MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Pertengkaran pagi buta


"Mam!!!!!" seru Raditya.


Pagi ini Raditya benar-benar membuat buat orang satu rumah berlari kocar-kacir karena pagi-pagi buta dia sudah berteriak tidak karuan. dengan segera Aisyah mendatangi Putra terkecilnya itu.


"Ada apa Radit?!" tanya Aisyah yang benar-benar kebingungan karena tak biasanya Raditya terus berteriak dipagi buta.


"Mama, mama di mana pakaian dalam Radit?" tanya Raditya.


"Lho... memangnya pakaian dalam Kamu kemana, kan biasanya ditaruh di lemari..." jawab Aisyah.


"Tidak ada Mam, bahkan 1 pakaian dalam pun tidak ada di kamarku." jawab Raditya.


"Memangnya siapa sih yang mau mau mengambil pakaianmu." jawab Aisyah yang kemudian membantu putranya itu untuk mencari barang yang dia cari.


"Coba cari Mam, masa pakaian dalam Radit tiba-tiba hilang semua.." ucap Radit yang kebingungan saat mencari pakaian dalamnya yang tiba-tiba musnah tanpa ada jejak sama sekali.


"Oh ya, Memangnya kemarin yang masuk ke kamarmu siapa, ini pasti ulah salah satu dari kakakmu." ucap Aisyah yang membuat Raditya mulai berfikir.


"Kemarin mas Malik sama Mas Yusuf yang ke sini mam." jawab Radit. tak berselang lama akhirnya Aisyah memanggil kedua Putra kembarnya.


"Ada apa sih mam, pagi-pagi buta radit teriak-teriak seperti maling aja!" seru Malik dan Yusuf.


"Sudah kalian jangan banyak bicara, Cepat kalian keluarkan pakaian dalam Adik kalian. jika tidak... jangan salahkan Mama jika kartu belanja kalian akan mama segel hari ini juga!!!" seru Aisyah yang membuat kedua anak kembar yang ada di depannya langsung terdiam tanpa bisa berkutik sama sekali.


"Kok bisa gitu sih Mam!!" seru Malik.


"kalau dalam hitungan sampai 5 pakaian Adik kalian tidak dikembalikan, Maka jangan salahkan Mama jika kalian akan merasakan bagaimana akibatnya tidak bisa membeli 1 barang, bahkan naik bus pun kalian tidak akan bisa!!" seru Aisyah yang terlihat sedikit marah. tentu saja Malik dan Yusuf yang melihat Mamanya marah.. mereka berdua bergegas mencari barang milik adiknya.


"Ini semua gara-gara kamu, coba kalau kemarin kamu tidak berinisiatif untuk menyembunyikan pakaian Radit. mana mungkin sekarang Mama marah sama kita." ucap Yusuf.


Sekitar 5 menit kemudian semua barang yang yang dicari Raditya sekarang sudah berada di kamarnya, kedua bocah kembar itu tersenyum sembari meminta maaf kepada adiknya yang terkecil.


"Mama kan sudah bilang jangan membuat Radit teriak-teriak pagi buta seperti ini, Mama kesal!!!!!" seru Aisyah yang membuat Radit Malik dan Jusuf langsung terdiam ditempat tanpa bisa melawan perkataan Mamanya.


"Maaf, maaf kami tidak sengaja..." ucap Yusuf.


"Jika sampai Kejadian ini terulang lagi jangan salahkan jika semua yang akan kalian lakukan membuat Mama mencabut semua fasilitas yang kalian miliki!!" seru Aisyah.


"Mama kalau marah benar-benar sangat menakutkan ya.." ucap Yusuf.


"Tentu saja sangat menyakitkan.." ucap Malik yang membuat Yusuf akhirnya meninggalkan kamar saudaranya.


Sekitar satu jam kemudian akhirnya semua keadaan di rumah sangat tenang, Aisyah telah berangkat ke rumah sakit anak-anak sudah berangkat ke sekolahnya masing-masing.


"Kenapa mukamu ditekuk-tekuk seperti itu, Aisyah?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Bagaimana Tidak ditekuk-tekuk Mbak, pagi buta banget anak-anak sudah membuat keributan." jawab Aisyah.


"Ya seperti itulah anak-anak Aisyah, mereka selalu membuat keributan tapi kalau tidak ada mereka suasana rumah jadi sepi." ucap Kikan yang membuat Aisyah menganggukkan kepalanya.


"Kau benar Mbak, mereka adalah sumber inspirasi juga sumber kericuhan yang membuat setiap pagi kami selalu bertengkar mulut." jawab Aisyah.


"Sudah sudah lebih baik kita melihat dan mengawasi si wanita lintah darat yang sudah bekerja di sini, Apakah kau tidak tahu kemarin wanita itu dengan sengaja mendekati Jonathan loh..." ucap Kikan.


"Benarkah Mbak." Jawab Aisyah dengan nada yang begitu heboh.


** bersambung **