MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Kekasih Syahila


"Tidak apa-apa cuma melihat-lihat saja." jawab Emilia yang kemudian memesan makanan.


Sebuah senyum terukir di bibir Emilia, saat dirinya menemukan sosok pria yang dulu menolongnya.


Sebuah tatapan mata yang terus ditunjukkan oleh Emilia kepada seorang pria, Bagus.. seorang pria yang benar-benar menyukai Syahila sekaligus menyukai Emilia, pria itu tidak tahu kalau sekarang yang berada di depannya bukanlah Syahila melainkan Emilia.


2 bocah itu benar-benar membuat bagus seperti akan melakukan sebuah permainan yang sangat menyakitkan, dengan sengaja Emilia akan membuat bagus menjadi seorang pria brengsek yang akan mengerti apa itu namanya di permainkan. dengan beraninya Bagus mempermainkan Emilia dan Syahila. pria itu memberikan surat bahkan kado kepada dua gadis sekaligus.


"Setelah aku berkencan dengan Syahila aku akan bekerja dengan Emilia. disetelah itu aku akan terlihat siapa dari kedua gadis ini yang pantas menjadi pacarku." ucap Bagus dalam hati sambil menatap wajah cantik gadis yang ada di depannya.


"Apa yang sedang kau pikirkan Bagus?" tanya Emilia kepada Bagus.


"Tidak ada Syahila, aku hanya sedang memandang wajahmu yang cantik." jawab Bagus.


"Dasar bodoh, berani-beraninya kau membohongiku dan saudara kembarku. lihat saja setelah ini kau akan tahu bagaimana rasanya dipermalukan di depan khalayak umum." guman Emilia dalam hati.


Dengan begitu pedenya Bagus mengira kalau rencananya telah berjalan sesuai dengan apa yang dia harapkan, Bagus benar-benar merencanakan akan melakukan kencan bergantian dengan Emilia dan Syahila. sedangkan kedua gadis kembar itu sudah mengetahui rencana Bagus terlebih dahulu.


Hari ini dengan sengaja Bagus sudah mengajak Syahila, Ternyata Gadis itu bukanlah Syahila melainkan Emilia. Bagus mengajak teman-temannya ke pusat perbelanjaan itu agar para teman-temannya tahu kalau dirinya sedang bermain-main dengan seorang wanita. padahal dirinya lah yang hari ini akan dipermainkan oleh Syahila dan Emilia.


Tak berselang lama mereka berjalan-jalan di pusat perbelanjaan itu, akhirnya Syahila sudah datang bersama dengan seorang pria yang tak lain adalah kekasihnya. Gadis itu sengaja mendatangi Bagus dan Emilia yang ada di pusat perbelanjaan itu.


"Hai Emilia!!" seru Syahila yang menyapa saudara kembarnya. tentu saja Dodi pacar Syahila mengetahui kalau kekasihnya itu akan melakukan sesuatu kepada seorang pria yang ada di depannya. karena Syahila dan Emilia sudah menceritakan semua kejadian yang mereka alami.


Memang sering sekali para pria dengan sengaja ingin bermain-main dengan si kembar, namun mereka tidak akan tahu bagaimana sifat asli dari si kembar tersebut.


"Hai Syahila, kau juga sedang kencan di sini?" tanya Emilia kepada Syahila.


"Tentu Tadi aku diajak oleh Dodi jalan-jalan ke tempat ini, kau tahu sendiri kan dia baru bisa libur kerja karena dia terus-menerus melakukan semua pekerjaan di perusahaan Papanya." jawab Syahila yang dengan sengaja memanas-manasi Bagus.


"Senang melihatmu di sini Dodi, benar apa yang dikatakan Syahila.. Kau jarang sekali libur kerja hingga membuat saudara ku itu sering mendapatkan hadiah dari pria lain!" seru Emilia yang membuat Dodi menatap kekasihnya tersebut.


"Apakah benar sayang, lalu pria mana yang berani melakukan hal itu padaku. apa dia tidak tahu kalau siapapun yang berani mendekati kekasihku walaupun dia anak seorang konglomerat akan ku tantang Dia berkelahi di sini sekarang juga." Jawab Dodi yang membuat nyali Bagus langsung menciut.


"Kau sedang bersama siapa Emilia?" tanya Dodi kepada ada saudara kembar kekasihnya tersebut.


"Aku sedang yang bersama dengan pria ini." jawab Emilia.


"Kalau begitu aku boleh bergabung tidak, karena dari tadi saudaramu ini mengajakku terus berjalan jalan. padahal niat hatiku itu ingin membelikan dia cincin pertunangan malah dia mengajakku keliling-keliling sampai kakiku capek." ucap Dodi yang kemudian duduk bersama dengan saudara kembar kekasihnya.


Tak berselang lama Syahila menarik kera baju Emilia.


"Bagaimana, apakah dia berbuat macam-macam padamu?" tanya Syahila kepada Emilia.


Tentu saja Emilia tersenyum kepada saudara kembarnya itu, karena pria mana yang berani menyentuh si kembar tersebut karena mereka berdua memang sangat jago karate, karena Mereka ingin menjaga diri mereka sendiri.


** bersambung **