MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Dokter Sarah pelakor


3 hari kemudian..


Tiga hari setelah Mahfud melakukan operasi pencangkokan jantung. Dokter Syah memberi kabar yang mengejutkan kepada Firdaus. kalau kalau keadaan Mahfud sedang tidak baik karena ada sedikit kendala.


Tentu saja Firdaus begitu syok, dia tidak ingin memberitahukan kepada Aisyah dan membuat wanita itu harus semakin menderita.


"Lalu, apa yang akan terjadi kepada Mahfud, Pa?" tanya Firdaus kepada Papanya.


"Berdoalah semoga dia melewati masa kritis Ini. kalau tidak.. aku yakin nyawa Mahfud tidak akan bisa tertolong." jawab Dokter Syah. hanya berdoa dan berusaha, Dokter Syah dan yang lain terus melakukan hal itu. hanya sebuah keajaiban yang diinginkan oleh Firdaus dan yang lain.


1 bulan kemudian.


Keadaan Mahfud dari hari kehari semakin membaik, pria itu mempunyai tekad yang sangat kuat agar istrinya tidak jatuh ke tangan pria lain. sedangkan di tempat lain Jonathan benar-benar frustasi, dia tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan. jalan satu-satunya yang akan Jonathan lakukan adalah menculik Aisyah ke suatu tempat.


Hari ini Jonathan telah memerintahkan beberapa anak buahnya untuk menculik Aisyah, ketika dia keluar dari rumah sakit tentu saja bukan satu atau dua orang saja. namun sekitar 10 orang telah dikerahkan oleh Jonathan untuk menculik Aisyah.


"Dengarkan aku baik-baik, kalian tidak boleh sampai gagal untuk menculik wanita itu." ucap Jonathan.


Hari ini Lia tidak berada di kantor, jadi dia tidak tahu Apa rencana yang dimiliki oleh Jonathan.


"Kami akan melakukan seperti yang Tuan inginkan, kami akan menunggu wanita itu keluar dari rumah sakit." ucap salah satu anak buah Jonathan.


"Baiklah kalau begitu." jawab Jonathan yang kemudian mematikan ponselnya dan tersenyum. begitu picik pikiran Jonathan yang ingin memisahkan Aisyah dari sang suami.


Tatapan mata para anak buah Jonathan terus memantau kalau Aisyah keluar dari rumah sakit, mereka juga tidak pernah tahu kalau anak buah dari Brian juga memantau situasi rumah sakit. kedua kubu itu saling mencari selah satu sama lain.


Hari ini Aisyah berencana untuk berbelanja ke salah satu minimarket yang lumayan jauh dari rumah sakit. karena wanita itu ingin menyegarkan dirinya dari semua kepenatan dan akting yang selalu dia lakukan bersama Kikan dan Firdaus.


Bagaimana lagi, wanita itu ingin menyelamatkan sang suami. karena dia sudah mendapat kabar Kalau suaminya itu sekarang sudah sembuh dan akan kembali ke Indonesia.


Sedangkan di tempat lain ternyata beberapa anak buah Jonathan sudah berada di luar rumah sakit itu. mereka menatap Aisyah,


"Itu adalah wanita yang diminta oleh Bos." ucap salah satu anak buah Jonathan.


"Kita harus menculiknya." jawab salah satu anak buah Jonathan.


Dengan secepat kilat mobil mereka lajukan dan Aisyah yang yang sedang lenggang pun dia tidak tahu kalau situasi berbahaya telah mengincar dirinya.


"Tarik wanita itu!" seru salah satu anak buah Jonathan.


Aisyah menatap mobil hitam yang tiba-tiba terhenti di depannya, pintu itu terbuka dan menampakan beberapa pria yang tersenyum padanya.


Brakkk..


Aisyah langsung dibius oleh para penculik itu,


"Segera kita bawa ke tempat yang dikatakan oleh Tuan Jonathan!" seru anak buah Jonathan. mereka bergegas membawa Aisyah ke suatu tempat.


Ternyata Jonathan telah merencanakan ini jauh-jauh hari ketika dia telah gagal dengan rencana pembunuhan Mahfud.


"Bagus, segera bawa dia ke bandara!" seru Jonathan kepada anak buahnya. di suatu bandara yang ada di kota Jakarta, entah kemana Jonathan akan membawa Aisyah pergi.


Kikan yang ada di rumah sakit terlihat mencari sosok Aisyah yang dari tadi tidak kunjung kembali dari berbelanja. hari ini Kikan tidak bisa mengantar Aisyah karena ada rapat di rumah sakit.


"Ada apa?" tanya Firdaus.


"Kenapa Aisyah belum kembali, sudah 3 jam lamanya Kenapa belum juga datang ke tempat ini?" tanya Kikan kepada sang suami.


"Memangnya dia Kemana?" tanya Firdaus kepada sang istri.


"Entahlah, kelihatannya dia tadi bilang ingin berbelanja di supermarket yang tidak terlalu jauh dari tempat ini." jawab Kikan.


"Sebaiknya kau telepon ponselnya, mungkin dia sedang melakukan sesuatu." jawab Firdaus.


"Tapi, tidak selama ini kan Aisyah tidak pernah seperti ini." ucap Kikan yang terlihat begitu khawatir dengan Aisyah. sama dengan Brian yang ada di ruangannya, terlihat pria itu terus mencari keberadaan Aisyah.


"Kenapa istriku belum ke sini?" tanya Brian kepada para perawat.


"Nona Aisyah?" tanya perawat.


"Iya." jawab Brian.


"Entahlah Tuan, karena tadi mbak Kikan juga mencari keberadaan Mbak Aisyah." jawab para perawat.


"Bisakah kau minta Kikan untuk kemari." pinta Firdaus kepada para perawat.


"Baik Dokter." jawab para perawat.


Tak lama kemudian para perawat ke tempat Kikan.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya mereka belum juga mendapatkan kabar dari Aisyah.


"Segera Kalian cari keberadaan Istriku itu!" seru Brian kepada para anak buahnya.


"Baik tuan." jawab anak buah Brian.


Kabar mengenai hilangnya Aisyah membuat Dokter Sarah begitu begitu bahagia, karena duri dalam daging nya telah hilang saat ini.


Brian begitu khawatir, dia mencoba mencari tahu siapa dalang dibalik hilangnya Aisyah.


"Bagaimana Aisyah bisa hilang secara tiba-tiba, aku yakin adalah dalang dibalik hilangnya Aisyah." ucap Brian. Dia sangat tahu bagaimana sepak terjang dari Jonathan.


"Aku yakin aku bisa menemukan Aisyah, Tak akan kubiarkan kau mencoba untuk memilikinya." ucap Brianan yang mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Aisyah.


** bersambung **