
Hari ini Firdaus berkumpul dengan yang lain, mungkin cuma 3 orang saja karena ada Kikan. Firdaus dan Aisyah, ketika orang itu telah memasang CCTV yang ada di kantor mereka. Entah mengapa kantor sebesar itu tidak mempunyai CCTV. entah tidak memiliki uang atau bagaimana, namun sekarang kantor Aisyah dan Kikan telah memiliki CCTV untuk mencari tahu siapa saja yang memasuki tempat mereka.
Dokter Sarah akhirnya menjalankan rencananya untuk mendekati Mahfud, wanita itu selalu memberikan perhatian kepada Mahfud walaupun terkadang Mahfud tidak menyukai kehadiran Dokter Sarah. Sebenarnya bukan Mahfud Ya, harap diingat ya pembaca kalau sekarang yang berada di rumah sakit adalah Brian kembaran dari Mahfud.
"Bagaimana keadaanmu?" tanya Sarah kepada Mahfud. pria itu menganggukkan kepalanya sebelah matanya memicing melihat seorang wanita yang tidak dia kenal.
"Siapa wanita ini, mengapa dia berani sedekat ini padaku. Apakah dia wanita tidak tahu malu." ucap Brian dalam hati yang melihat gerak-gerik dokter Sarah.
"Di mana istrimu yang yang sangat kau cintai itu, Mengapa dia tidak menemanimu?" tanya Dokter Sarah.
Sedangkan di tempat lain, Jonathan begitu geram karena sebenarnya dialah orang yang telah menculik Mahfud dan membuangnya ke jurang. Namun karena orang-orang tahu Apa rencana licik dari Jonathan dari Lia, wanita itu mengatakan semua rencana Jonathan kepada pihak Aisyah.
Untungnya Mahfud ditemukan dalam kondisi selamat, Brian mengetahui rencana Jonathan namun dengan segera dia langsung berpura-pura menjadi Mahfud dan membawa 3 orang dan mengatakan kalau mereka adalah orang yang telah menyelamatkan Mahfud.
Padahal dia adalah Bryan, Jonathan geram..
"Bagaimana mungkin dia bisa ditemukan, padahal aku telah menyewa orang untuk membunuh pria Brengsek itu!" seru Jonathan.
Terlihat pria itu sangat marah ketika Mahfud palsu telah ditemukan, padahal Bryan juga adalah saudaranya. kemungkinan sifatnya sama seperti Jonathan sama-sama licik.
Lia tersenyum, wanita itu ingin mendekati Jonathan secara perlahan-lahan seperti apa yang dikatakan oleh Aisyah. dia harus mengontrol emosinya bersabar saat menghadapi Jonathan dan selalu menjadi pelabuhannya.
"Ada apa mas Nathan?" tanya Lia kepada Jonathan.
"Kau diam saja!" seru Jonathan dengan begitu murkanya karena dia sudah mendengar kabar mengenai ditemukannya Mahfud.
"Kalau kau tahu kalau dia bukanlah Dokter Mahfud, bahkan Dokter itu telah melakukan pengobatan di Amerika. kau bakal lebih marah dari pada ini, karena bagaimanapun juga Aisyah tidak akan pernah mau kembali bersamamu." ucap Lia dalam hati sembari menatap wajah Jonathan.
Kita kembali lagi kepada Brian yang sudah ada di rumah sakit.
"Dengarkan aku, aku akan memberikan suntikan untuk melemahkan tubuh Brian agar pria itu tidak bisa terlalu bergerak." ucap Firdaus kepada Kikan dan Aisyah.
"Apakah jika Mas melakukan hal itu, apa itu tidak akan berakibat buruk padaku, apalagi jika keadaannya tidak stabil Hal itu akan membuatnya semakin meminta perhatian." ucap Aisyah.
"Dia benar mas." ucap Kikan.
"Tentu saja, lagian dia begitu nekat. bahkan dia mampu melakukan segala sesuatu, bahkan dia membuat luka yang begitu mirip dengan luka operasi di dadanya." Kikan begitu geram. namun dia harus menahannya agar tidak melakukan apapun yang membuatnya kehilangan kesabaran.
"Mbak benar." jawab Aisyah.
"Aku benar-benar tidak sampai habis pikir, Bagaimana pria itu sampai melakukan segala sesuatu untuk menggantikan posisi Mahfud." ucap Kikan.
"Yang penting kita harus membuat pria itu tidak melakukan segala sesuatu, dengan begitu kita masih bisa mengendalikan dia di rumah sakit ini." jawab Firdaus.
"Kelihatannya dokter Sarah telah melakukan sesuatu untuk mendekati pria itu." ucap Aisyah yang kemudian meminta untuk ke tempat Brian agar pria itu tidak curiga dengan keadaan yang ada di rumah sakit. Wanita itu sangat berharap kalau ayah angkatnya bisa mendapatkan donor untuk suaminya.
Akhirnya Aisyah ke tempat Brian agar pria itu tidak curiga.
"Hai sayang!" seru Aisyah kepada suaminya.
"Kau dari mana?" tanya Brian kepada Aisyah.
"Maaf aku tadi dari kantor, kau sendiri tahu kan kalau aku harus memeriksa beberapa berkas yang ada di rumah sakit ini." jawab Aisyah.
Brian tersenyum Entah mengapa pria itu bisa jatuh hati kepada ada isteri dari kembarannya. apalagi hanya dengan satu kali pertemuan saja.
"Apakah kau mau makan?" tanya Aisyah kepada Brian. Pria itu menganggukkan kepalanya, sedangkan Dokter Sarah yang berada di sana terlihat Dia sangat kesal karena dicampakkan oleh Mahfud.
"Dokter Sarah, Bagaimana keadaan suamiku?" tanya Aisyah kepada Dokter Sarah. wanita itu hanya tersenyum, senyum nya begitu palsu hingga membuat Aisyah ingin tertawa melihatnya.
"Apakah kau ingin aku ku kupas kan buah?" tanya Aisyah dengan begitu lembut nya. Hingga membuat Brian langsung menganggukkan kepalanya.
Aisyah menyuapi Bryan, Memang secara kasat mata dia baik-baik saja. namun karena kecerobohannya dia meminta salah satu Dokternya untuk melukai tubuhnya agar dia terlihat seperti pria yang habis melakukan operasi. dan operasi itu sangat Sama persis dengan operasi Mahfud, tentu sama karena Brian telah membayar salah satu Dokter yang telah mengoperasi Mahfud. untuk melakukan goresan sama persis yang dimiliki oleh Mahfud.
Aisyah begitu telaten saat memberikan suapan demi suapan kepada pria itu, hingga membuat Brian terus menatap wajah dari istri saudaranya itu.
"Kau harus makan banyak dan pulihkan tenagamu." ucap Aisyah yang kemudian menepuk pipi Brian. hingga membuat pria itu tersipu malu, tidak pernah ada seorang wanita yang memberikan perhatian begitu tulus seperti Aisyah.
** bersambung**