
2 bulan kemudian.
perkenalan anak-anak dari Aisyah dan Mahfud.
Malik Aditya Adiyaksa👉 4 tahun
Yusuf Aditya Adiyaksa👉 4 tahun
Emiliana Aditya Adiyaksa👉 4 tahun
Syahila Aditya Adiyaksa👉 4 tahun
anak-anak Kikan dan Firdaus
Keanu Faiz Syah👉 13 tahun
Ramira kinata Syah👉 11 tahun
Anak Jonathan dan Amelia
Rizky Aditya👉 1,5 tahun
itu adalah nama anak-anak dari 3 keluarga yang terkadang menyebalkan.
Hari ini sekolah yang ada di rumah sakit itu telah dibuka, Jonathan, Mahfud dan Firdaus serta beberapa Dokter membuka sekolah yang ada ada di rumah sakit.
Dokter Syah telah membuka sekolah yang ada di rumah sakit. begitu banyak orang yang mendaftar kan anak mereka masuk sekolah Rumah sakit. Dokter Syah tentu saja apalagi fasilitas di tempat tersebut begitu mewah dan sangat terjamin. Dokter Syah memberikan keringanan bahkan gratis bagi orang yang tidak mampu. Hal itu membuat sekolah yang berada tidak jauh dari rumah sakit itu langsung dipenuhi oleh para murid baru sekolah yang berlantai 5.
Bangunan itu adalah sekolah yang begitu luar biasa, sebenarnya bangunan itu akan dijadikan tempat khusus bagi karyawan yang ada di rumah sakit. namun pendidikan adalah yang paling utama, itu adalah saran dari Firdaus dan Mahfud. apalagi Jonathan juga menyetujui nya, jadi dokter mengalihkan bangunan itu menjadi di sebuah sekolah, sedangkan Jonathan telah membangun sebuah Tempat khusus untuk para pekerja rumah sakit jika mereka pulang malam.
Tatapan mata para ibu-ibu yang ada disana menatap tiga hot father yang sangat menyilaukan mata mereka, tentu saja Jonathan, Mahfud and Firdaus. 3 pria yang sangat kaya juga sangat tampan.
"Lihat-lihat.. itu ibu-ibu matanya pada ke mana." ucap Kikan kepada Lia dan Aisyah.
"Memangnya ada apa Mbak?" tanya Aisyah kepada Kikan.
"Apa kamu tidak lihat, tuh mata para ibu-ibu itu melihat ketiga suami kita." ucap Kikan yang membuat Lia mengikuti arah pandangan Kikan. tentu saja Lia juga sangat terkejut, bahkan para ibu-ibu itu dengan sengaja langsung menempel kepada 3 hot father itu.
Tentu saja Kikan yang melihat hal itu, wanita itu tidak diam saja. dia melangkahkan kakinya Ke tempat sang suami dan menyingkirkan para wanita yang sedang menempel di suaminya.
"Baiklah Nyonya, silakan Anda mengantri untuk mendaftar di sekolah ini. antriannya bukan di sini tuh di sana di lobi pendaftaran!!" seru Kikan yang menggunakan pengeras suara. para ibu-ibu yang melihat hal itu mereka langsung berhamburan karena melihat ekspresi yang menakutkan ditunjukkan oleh Kikan.
"Berani-beraninya kalian melakukan hal itu di depan istri kalian! apa kalian tidak mau hidup!" seru Kikan sambil menunjuk ketiga pria yang ada dihadapannya.
Sedangkan Dokter Syah.. terlihat pria itu hanya tersenyum menatap kelakuan menantunya, karena Dokter Syah sangat tahu kalau Kikan adalah tipe wanita yang sangat pencemburu.
"Bukan maksud kami melakukan hal itu, Lihatlah para ibu-ibu itu langsung menempel pada kami. sedangkan kami tidak bisa membuka kerumunan mereka." jawab Jonathan.
"Itu hanya alasanmu, Lihatlah aku dengan mudahnya membuka kerumunan para ibu-ibu itu dengan sangat mudahnya!" seru Kikan yang membuat Jonathan langsung menutup mulutnya. sesaat kemudian Aisyah dan pria mendatangi suaminya sembari menggerakkan kedua alisnya.
"Benar Mbak Kikan, kelihatannya para suami kita ini mau main-main sama kita. mereka belum tahu siapa kita sebenarnya!" seru Aisyah sambil melotot kepada Mahfud dan yang lain.
"Ternyata Istriku kalau seperti ini menakutkan juga." ucap Mahfud dalam hati sambil menatap sang istri.
Kita sedikit cerita mengenai keadaan Dokter Sarah, wanita itu sekarang mengalami gangguan jiwa. Karena telah di tangkap oleh ayahnya sendiri, Dokter Ilyas benar-benar tidak ingin anaknya membuat kehancuran bagi rumah tangga orang lain.
"Aaaa...!!"suara teriakan Dokter Sarah yang begitu keras saat dirinya sudah masuk ke dalam rumah sakit jiwa.
Sudah 3 tahun lebih wanita itu berada di sana, Dokter Ilyas memang sengaja melakukan hal itu untuk membuat putrinya intropeksi diri. seorang wanita yang begitu berambisi untuk memiliki suami wanita lain.
"Suatu saat aku pasti akan membalas dendamku!!" seru Dokter Sarah. wanita itu masih mengingat dengan benar semua yang telah dilakukan ayahnya. bahkan rencananya dengan Brian pun harus gagal karena Dokter Ilyas tiba-tiba muncul dan menangkap putrinya.
Selama 3 bulan Dokter Sarah dimasukkan ke penjara, wanita itu sedikit demi sedikit mulai depresi. Hal itu membuat Dokter Ilyas memasukkan putrinya ke rumah sakit jiwa agar seluruh rencana nya tidak terlaksana. sedangkan Brian... ternyata pria itu kabur entah kemana, hingga sekarang belum ada yang tahu keberadaan Brian. seorang pria yang benar-benar begitu misterius.
Entah Dimana keberadaan Brian, Tapi pria itu sangat yakin suatu saat dia akan menghancurkan kehidupan Mahfud dan merampas seluruh kebahagiaannya. yaitu istri dan anaknya, Brian benar-benar begitu menaruh dendam kepada saudara kembarnya hingga pria itu sanggup melakukan apapun agar dirinya bisa menghancurkan kebahagiaan Mahfud.
** bersambung **