MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Kesibukan Aisyah


1 tahun kemudian


Aisyah hamil kembali, kehamilan kedua Aisyah dikaruniai seorang Putra yang wajahnya sangat mirip dengan Mahfud. seorang Putra yang diberi nama Raditya.


6 tahun kemudian


Anak-anak kembar Aisyah sekarang sudah berusia 13 tahun. mereka sudah sekolah kelas 2 SMP, sedangkan si kecil sekarang sudah berusia 6 tahun. Aisyah benar-benar harus merasakan kerepotan mengurus 5 anaknya yang selalu bertengkar dan membuat kericuhan saat pagi menjelang.


"Malik, Yusuf. tidak usah bertengkar!" seru Aisyah.


"Malik yang yang nakal Mama, masak dia selalu mengambil ponselku." jawab Yusuf.


"Yusuf bohong Ma, Apakah Mama tidak tahu setiap hari kerjaan Yusuf hanya wa para cewek." jawab Malik.


"Kalian kan masih kecil, tidak boleh menggoda para wanita!" seru Aisyah.


"Malik yang suka melakukan hal itu Ma!" seru Yusuf.


"Yusuf bohong ma," jawab Malik.


Setiap pagi Aisyah harus merasakan kepalanya terasa pening karena anak-anaknya yang selalu bertengkar.


"Cepat kalian Panggil saudari kalian, Memangnya apa yang mereka lakukan didalam kamar? ini mau pukul 06.30 belum ada yang keluar!" seru Aisyah.


"Tentu saja mereka berdandan Ma." jawab Yusuf.


"Mama, Mama di mana sepatu Raditya!" seru Raditya yang baru turun dari kamarnya yang ada di lantai 2.


Memangnya sepatumu kau taruh di mana, kemarin habis sekolah ditaruh di mana sepatunya. kok malah tanya sama Mama!" seru Aisyah.


"Lupa Ma." jawab Raditya.


"Raditya, kan Mama sudah bilang kalau menaruh sesuatu itu taruh di tempatnya Jangan sembarangan!" seru Aisyah.


Sesaat kemudian Mahfud sudah turun dari kamarnya, pria itu menghampiri istrinya yang sedang marah-marah kepada anak-anaknya.


"Ada apa sih sayang?" tanya Mahfud kepada istrinya.


"Apakah kau tidak tahu setiap hari itu aku selalu melakukan olah vokal sama anak-anak." jawab Aisyah yang membuat Mahfud menatap ketiga putranya.


"Dimana Emily dan Syahila?" tanya Mahfud kepada Yusuf dan Malik.


"Cepat kalian Panggil saudari kalian itu, karena Papa bisa telat." jawab Mahfud.


"Pa, nanti kalau pulang dari rumah sakit anterin Yusuf sama Malik beli ponsel keluaran terbaru ya." pinta Yusuf dan Malik.


"Memangnya ponsel kalian kenapa?" tanya Mahfud kepada dua putranya.


"Ya Papa ini gimana sih, kan uda ketinggalan soalnya ponsel nya udah jadul." jawab Yusuf.


"Bahkan ponsel itu belum 1 tahun loh." jawab Mahfud yang menatap kedua putranya.


"Belikan aja papa, nanti ponsel bang Yusuf sama bang Malik biar Radit yang pakai." jawab Raditya.


"Siapa Memangnya yang mau ngasih ke kamu." jawab Malik.


"Lalu mau kalian buat apa ponsel banyak jika tidak ada gunanya?" tanya Mahfud.


"Ayolah Pa, belikan ya.. Beberapa hari yang lalu kan Papa sudah janji kalau nilai kami terus bertahan di juara 1 maka papa akan memberikan kami hadiah." ucap Yusuf.


"Ponsel Papa sama Mama aja udah 2 tahun ini belum ganti, Masa kalian belum 1 tahun mau minta ganti!" seru Aisyah yang kemudian marah kepada anak-anaknya.


Emilia dan Syahila turun dari kamar mereka, kedua gadis kembar itu terlihat sangat menyukai berada di kamar mereka.


"Mama, nanti kami pulangnya agak telat ya. karena kami harus latihan tata boga dan desain pakaian!" seru Syahila dan Emilia.


"Papa kan sudah bilang, kalian sebaiknya masuk ke sekolah kedokteran saja. setelah ini kalian sudah masuk SMA, lebih baik kalian masuk sekolah kedokteran!" seru Mahfud.


"Tapi Emilia dan Syahila tidak suka Pa, Emilia lebih suka menjadi koki dan Syahila lebih suka menjadi desainer." jawab Syahila.


"Sudah lah Mas, jangan terlalu memaksa kehendak mereka. biarkan mereka mencari jati diri mereka sendiri, Kalau Mas mau menjadikan Dokter.. lebih baik Mas membuat kedua putra Mas itu sekolah di sekolah kedokteran yang ada di rumah sakit kita, daripada mereka masih kecil sukanya merayu para gadis-gadis." ucap Aisyah.


"Lebih baik Papa menjadikan anak kesayangan papa itu menjadi Dokter, daripada kami yang menjadi Dokter!" seru Emilia.


"Kenapa harus kami yang menjadi Dokter!" seru Malik dan Yusuf.


"Benar, setelah ini kalian harus sekolah di sekolah kedokteran yang ada di rumah sakit. kalau kalian berani melawan Papa.. lihat saja Papa bakal pangkas habis uang bulanan kalian!" seru Mahfud yang membuat Malik dan Yusuf langsung terdiam tanpa bisa melawan perkataan Papa mereka.


"Ini gara-gara Emilia dan Syahila, Aku ingin menjadi penyanyi masa sekarang disuruh menjadi Dokter." gerutu Yusuf yang buat Emilia dan Syahila tersenyum. karena mereka bisa membuat kedua saudaranya itu tidak bisa melawan perkataan Papa mereka, sedangkan Raditya terlihat bocah berusia 6 tahun itu malah ingin sekali menjadi Dokter seperti Papanya.


** bersambung **