
Pagi itu Malik dan Yusuf sedang berada di sekolah, mereka berdua nampak saling bercanda gurau satu sama lain.
"Malik nanti habis sekolah kita cari motor yuk." ucap Yusuf.
"Kau tahu sendiri kan, motor kita itu baru Papa belikan kan 1 tahun yang lalu. jika kita minta motor lagi Pasti Papa bakal menggorok leher kita, apalagi kita berdua perorang sudah mempunyai 5 motor. hanya mobil saja kita yang belum punya." jawab Malik yang membuat Yusuf menganggukkan kepalanya.
"Kenapa sih Papa enggak ngebolehin kita beli mobil?" tanya Yusuf.
"Kata Mama, jika kita sudah punya SIM kita sudah bisa membeli mobil." jawab Malik.
"Terkadang perkataan Mama ada benarnya juga, kalau aku fikir kita itu sangat kurang bersyukur. Bagaimana tidak, kita selalu dengan seenaknya meminta begitu banyak barang kepada Mama dan Papa. sedangkan kita tidak pernah berusaha untuk melihat di sekeliling kita, masih banyak orang yang kekurangan dan orang yang yang lebih membutuhkan." ucap Malik.
"Kau benar juga, tapi kau tahu sendiri kan Malik.. kalau kehidupan itu terus berputar." jawab Yusuf.
Saat Malik hendak memasuki ruang kelasnya, terlihat seorang gadis mendatangi Malik. sebuah surat dan coklat langsung diberikan kepada Malik dan wanita Gadis itu langsung kabur secepat kilat.
"Apaan ini?" tanya Malik.
"Sebuah surat dan coklat, Mana aku tahu yang diberikan coklat kan dirimu Bukan aku." jawab Yusuf yang kemudian menepuk pundak saudaranya untuk masuk ke ruangannya. si kembar itu memang tidak satu kelas, mereka berbeda kelas tapi ke dua anak kembar itu benar-benar mempunyai banyak penggemar di sekolah mereka.
Langkah kaki Yusuf memasuki sebuah ruangan, tatapan matanya menatap seorang wanita yang menghalanginya.
"Ada apa kau, kenapa menghalangi jalanku." ucap Yusuf.
"Yusuf, Aku sudah lama memendam perasaan ini padamu. jadi kalau kau bersedia maukah kau menerima cintaku?" tanya seorang siswi kepada Yusuf.
Teman satu kelas Yusuf itu sejak pertama kali masuk kelas dia selalu memandang Yusuf, seorang siswi yang melihat salah satu temannya itu menyatakan cintanya kepada Yusuf. tentu saja siswa yang lain langsung tidak terima.
"Kau tidak boleh menerima dia Yusuf, karena akulah yang pantas untuk menjadi kekasihmu!" seru siswa lain.
"Kalian ini apa-apaan sih, sukanya mengganggu orang aja. apa kalian tidak punya waktu selain memberikan aku surat cinta coklat dan lain sebagainya." jawab Yusuf yang kemudian meninggalkan para murid perempuan untuk memasuki kelasnya.
"Setiap hari kerjaannya cuma mengganggu aku saja, Apa mereka tidak bisa membuat aku dan Malik tenang sedikit. setiap hari yang mereka bicarakan cuma surat cinta, surat cinta surat cinta, mereka itu tidak berpikir kalau masih kecil apa." gerutu Yusuf yang membuat Yusuf sedikit sensi.
"Aku benar-benar sangat menyukai Yusuf yang super cool, super tampan." ucap salah satu siswi.
"Benar Yusuf dan Malik adalah idola di sekolah ini." jawab Bunga.
"Oh ya, apakah kalian tidak tahu kalau mereka berdua itu masih mempunyai saudara kembar yang lain lo." ucap Bunga.
"Benarkah, Apakah wajah mereka seperti Malik dan Yusuf?" tanya Lili.
"Tidak mungkin kalau mereka seperti Yusuf dan Malik, karena saudara kembar Mereka berdua adalah perempuan." jawab Bunga.
Saat sore menjelang waktu sekolah pun usai, ternyata Syahila dan Emilia sedang berada di depan sekolah saudara mereka.
"Hai Yusuf Malik." sapa Emilia dan Syahila. tatapan mata para siswa yang ada di sekolah Rumah Sakit Dokter Syah.
Mereka nampak menatap dua wanita cantik yang begitu mirip.
"Siapa mereka?" tanya bunga dan Lili.
"Yang pasti Mereka berdua adalah saudara kembar dari Yusuf dan Malik, Lihatlah wajah mereka berdua ternyata sangat cantik loh..
" ucap bunga.
"Aku tidak pernah mengira kalau ternyata saudara Yusuf dan Malik sama-sama cantik." beberapa siswa yang ada di sekolah Rumah Sakit Dokter Syah nampak terbuka dengan kehadiran si kembar yang sangat cantik.
"Hai cantik, Siapa nama kalian!" Sapa seorang siswa yang ada di sekolah dokter Rumah Sakit Dokter Syah.
Emilia dan Syahila hanya tersenyum tanpa menghiraukan para pria yang sedang menggoda mereka.
"Widih-widih cantik-cantik kok pelit banget sih!" seru seorang pria yang bernama Adi dan Rudi.
"Lihatlah, kelihatannya mereka berdua itu hendak mencari masalah dengan saudara kita. mereka tidak tahu apa kalau mereka macam-macam dengannya bisa-bisa mereka bakal dihajar habis-habisan." ucap Malik yang melihat saudaranya sedang digoda oleh senior yang ada di sekolahnya.
Syahila dan Emilia tidak menghiraukan Mereka berdua, tatapan matanya menatap saudara kembarnya yang sedang mendekati mereka berdua.
"Mentang-mentang cantik aja kalian sok jual mahal!" seru Adi yang membuat Syahila menoleh ke arah orang yang telah memanggilnya.
** bersambung **
** bersambung **