
"Nggak usah." jawab Kikan. terlihat wanita itu bergaya sok cantik, hingga membuat sebuah cibiran langsung terlontar dari mulut Kikan.
"Kenapa sih kalian ini semuanya sok cantik banget, padahal wajah kalian itu tidak terlalu cantik!" seru Lia yang berteriak secara tiba-tiba.
Hal itu membuat beberapa model yang sedang membakar ikan langsung menatap Lia, sekretaris dari Jonathan itu terlihat marah karena para wanita itu seperti tidak menerima kehadirannya.
"He dasar onde-onde tidak rata, Lihatlah wajahmu saja kalau tidak pakai riasan seperti onde-onde penuh dengan wijen!" seru Kikan. terlihat Lia begitu marah dengan perkataan wakil direksi itu.
"Apa maksudmu?!" seru Lia.
"Kan benar, kalau wajahmu tidak cantik kalau tidak pakai riasan. Lihatlah kau saja pakai make up hingga ketebalan 5 cm, kau itu mau memakai make up atau mau memperbaiki cat mobil yang rusak!" seru Kikan. yang membuat para model yang ada disana nampak tersenyum dengan kata-kata yang diucapkan oleh ketua direksi yang ada di perusahaan kosmetik itu.
"Jaga mulutmu ya!" seru Lia.
"kau yang Jaga mulutmu," jawab Kikan.
Terlihat wanita itu hendak menampar Kikan. kemudian Betapa terkejutnya para kru dan model, yang melihat seseorang yang begitu pendiam itu sekarang telah menunjukkan taringnya.
Plak..
Satu tamparan langsung mendarat di pipi Lia saat wanita itu hendak menampar pipi Kikan. malah yang terjadi Aisyah terlebih dahulu penampar wajah Lia, hingga membuat wanita itu melotot sejadi-jadinya.
"Apa yang kau lakukan!' seru Lia kepada Aisyah.
"Jika kau kurang ajar, Maka jangan salahkan aku.. jika aku melayangkan tamparan lagi ke wajahmu, Jangan kira kami berdua tidak berani kepadamu karena kau adalah sekretaris Jonathan, dengarkan aku baik-baik.. aku bisa memecat mu hanya dengan sekali ucap!" seru Aisyah.
Orang-orang yang berada di sana sampai melongo karena mereka tidak pernah mendengar Aisyah berkata sekeras itu.
"Wow.. amazing." ucap Kikan saat melihat penampakan baru dari Aisyah.
"Pergi dari tempat ini, jangan mengganggu kami. kau itu tidak ada ubahnya dengan wanita murahan yang takut jika kekasihnya diambil orang!" seru Aisyah.
Ternyata Aisyah sudah mengetahui kalau Lia ada hati kepada Jonathan.
Jonathan yang berada tidak jauh dari tempat itu, pria itu juga sangat terkejut..Bagaimana tidak, dia tidak akan pernah mengira kalau Aisyah yang sekarang ini begitu berbeda dengan Aisyah yang dulu, wanita ini benar-benar menyembunyikan jati dirinya. sosoknya yang begitu lembut namun sekarang terlihat begitu garang.
Terlihat Jonathan mendekati para model yang bersama dengan Kikan dan Aisyah.
"Apa yang terjadi?" tanya Jonathan kepada orang-orang yang ada di sana. terlihat pria itu sedikit marah karena sekretarisnya telah ditampar oleh Aisyah.
Deg..
Jonathan begitu terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh Aisyah. Baru kali ini dia melihat sosok Aisyah yang begitu menakutkan, Bagaimana tidak.. Aisyah yang sekarang ada di hadapannya seperti bukan Aisyah yang Jonathan kenal.
"Wow.. Aisyah benar-benar menakutkan." ucap para model yang melihat sebuah pertunjukan yang dilakukan oleh Aisyah. karena Lia berusaha untuk melukai mereka.
"Lihat saja, akan kubuat kau seperti monster yang tidak akan dilirik oleh siapapun." ucap Lia
Lia hendak mengambil sebuah kayu bakar yang masih ada apinya, Aisyah yang melihat hal itu langsung saja wanita itu menendang tubuh Lia hingga membuat Lia langsung terjungkal.
Bug.
"Kasihlah pelajaran kepada sekretarismu itu mengenai tata krama dan cara menghormati orang lain. Jangan karena dia adalah simpananmu dan kekasihmu, hingga membuat dia ingin menjadikan kami bahan lelucon di tempat ini!" seru Aisyah yang sudah menendang tubuh Lia, hingga terjatuh.
"Cepat tolonglah kekasihmu itu, kalau tidak.. aku bakal mendekatinya dan akan memukulnya bersama para model yang lain." ucap Kikan yang kemudian mengajak Aisyah pergi terlihat wanita itu benar-benar tersulut emosinya.
"Kita benar-benar tidak tahu kalau model cantik kita itu wanita super yang berani menghina pak Nathan, dengan kata-kata yang seperti itu." ucap para fotografer yang sedang melongo karena melihat sikap dari Aisyah.
Jonathan terasa membeku, lidahnya terasa tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun. Bagaimana tidak, pria itu sebenarnya hendak bertanya namun dengan kata-kata pedasnya seolah Aisyah mempertegas seluruh kebodohannya 2 tahun yang lalu.
Apalagi terlihat kalau Lia hendak melukainya dengan kayu yang masih membara, entah apa yang terjadi dengan Aisyah selama ini hingga membuat wanita itu benar-benar sudah berubah dibalik sikap lembutnya itu.
"Pak Jonathan, Lihatlah wanita itu adalah wanita brengsek yang telah menendangku hingga seperti ini. sakit pak..." ucap Lia Yang merengek manja dan meminta tolong kepada Jonathan.
"Ini semua karena kesalahanmu, carilah sendiri pertolongan dan obati sendiri lukamu. kau ini dasar wanita brengsek. Memangnya apa yang kau katakan pada mereka, hingga mereka menyebutmu sebagai simpananku!" seru Jonathan yang tidak terima kalau mereka mengira Kia adalah kekasihnya. walaupun sebenarnya Lia begitu suka saat orang-orang yang ada di perusahaan Jonathan mengatakan kalau dia adalah kekasih dari Jonathan.
Sedangkan Jonathan, pria itu hanya baik kepada Lia, karena Lia selalu bekerja dengan sangat keras dan baik.
Plok..
Plok..
"Aisyah benar-benar hebat, Lihatlah kau benar-benar membuat wanita itu seperti ondel-ondel karena terjungkal di tanah kotor." ucap Ririn.
"Tidak usah mengatakan hal itu, aku melakukannya karena aku tidak ingin terus menerus di injak-injak." jawab Aisyah.
** bersambung **