
Tentu saja Lia menatap 2 bayi kembar yang mempunyai kesamaan hampir keseluruhan mereka. tentu saja sepasang suami istri itu saling menatap satu sama lain.
"Mas, ini yang Malik, lalu yang Yusuf yang mana?" tanya Lia kepada Jonathan. Jonathan menatap dua keponakannya itu sesaat kemudian pria itu menggelengkan kepalanya.
"Sayang, coba kamu sekarang telepon Aisyah. bilang padanya kalau dia harus mengambil keempat anaknya, aku benar-benar tidak sanggup..." ucap Jonathan kepada Lia.
Tentu saja Lia sangat marah, wanita itu langsung memukul pundak Jonathan dengan sangat keras.
"Kenapa kau harus berkata seperti itu, mereka kan keponakanmu.. dulu saja kau itu bersikeras untuk mempunyai anak kembar banyak, sekarang dititipin anak-anak Aisyah saja kau sudah marah seperti ini, bagaimana sih!!" seru Lia kepada sang suami. padahal dia sendiri baru beberapa menit melihat kelakuan anak-anak Aisah wanita itu harus menghelah nafasnya begitu kasar.
"Mahfud bilang dia akan menitipkan anaknya sekitar 5 atau 6 jam. ini baru 2 jam Sayang kepalaku sudah mau pecah, aku barusan meminum obat pusing, kalau mereka sampai di sini setengah hari bisa-bisa aku aku meminum satu strip obat sakit kepala!!" seru Jonathan yang terus memegang kepalanya.
"Itu resiko mu Mas, kau sendiri kan tadi yang memperbolehkan mereka berada di sini. jadi kau harus bersiap-siap jika mereka menginap di sini." ucap lia yang membuat Jonathan benar-benar tidak bisa berkata apapun.
Memang benar kalau dulu Jonathan ingin sekali mempunyai anak kembar empat atau lebih, namun ketika dia harus dititipi anak-anak Mahfud dia baru sadar kalau mempunyai anak kembar itu sangat merepotkan. Tak lama kemudian akhirnya 2 balita Aisyah sudah turun Emily dan Syahila.
Terlihat keempat anak-anak Aisyah langsung mendatangi Jonathan, keempat balita itu terus melakukan jungkir balik di sofa tempat Jonathan tidur. Tentu saja Jonathan yang kepalanya pusing bertambah dibuat pusing oleh anak-anak Aisyah.
"Aku benar-benar tidak sanggup jika harus seharian dititipi anak-anak Mahfud. Kalau mereka di sini dalam waktu setengah hari saja mungkin aku benar-benar gila." ucap Jonathan yang terus melihat kejahilan ke-4 anak Aisyah. tentu saja Jonathan benar-benar menggelengkan kepalanya,
"Sayang tolong ambilkan aku obat sakit kepala lagi dong!" seru Jonathan kepada sang istri. tentu saja Lia menatap suaminya dengan tatapan mata yang seolah ingin tertawa terbahak-bahak.
"Memangnya kenapa Mas?" tanya Lia.
"Kepalaku benar-benar pusing.." ucap Jonathan.
"Ternyata mempunyai anak kembar banyak itu sangat melelahkan, sayang.." ucap Jonathan yang membuat Lia memukul sang suami.
"Karena itu kalau berbicara dipikir dulu, jangan ngomong seenaknya kalau seperti ini kan kau tau rasa bagaimana mempunyai anak kembar!" seru Kikan yang membuat Jonathan benar-benar mati kutu.
"Ya sudah mas, tolong kamu jaga ke empat anak ini. aku akan ketempat Risky dulu." ucap Lia yang kemudian meninggalkan suaminya.
Terlihat sekali kalau Jonathan sudah tidak sanggup untuk mengasuh keempat bocah anak-anak Mahfud. tentu saja, bagaimana tidak.. keempat anak-anak itu sekarang sedang bermain jungkir balik di atas tubuh Jonathan, di samping dan di atas kepalanya. tentu saja Jonathan benar-benar merasakan depresi yang luar biasa.
Belum ada 1 hari keempat bocah itu berada di rumah Jonathan, namun yang terlihat pria itu benar-benar sudah tidak sanggup jika harus tinggal bersama keempat bayi itu dalam waktu 1 hari. sesaat kemudian Jonathan mengambil ponselnya, menelepon Mahfud untuk meminta saudaranya itu menjemput anak-anak mereka, Namun sayang sekali Jonathan harus gigit jari karena ternyata Mahfud tidak mengangkat ponselnya dikarenakan pria itu sedang ada rapat di rumah sakit.
Begitu pula dengan Aisyah Jonathan menelepon Aisyah atau Kikan atau Firdaus untuk menjemput keempat bayi ini dari rumahnya. namun ternyata keempat orang itu semuanya tidak ada yang bisa ditelepon hingga membuat Jonathan benar-benar sangat frustasi.
"Pasti mereka berempat sekongkol untuk mengerjai ku." gerutu Jonathan sambil menatap layar ponselnya.
"Tidak mungkin kan kalau keempat orang itu tidak mengangkat ponselnya, aku yakin kalau mereka semuanya benar-benar ingin mengerjai ku. Mereka ingin tahu bagaimana keadaanku jika dititipi keempat anak ini." ucap Jonathan sembari menatap kenakalan 4 bocah kembar tersebut.
"Aman Athan..aman Athan!!" seru keempat anak Aisyah yang sudah meminta makan kepada Paman mereka. tentu saja Jonathan meminta dua pengasuh balita itu untuk membawakan makanan untuk 4 bocah kembar itu.
Saat sore menjelang, Mahfud dan Aisyah sudah datang ke rumah Jonathan. sepasang suami istri itu menahan tawa mereka karena terlihat di ponsel mereka sudah ada puluhan panggilan dari Jonathan.
** bersambung **