jawab Aisyah.
Terlihat tatapan mata Nirwana begitu kesal karena dia tidak diberi hadiah oleh Mahfud.
"Oh ya, besok kalau kau mau.. Mbak Aisyah bakal ngajak kamu ke salah satu toko buku yang ada di sekitar sini. kalau kamu berkeinginan untuk membeli beberapa buku, kau boleh membawa bukunya karena besok suamiku akan libur. Jadi kalian berdua akan ku ajak jalan-jalan." ucap Aisyah.
Tentu saja Nirwana begitu bahagia karena dia akan mempunyai kesempatan untuk mendekati Mahfud. apalagi dokter Tampan itu jarang sekali mempunyai waktu libur.
"Terima kasih ya Mbak." ucap dan Alifah.
"Oh ya sayang, tolong nanti ke kamar ya.. Aku capek sekali." ucap Mahfud yang membuat Aisyah menganggukkan kepalanya. ternyata pria itu ingin berduaan dengan sang istri.
"Sebentar lagi aku naik Mas." jawab Aisyah yang kemudian meminta Alifa dan Nirwana untuk menidurkan keempat bayi kembar Aisyah dan Mahfud ke kamarnya.
"Di mana Mbak Aisyah, Tuan?" tanya Nirwana kepada Mahfud.
"Istriku masih ada di kamar, kelihatannya dia mencari sesuatu." jawab Mahfud.
Sebuah kesempatan bagi Nirwana, karena Aisyah belum turun ke dapur tentu saja dengan kesempatan yang ada Nirwana tiba-tiba duduk di samping Mahfud.
"Oh ya Tuhan, Alifah kan boleh sekolah dan tadi dibelikan Tuan buku pelajaran. Apakah saya juga boleh meminta sesuatu kepada tuan?" tanya Nirwana. jelas saja Mahfud yang melihat kelakuan Nirwana seperti itu, sontak Hal itu membuat Mahfud sedikit curiga dan menatap Nirwana dengan tatapan mata yang tidak suka dengan kelakuan wanita itu.
"Memangnya kau mau apa?" tanya Mahfud.
"Begini lho Mas..." ucap Nirwana yang memang disengaja.
"Dengarkan aku Nirwana, kau itu adalah pengasuh dari kedua putriku jadi panggillah aku menurut pekerjaanmu. karena aku tidak ingin ada kesalahpahaman antara istriku dan aku." jawab Mahfud yang membuat Nirwana sedikit tersinggung dengan kata-kata yang diucapkan oleh pria itu.
"Memangnya kenapa saya tidak boleh memanggil Tuan dengan sebutan Mas, sedangkan Alifah memanggil anda dengan sebutan Mas." jawab Nirwana yang tidak terima karena dirinya tidak boleh memanggil Mahfud dengan sebutan Mas.
"Dengar ya Nirwana, kau tidak tahu apa-apa mengenai Alifah, jadi tolong kau jangan membuat sesuatu mengenai hal ini." jawab Mahfud. saat tatapan mata nirwana menatap lantai 2, terlihat Aisyah baru menuruni tangga rumah itu. pikiran licik Nirwana langsung muncul tiba-tiba, wanita itu berakting jatuh dan langsung memeluk Mahfud yang sedang duduk di kursi ruang makan.
Tentu saja Aisyah yang melihat itu wanita itu langsung melotot dan menghampiri suaminya.
"Ada apa mas?!" seru Aisyah. Mahfud menatap istrinya, sesaat kemudian pria itu langsung mendorong nirwana dengan sangat keras hingga membuat wanita itu membentur Salah satu sisi meja makan.
Tatapan mata Aisyah menatap Nirwana, jelas-jelas wanita itu dengan sengaja menjatuhkan dirinya ke tubuh Mahfud agar dia bisa menyentuh suaminya.
"Sekarang Kau pergilah membeli beberapa keperluan dapur, karena mulai sekarang kau tidak boleh mengasuh kedua putriku dan mulai sekarang biar Bibi yang di dapur menggantikan posisimu!" seru Aisyah yang membuat Nirwana sangat terkejut.
** bersambung **