
Jika rencana Lia hancur, maka kita lihat rencana Iqbal yang telah disusun oleh pria itu dengan sangat matang. para model yang ada di ruangan itu semuanya sudah pingsan, begitu pula dengan Aisyah dan Kikan. mereka berdua nampak terlelap karena pengaruh obat bius itu.
"Ha-ha-ha... Aku tidak menyangka kalau rencanaku ini benar-benar sangat hebat." ucap Iqbal yang kemudian menggendong tubuh Aisyah kedalam sebuah kamar yang tidak jauh dari kamarnya.
Pria itu sudah mulai berbuat sesuatu yang akan membuat kehidupan Aisyah menjadi hancur.
Aisyah Sudah terlelap dalam tidurnya, sedangkan Iqbal... pria itu langsung membuka satu persatu pakaian nya, Hatinya sangat gembira. senyum pun terukir di wajah Iqbal saat dia menatap Aisyah sudah berada satu kamar dengannya.
Terlihat sebuah mobil mulai memasuki gerbang villa tempat Aisyah dan Kikan melakukan pemotretan. sebuah mobil berwarna hitam dengan kemewahan yang ada di dalamnya.
Mobil itu masuk ke dalam pekarangan villa, terlihat disana tatapan mata kedua pria itu menatap suasana yang begitu hening yang ada di dalam villa tersebut.
Mengapa villa ini begitu hening tadi Istriku bilang ada pesta di tempat ini kenapa seperti kuburan saja." ucap Firdaus yang sudah memasuki pekarangan villa.
Pria itu mulai mematikan mobilnya dan menatap villa yang begitu hening tanpa ada suara orang sama sekali.
"Apa mereka sudah tidur semua?" tanya Mahfud.
"Tidak mungkin, kalau seperti ini biasanya para kru pemotretan pasti masih hidup." jawab Firdaus yang membuat Mahfud menganggukkan kepalanya.
"Lebih baik kita masuk dan mencari tahu apa yang terjadi di sana." ucap Mahfudz yang kemudian mengajak Firdaus untuk masuk ke dalam Vila tersebut.
"Sepi banget ya." ucap Firdaus yang menatap di sekeliling vila tersebut.
"Tapi itu ada bekas bakar ikan." ucap Mahfud.
"Lebih baik kita masuk saja dan mencari kedua wanita itu, kelihatannya tempat ini begitu sepi. jangan-jangan Mereka sudah pergi dari tempat ini." ucap Firdaus yang membuat Mahfud menatap pria itu.
"Tidak mungkin kan, baru 15 menit yang lalu kau ditelepon oleh istrimu. masa sekarang mereka sudah pergi dari sini." jawab Mahfud yang membuat Firdaus menatap pria itu.
"Kan aku cuma bilang mungkin saja." Jawab Firdaus yang membuat Mahfud ingin sekali menjitak kepala pria itu.
"Kalian itu benar-benar pasangan suami istri yang menjengkelkan." ucap Mahfud yang membuat Firdaus hanya tersenyum.
Akhirnya kedua pria itu memasuki Villa tersebut. saat mereka sudah memasuki Villa, Entah mengapa Villa itu benar-benar hening. bahkan di sana masih terdengar suara musik yang mengalun di ruang tamu. langkah kaki mereka semakin memasuki villa tersebut, tidak ada suara apapun. tidak ada suara yang terdengar saat mereka berada di sana. yang mereka lihat hanya satu wanita saja yang sedang marah-marah di depan kamar seseorang.
"Siapa dia?" tanya Firdaus kepada Mahfud.
"Kau kira aku tahu." jawab Firdaus.
"Kelihatannya wanita itu marah dengan seseorang." ucap Firdaus.
"Kan aku sudah bilang aku tidak tahu." jawab Mahfudz yang membuat Firdaus langsung mencibir Mahfud karena terus menjawab seperti itu.
"Nona, di mana kamar Kikan dan Aisyah?" tanya Mahfud dan Firdaus kepada Lia.
Terlihat wanita itu begitu terkejut. saat tiba-tiba ada orang yang sudah memasuki Villa tersebut. Lia tersentak. ia begitu kaget saat melihat ada orang lain yang memasuki Villa itu.
"Siapa Kalian?" tanya Lia kepada Firdaus dan Mahfud.
"Aku adalah suami Kikan dan kakak Aisyah, sedangkan pria ini adalah calon suami dari Aisyah." jawab Firdaus.
"Calon suami?" jawab Lia yang membuat wanita itu sedikit terkejut.
"Iya, Aku calon suami dari Aisyah." jawab Mahfud.
Lia begitu terkejut, wanita itu melangkahkan kakinya secara tiba-tiba karena dia takut rencananya akan diketahui oleh seseorang. dan dia akan dipenjarakan karena mencoba menjebak dua orang sekaligus.
"Lho... kok malah kabur." ucap Mas Firdaus yang melihat wanita itu malah kabur dari hadapan mereka.
"Sudahlah, kita cari sendiri saja." ucap Firdaus yang kemudian mengetok satu persatu pintu kamar tersebut. dari beberapa pintu itu tidak ada jawaban, mereka semuanya terasa benar-benar tidak ada di kamar itu.
"Kenapa tidak ada jawaban." ucap Firdaus.
"Mungkin mereka sudah tidur." jawab Mahfud.
"Kalau mereka tidur, tidak mungkin kan mereka daftar ke akhirat sampai tidak mendengar kita mengetuk pintu dengan sangat keras." cibir Firdaus dengan ekspresi mata melotot karena kesal.
Terlihat di salah satu kamar... Tuhan begitu sayang kepada Aisyah, wanita itu mulai menggeliat. tubuhnya Terasa seperti remuk dan kepalanya benar-benar pusing. tatapan mata Aisyah sedikit remang-remang karena akibat obat tidur yang diberikan oleh Iqbal.
"Kenapa kepalaku pusing." ucap Aisyah yang membuat Iqbal sangat terkejut.
Iqbal tidak akan pernah menyangka, kalau Aisyah malah sudah sadar dari pengaruh obat tidur tersebut. tatapan mata Iqbal terus menatap Aisyah yang mencoba untuk menyadarkan dirinya.
"Aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku." ucap Iqbaal yang kemudian mendorong tubuh Aisyah. sedangkan wanita itu yang mendapatkan perlakuan seperti itu dia begitu terkejut, Aisyah sangat kaget saat tatapan matanya menatap samar-samar seorang pria yang sedang ada di hadapannya tanpa pakaian sama sekali
"Siapa kau?!" seru Aisyah sambil mengucek 2 matanya.
"Setelah ini kau akan menjadi istriku!" seru Iqbal yang kemudian mencoba untuk merampas kehormatan Aisyah. wanita itu terus meronta. akibat dari pengaruh obat tidur itu membuat Aisyah tidak bisa bergerak bebas, langkah kaki wanita itu terus terseok-seok karena pandangannya masih benar-benar belum normal.
Brakkk...
"Tolong, tolong!!" seru Aisyah yang meminta tolong kepada siapapun yang mendengarnya.
Langkah kaki Firdaus dan Mahfud langsung terhenti, saat mendengar suara seorang wanita yang meminta tolong dari salah satu kamar. langkah kaki kedua pria itu langsung melaju dan menempelkan telinganya di satu per satu kamar.
** bersambung **