MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Rumahku berubah menjadi toko suvenir.


Sekitar 10 menit kemudian


Akhirnya barang-barang yang ada di gudang sudah turun ke ruang tamu semua. Betapa terkejutnya Mahfud saat melihat barang begitu banyak berada di gudang lantai atas ini.


"Barang milik siapa, sayang?" tanya Mahfud yang benar-benar kebingungan.


"Aku sudah bilang kan sayang, kalau barang-barang ini adalah barang-barang yang tadi aku katakan. rumah kita menjadi toko suvenir gratis. Ya tentu saja barang-barang ini." jawab Aisyah.


"Ini milik siapa saja?" tanya Mahfud.


"Tuh..." jawab Aisyah sambil menunjuk kelima anaknya.


"Kalian beli barang sebanyak ini?!" seru Mahfud yang sangat marah. kelima anak Mahfud menggelengkan kepalanya.


"Kalau kalian tidak membeli ini, lalu ini milik siapa?" tanya Mahfud. terlihat pria itu sampai tersedak karena marah-marah kepada kelima anaknya.


"Bisa diam Sebentar tidak sayang, kau ini dari tadi ngoceh tanpa tahu alur ceritanya." jawab Aisyah yang membuat Mahfud langsung mengelap mulutnya dan menghela nafasnya.


Pria itu mengelus dadanya, karena dia benar-benar syok.


"Sekarang buka semua kado lalu kumpulkan!" seru Aisyah yang kemudian membuat para pekerja yang ada di rumah Aisyah langsung membuka barang-barang itu.


"Sudah Nyonya," jawab para pekerja.


"Sekarang kalian berlima ambil barang seperti yang kemarin, Mama minta ambil yang kalian perlukan. setelah itu berikan barang-barang ini kepada para pekerja yang ada di rumah ini, setelah itu berikan ke panti asuhan!" seru Aisyah yang membuat kelima anaknya itu menghela nafasnya begitu kasar.


"Kami saja sudah tidak muat membawa barang di kamar, Mam. masak kami harus membawa barang ini lagi." jawab Yusuf.


"Iya Mam, kamar kami sudah penuh." ucap Malik yang membuat Aisyah menghela nafasnya begitu kasar.


"Bimo,Kamu kan punya anak kecil, sekarang kamu ambil boneka itu karena putrimu wanita itu cewek. jadi ambil boneka itu. kalian ambil sesuka kalian, setelah itu taruh barang-barang ini di panti asuhan. karena aku tidak ingin memenuhi rumahku dengan hadiah-hadiah sebanyak ini!" seru Aisyah yang membuat para pekerja yang ada di rumah itu.


Para pekerja menganggukkan kepalanya, betapa bahagia saat mereka diminta oleh majikan mereka mengambil hadiah-hadiah yang harganya begitu mahal.


"Ya Sayang, belikan jam tangan itu untuk Ricky dan Fara. karena aku yakin mereka berdua menyukainya." ucap Mahfud yang membuat Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Oh ya, itu boneka yang besar singkirin sama yang kecil. singkirin jam tangan satu." ucap Aisyah.


"Setelah kalian ambil semua, Bimo tolong kau bawa barang-barang itu ke panti asuhan." jawab Aisyah.


"Mama, Apa tidak sebaiknya barang-barang itu kita lelang saja. setelah itu hasilnya kita taruh di panti asuhan." jawab Emilia yang memang menyukai dunia amal.


Sedangkan Mahfud, pria itu benar-benar tidak akan mengira kalau rumahnya dipenuhi barang sebanyak itu.


"Ini barang semenjak kapan, sayang?" tanya Mahfud.


"Kau ini jadi Papa makanya jangan terlalu keras sama anak-anakmu, itu hasil dari kejamnya seorang Papa yang tidak memikirkan hati anak-anaknya. hingga kau tidak tahu kalau kelima anakmu itu sangat populer." jawab Aisyah.


"Coba kalian berikan sama papa media sosial kalian, karena Papa mau melihatnya." jawab Mahfud yang membuat kelima anak langsung membeku ku tanpa bisa mengatakan apapun.


"Kenapa Papa bisa begitu, Itu namanya tidak adil pa." jawab Yusuf dan Malik.


"Cepat!" seru Mahfud yang membuat Aisyah menarik paksa ponsel suaminya dan memberikan 5 akun media sosial anak-anaknya .


Saat jari jemari Mahfud melihat media sosial milik anak-anaknya, tatapan matanya langsung terbelalak dia benar-benar tidak akan mengira kalau anak-anaknya bakal tenar seperti itu. walaupun dirinya banyak penggemar tapi kalau kado sebanyak itu dirinya dan sang istri tidak akan pernah mendapatkannya.


"Sayang kepalaku kenapa tiba-tiba pusing ya?" tanya Mahfud.


"Itu karena kau syok kau saja kalah saingan sama anak-anakmu." jawab Aisyah yang membuat Mahfud melotot.


"Memangnya aku pernah bersaing sama anak-anakku.." cibir Mahfud yang membuat Aisyah langsung memukul pundak suaminya.


"Kau saja kadang tebar pesona sama para wanita, Kau kira aku tidak tidak tahu semua kelakuanmu.." jawab Aisyah.


"Mama ternyata kalau marah sangat menakutkan ya." ucap Syahila dan Emilia.


"Terkadang Papa memang seperti itu, enak aja Masa Dia tebar pesona. kalau Mama yang dapat hadiah Papa bakal kebakaran jenggot." jawab Yusuf yang membuat kelima saudaranya menganggukkan kepala.


"Ini barangnya mau diapain sisanya?" tanya para pekerja yang ada di rumah Aisyah.


"Memangnya kalian sudah ambil semuanya?" tanya Emilia.


"Sudah Mbak." Jawab para pekerja.


"Apa kalian tidak mau ambil lagi?" tanya Emilia.


"Sudah mbak, terima kasih." jawab Bimo.


"Ya sudah kalau gitu, nanti sisanya bakal kami lelang di situs kami." ucap Emilia yang membuat para pekerja yang ada di rumah itu menganggukkan kepalanya.


** bersambung **