
"Nyonya, nyonya!!" seru salah satu pembantu yang ada di rumah Aisyah.
"Ada apa sih Bik, dari tadi berteriak-teriak terus!!" seru Aisyah.
"Ini lo Nyonya, di luar rumah banyak banget barang bertumpukan." jawab pembantu.
"Memangnya barang siapa, Apakah anak-anak membeli barang online?" tanya Aisyah.
"Tidak tahu Nyonya, tapi barangnya banyak banget." jawab pembantu Aisyah.
"Lalu barang-barang Siapa?" tanya Aisyah kembali.
"Tidak tahu Nyonya, sebaiknya Nyonya ikut saya keluar Biar Nyonya tahu." jawab pembantu yang kemudian diikuti Aisyah.
Tatapan mata Aisyah sangat terkejut saat di luar rumahnya sudah bertumpuk kado yang sangat banyak.
"Panggil para pembantu yang lain dan penjaga gerbang, suruh mereka semua kemari dan suruh gerbangnya dikunci saja!" seru Aisyah yang kemudian membuat para pekerja yang ada di rumah Aisyah langsung berhamburan
Sekitar 10 menit kemudian
Akhirnya mereka semua sudah berkumpul di dalam rumah tersebut.
"Ini barang milik siapa sih..pagi buta gini udah nangkring di sini?" Aisyah yang kemudian meminta penjelasan kepada penjaga gerbang.
karena tidak mungkin barang-barang ini bisa melewati gerbang rumahnya.
"Siapa yang mengirimkan ini semua?" tanya Aisyah tidak tahu Nyonya, tadi saya membawanya ke sini semuanya. saya sampai bingung di luar gebang banyak banget lo barang-barangnya, bahkan saya sampai kewalahan membawanya." jawab Aisyah.
"Tolong bangunkan kelima anakku dan suruh ke mari, bilang tidak usah mandi dahulu karena hari ini hari libur." jawab Aisyah yang membuat beberapa pembantu langsung berlari ke kamar anak-anak Aisyah.
Memang karena kelima anak Aisyah memilih kamar sendiri-sendiri, mereka tidak ingin privasi mereka diganggu oleh saudara kembarnya yang lain.
Sekitar 15 menit kemudian kelima anak Aisyah sudah turun ke bawah.
"Ada apa Mam?" tanya anak-anak Aisyah.
"Sini ini barang punya siapa?" tanya Aisyah sambil menunjuk kado yang begitu banyak.
"Ya.. mana kami tahu Mam, kami aja tidur masa kami dituduh membawa barang sebanyak itu." jawab Malik dan Yusuf
"Ini pasti ulah parah cewek yang suka memberi kalian hadiah!" tuduh Aisyah kepada 2 anak kembarnya.
"Kami sungguh-sungguh tidak tahu Mam, jangan menuduh kami seperti itu dong Mam!" seru Malik yang membuat Aisyah menghela nafasnya.
"Emilia, Syahila sekarang katakan ini kado dari siapa?!" seru Aisyah kepada putri kembarnya
"Kami tidak tahu Mam." jawab Emilia dan Syahila.
Sesaat kemudian tanpa ditanya Raditya langsung mengangkat kedua tangannya.
"Raditya juga tidak tahu Mam." jawab Raditya Kamu kan belum ditanya sama Mama nya.
"Kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya Aisyah.
"Sekarang kalian semua buka kado ini, cepat!" seru Aisyah.
Akhirnya para pembantu yang ada di rumah Aisyah dan anak-anak Aisyah membuka kado yang begitu banyak, bahkan bisa dibilang kartu itu berjumlah begitu banyak hingga membuat Aisyah menepuk jidatnya.
"Bisa-bisa rumahku jadi toko souvenir." ucap Aisyah yang kemudian berlalu ke dapur untuk mengambil air minum. Mahfud baru turun dari kamarnya, pria itu menatap istrinya yang dari tadi di menghela nafasnya begitu kasar.
"Ada apa Sayang?" tanya Mahfud.
"Kau sudah bangun sayang?" tanya Aisyah.
"Sudah, Memangnya ada apa?" tanya tanya Mahfud kembali.
"Tidak apa-apa." jawab Aisyah.
"Dari tadi kau kelihatannya marah, Memangnya kenapa?" tanya Mahfud.
"Mas sini ikut, biar kau tahu." jawab Aisyah.
"Beberapa hari lagi kita akan membuka toko souvenir lo sayang." ucap Aisyah.
"Memangnya kamu mau berganti bisnis yang lain sayang?" tanya Mahfud.
"Tentu saja, Bahkan toko souvenir ku itu akan menjadi toko souvenir gratis loh..." jawab Aisyah.
"Memangnya ada toko souvenir gratis?" tanya Mahfud yang kebingungan.
"Ini minum dulu kopinya, setelah itu kau jangan kaget." jawab Aisyah yang kemudian mengajak suaminya ke ruang tamu.
"Mereka sedang melakukan apa Sayang?" tanya Mahfud yang sangat terkejut saat melihat para pekerja yang ada di rumahnya sudah berkumpul di ruang tamu.
"Maka dari itu aku sudah bilang kan Jangan sampai kau terkejut, duduk manis lalu lihat." jawab Aisyah yang kemudian menarik tangan Mahfud untuk duduk di ruang tamu.
Tatapan mata si kembar dan Raditya sangat terkejut saat pekerja dan anaknya sudah berada di ruang tamu.
"Mati kita, pasti Papa bakal marah." ucap Syahila dan Emilia.
"Kenapa Papa bangun pagi-pagi begini?" tanya Yusuf dan Malik.
"Mana aku tahu." jawab Syahila.
"Ini punya siapa sayang?!" seru Mahfud.
"Aku kan sudah bilang beberapa hari ini kita akan mempunyai toko souvenir gratis loh, Oh ya tolong kalian ngambil barang-barang yang ada di gudang lantai atas, bawa ke sini semuanya. kalian jangan cuma berdua kalian tidak akan bisa membawanya turun ke sini!" seru Aisyah yang membuat Mahfud kebingungan.
"Memangnya ini punya siapa?" tanya Mahfud kepada istrinya.
"Sudah jangan banyak bicara sayang, setelah ini kau akan tahu." jawab Aisyah yang kemudian meminum jus jeruk yang tadi dia buat.
** bersambung **