MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Mencari celah mendekati Aisyah


Langkah kaki Jonathan terus mendekati Aisyah dan Kikan yang sedang bercanda gurau. terlihat Kikan mengetahui kalau Jonathan mendekati mereka, wanita itu pura-pura tidak mengetahuinya. sesaat kemudian.. terukir senyum licik yang membuat Jonathan akan mendapatkan balasan yang setimpal.


"Aku akan membuat kebakaran yang lebih hebat daripada kebakaran hutan, akan kubuat kebakaran itu menjadi kebakaran seluas samudra." guman Kikan dalam hati saat dia mengetahui Jonathan sudah mendekati Aisyah.


"Ya ampun Aisyah, kau ini sudah berapa pria yang mendekatimu. Bahkan mereka sangat kaya, bisa dibilang mereka itu miliarder yang mempunyai kekayaan yang begitu melimpah. Lalu kenapa kau belum juga menerima pinangan salah satu dari mereka." ucap Kikan kepada Aisyah. terlihat wanita itu mengerutkan keningnya


"Apaan sih Mbak?" tanya Aisyah.


"Hus, diam dan menggangguk aja." ucap Kikan sambil mencubit tangan Aisyah. wanita itu mengerti mungkin ada seseorang di belakang tubuhnya yang membuat Kikan ingin melakukan sesuatu.


"Oooo, pria yang berumur 40 tahun itu ya Kak? pengusaha dari Dubai itu ya?" tanya Aisyah. Kikan langsung mengerti Kalau Aisyah sudah menanggapi perkataannya. melihat wanita itu begitu gembira saat Aisyah malah menimpali perkataannya, hingga membuat Jonathan langkah kakinya terhenti Di belakang tubuh Aisyah.


"Iya itu tuh.. pengusaha itu, belum lagi Mahfud, Belum laki brondong muda yang seusia denganmu itu." terlihat Kikan terus membuat perkataan-perkataan yang bisa memancing Jonathan.


Terlihat Jonathan hanya diam, langkah kakinya terhenti saat Kikan terus menanyakan begitu banyak para pria yang ingin mendekati Aisyah.


"Aku pilih yang lokal aja deh Mbak, dari pada cari suami jauh-jauh." jawab Aisyah yang membuat Kikan langsung tertawa terbahak-bahak dalam hati.


"Mampus kau, mampus kau, mampus kau." ucap Kikan dalam hati saat melihat Jonathan langsung menghentikan langkah kakinya. pasti sekarang hatimu merana, apalagi kalau aku katakan sekarang ini Aisyah sudah menerima cinta Mahfud. bisa-bisa kau akan guling-guling di jalan raya." cibir Kikan dalam hati sembari membayangkan Jonathan akan melakukan hal itu di jalan raya. mungkin Kikan adalah satu-satunya wanita yang akan menembakkan kembang api di siang bolong.


"Oh ya Aisyah, Katanya kemarin Mahfud sudah melamarmu? apakah kau menerimanya?" tanya Kikan pada Aisyah.


"Bener sih Kak, tapi nunggu jawaban dari ayah Syah saja. dia kan sekarang menjadi Ayah angkat ku." jawab Aisyah.


"Tentu saja mertuaku itu akan memperbolehkan Mahfud untuk menikahimu dengan segera, kalau bisa aku akan meminta kepada ayah agar pria itu segera menikahkanmu dalam dua hari!" seru Kikan yang memperkeras perkataannya.


Tentu saja Jonathan yang mendengar hal itu hatinya begitu mengkerut, kedua tangannya mengepal dengan sangat keras. mungkin kalau seorang wanita melakukan hal itu dengan kondisi kukunya yang begitu panjang panjang, mungkin jari-jemari cantik itu akan melukai dirinya sendiri.


"Ya ampun... aku benar-benar menjadi pendukung Mahfud untuk segera menikahimu!!" seru Kikan Sambil tertawa terbahak-bahak.


Brakk


Tampa sengaja salah satu tangan Jonathan mendorong properti untuk foto para model. Hal itu membuat orang-orang yang ada di ruangan itu terkejut, mereka langsung menatap Jonathan. Bagaimana tidak, pria itu telah membuat kegaduhan yang begitu luar biasa.


Jonathan langsung pergi dari tempat pemotretan itu, hatinya begitu panas seperti yang dikatakan oleh Kikan. kemungkinan Jonathan mengalami kebakaran lahan hutan yang begitu luas.


"Aku tidak akan membiarkanmu menikah dengan saudara tiri ku itu, pria brengsek anak dari selingkuhan ayahku!" seru Jonathan dengan begitu murkanya.


"Sengaja ya?" tanya Aisyah.


Kikan mengangkat kedua tangannya yang berarti dia ya tidak tahu.


"Mana kutahu Kalau dia ada di belakangmu, Kau kira aku ini punya empat mata apa? 2 di depan 2 belakang." jawab Kikan seperti seorang wanita yang tidak mempunyai rasa bersalah sama sekali.


"Sudah-sudah Jangan hiraukan dia, lebih baik kau ikut aku bersama para kru untuk melihat tempat pemotretan kita besok!" seru Kikan yang kemudian menarik tangan Aisyah. terlihat para kru dari fotografer model itu semuanya telah bersiap-siap untuk meninjau tempat pemotretan yang ada di Bandung.


"Aisyah, Nanti berangkat sama aku ya!" seru fotografer.


"Kikan langsung menghentikan langkah kakinya, wanita itu memutar tubuhnya sembari melotot kepada fotografer itu. jangan macam-macam kau ya, bakal Aku bunuh kau Jika kau berani menggoda wanita ini!" seru Kikan dengan nada suara yang begitu keras.


Terlihat sang fotografer nyalinya langsung menciut, saat melihat Kikan melotot dengan ekspresi yang begitu menakutkan.


"Dasar pria kucing, sudah beristri masih juga matamu melotot ke sana ke sini. mau kucolok ya!!" seru Kikan yang kemudian menarik Aisyah dan memasuki mobil pribadinya.


"Kak Kikan benar-benar seperti wonder woman!!" seru Aisyah.


"Nggak usah pakai basa-basi, cepat masuk. kalau kita kemalaman aku nggak bakal nerusin perjalanan, biar kita berhenti di jalan dan menjadi pajangan di jalan raya." ucap Kikan yang membuat Aisyah tertawa melihat kelakuan wanita itu.


Seluruh kru pemotretan sudah bersiap-siap, sedangkan Jonathan terlihat pria itu sudah membanting beberapa barang yang ada di kantor cabang milik temannya itu.


"Aku tidak akan pernah membiarkanmu bersama pria itu, aku pasti akan merebutmu!!" seru Jonathan.


Cinta memang sungguh menakutkan, membuat seseorang bisa berubah drastis bahkan seperti seorang iblis yang sedang mencari mangsanya.


Jonathan terlihat menelpon salah satu temannya, pria itu begitu marah.. murkah, saat mengetahui Aisyah telah menjalin hubungan dengan Mahfud.


"Segera mempersiapkan segala sesuatu untuk aku pergi ke Bandung!" seru Jonathan pria itu menganggukkan kepalanya.


Sesaat kemudian, dia telah tersenyum sembari membawa begitu banyak rencana jahat yang akan membuat hubungan Aisyah dan Mahfud hancur.


** bersambung **