
1 tahun kemudian
Sekarang si kembar sudah masuk SMA, keempat anak-anak Aisyah didaftarkan oleh Papa mereka ke sekolah yang berbeda, walaupun satu sekolah mereka akan berbeda kelas karena mereka harus mengejar keunggulan mereka masing-masing.
Emilia dan Syahila masuk ke jurusan yang berbeda, jurusan boga dan jurusan desainer. sedangkan Yusuf dan Malik pria itu memasukkan kedua anaknya ke sekolah SMA jurusan IPA yang ada di rumah sakit.
Yusuf dan Malik benar-benar sangat terkenal di kalangan para pelajar SMA, bahkan dua kembar itu sering sekali mendapatkan hadiah dari para gadis.
"Kau tau Yusuf, aku benar-benar harus merasakan sakit kepala karena para wanita itu selalu menggangguku. sedangkan Papa selalu mengancam kita, jika kita tidak bisa mendapatkan nilai yang bagus dan tidak lulus dari sekolah kedokteran, maka papa akan mengambil semua tunjangan yang telah Papa berikan kepada kita." ucap Yusuf.
"Kau benar Yusuf, kelihatannya hidup kita sudah terancam." jawab Malik.
"Oh ya, apakah kau tahu salah satu Putri dokter yang ada di rumah sakit ini anaknya sangat cantik loh..." ucap Yusuf.
"Benarkah?" tanya Malik.
"Benar, bahkan wajahnya sangat mirip wajah Mama." jawab Yusuf.
"Memangnya kau mau berkencan dengannya?" tanya Malik.
"Aku kan sudah bilang, kalau sampai Papa mengetahui kita pacaran dan membuat nilai kita hancur.. maka Papa tidak akan segan-segan mengambil semua fasilitas yang sudah Papa berikan pada kita!" seru Yusuf yang membuat Malik ikut menghela nafasnya dengan begitu kasar.
"Papa benar-benar ingin menjadikan kita seorang Dokter, Lihatlah sekarang bahkan terkadang aku Aku tidak terlalu mengerti dengan semua pelajaran IPA." ucap Malik.
"Kau benar, aku benar-benar sangat pusing." jawab Yusuf.
"kalau seperti ini kita harus terus mempelajari mengenai ilmu pengetahuan alam dan biologi bisa-bisa kepalaku akan pecah menjadi dua seru Malik.
"Kemarin kau ditemui senior, Memangnya ada apa?" tanya Yusuf kepada Malik.
"Masa wanita itu mengatakan cinta padaku." jawab Malik.
"Benar kah?" tanya Yusuf.
"Memangnya Kenapa?" jawab Malik.
"Lalu apa yang dikatakan lagi padamu?" tanya Yusuf.
"Ya tentu saja aku tidak mau kalau sampai Papa tahu kita pacaran, bisa-bisa semua fasilitas yang ada di tangan kita akan dicabut." jawab Malik.
"Kau benar, bahkan kemarin aku juga mendapatkan beberapa kado dari para wanita. sayang sekali aku harus menyembunyikan kado-kado itu di kamar Raditya." jawab Yusuf. di sela pembicaraan Mereka terlihat Aisyah dari tadi sudah mendengarkan dua putra kembarnya itu mengoceh tidak karuan.
"Kalian sedang apa?" tanya Aisyah yang sudah keluar dari tempat persembunyiannya.
"Mama, dari tadi Mama mencuri dengar pembicaraan kami ya!" seru Yusuf dan Malik.
"Siapa bilang Mama mencuri dengar pembicaraan kalian, bahkan perkataan kalian itu terlalu keras hingga membuat Mama harus menghentikan langkah kaki Mama." jawab Aisyah.
Sesaat kemudian Aisyah duduk di antara dua putra kembarnya itu.
"Memangnya ada apa?" tanya Aisyah.
"Apakah Papa mengancam kalian lagi?" tanya Aisyah.
Yusuf dan Malik menganggukkan kepalanya.
"Lalu?" tanya Aisyah
"Kami tidak terlalu suka dengan sekolah yang dipilih oleh papa, Ma.." ucap Yusuf.
"Memangnya kenapa?" tanya Aisyah.
"Mama tahu kan kalau kami tidak terlalu suka menjadi Dokter." jawab Malik.
"Apakah kalian tahu, perjuangan papa saat menjadi Dokter tanpa memperjuangkan segala hidupnya untuk menolong orang dan mengabdikan dirinya untuk kesembuhan orang lain. Papa berharap kalian seperti Papa, karena Papa ingin kalian menjadi seseorang yang berguna dan menjadikan diri kalian menjadi pria yang mempunyai wibawa. mungkin pengusaha adalah salah satu profesi yang sangat membanggakan." ucap Aisyah.
Yusuf dan Malik menatap seorang wanita yang selalu dengan sabar menuntun anak-anaknya, menenangkan saat mereka terluka.
"Apakah Mama menyukai pekerjaan yang Mama lakukan sekarang?" tanya Yusuf.
Aisyah menganggukkan kepalanya.
"Segala sesuatu pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati juga dengan ketulusan, maka pekerjaan seberat apapun akan menjadi ringan. seperti kalian yang diminta Papa untuk menjadi Dokter, Papa ingin melihat kalian menjadi seorang pria yang penuh wibawa, menjadi Dokter adalah pekerjaan yang begitu membanggakan. menolong seseorang ketika orang itu sembuh hati seorang Dokter akan begitu bahagia karena dia telah menolong orang tersebut." jawab Aisyah.
Tatapan mata Malik dan Yusuf menatap Mamanya.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Aisyah.
"Memangnya ada apa Ma?" tanya Yusuf.
"Apa yang kalian sembunyikan?" tanya Aisyah.
"Kami tidak menyembunyikan apa-apa Ma." jawab Malik.
"Lalu kertas-kertas itu, kertas-kertas apa?" tanya Aisyah ke dua anak kembarnya.
Seketika Malik dan Yusuf tidak bisa menghindar lagi ketika Mamanya sudah melihat beberapa surat yang dikirimkan oleh para gadis yang ada di sekolahnya.
Aisyah menyodorkan tangannya, wanita itu meminta surat-surat yang dibawa oleh ke dua putranya.
Seketika Aisyah tersenyum saat membaca beberapa surat dari para gadis untuk kedua putranya.
"Kenapa kalian harus menyembunyikannya?" tanya Aisyah.
"Kami takut Papa akan marah." jawab Malik.
"Kalian boleh berpacaran, tapi tidak boleh melebihi batas. jika Papa marah kepada kalian nanti mama yang bakal bicara sama Papa." ucap Aisyah yang membuat Malik dan Yusuf tersenyum. karena ternyata Mamanya tidak sekaku papanya yang selalu memarahi mereka jika mereka mendapatkan surat-surat dari para wanita.
** bersambung **