MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Berita dari Brian


Lima hari telah berlalu, sekarang Aisyah dan sang suami kembali pada rutinitas nya.


"Pagi Aisyah!!" seru Kikan.


"Pagi Mbak." jawab Aisyah.


"Oya, yang mbak dengar... katanya kemarin kalian habis jalan-jalan ke pulau Bali ya?" tanya Kikan.


"Ya mbak, liburan dadakan.." jawab Aisyah.


"Kok mukamu di tekuk-tekuk gitu..apa kamu gak senang kemarin habis liburan?" tanya Kikan.


"Senang si senang mbak..yang bikin kesel itu, aku maunya liburan berdua sama mas Mahfud aja.." jawab Aisyah.


"Pasti liburan kemarin ada yang membuatmu kesal ya?" tanya Kikan.


"Tentu saja kesal Mbak, Masa enak-enakan berduaan habis itu diganggu terus sama anak-anak.. siapa yang enggak kesal." jawab Aisyah.


"Kalau gitu kapan-kapan kita berlibur berempat aja yuk, kita pisah tempat gitu aja.." ucap Kikan.


"Benar juga Mbak, kita liburan berempat aja ke tempat yang sangat jauh.. biar nggak diganggu sama anak-anak, anak mbak Kikan sama anakku kan sukanya mengganggu suasana romantis kita." ucap Aisyah sambil cemberut.


"Kau benar Aisyah, bukannya mereka sudah dewasa mencari kehidupan sendiri-sendiri malah mereka terus saja membuat keinginanku untuk berdua dengan Mas Firdaus selalu gagal." gerutu Kikan. suara perdebatan kedua orang itu terkadang sangat melelahkan, namun terkadang juga perdebatan-perdebatan yang mereka bicarakan itu membuat Aisyah dan Kikan nampak seperti seorang wanita yang sedang bertengkar dengan anak-anaknya.


"Oh ya Aisyah, kemarin aku mendapat kabar mengenai Brian. Apakah kau sudah tahu?" tanya Kikan kepada Aisyah.


"Memangnya ada apa Mbak?" tanya Aisyah balik.


"Yang aku dengar dari pihak kepolisian kalau Brian mencoba bunuh diri di dalam sel penjara." jawab Kikan.


"Apa benar Mbak?" tanya Aisyah yang sangat terkejut. dia tidak pernah mengira Kalau saudara kembar suaminya itu akan nekat untuk mengakhiri nyawanya karena terus merasa depresi berada di dalam penjara.


"Hukuman di atas 10 tahun itu tidak ringan Aisyah, Iqbal saja yang mendapatkan hukuman di atas 10 tahun dia harus melewati setiap hari dengan penuh kepahitan. sedangkan Brian pria itu dihukum selama 20 tahun penjara. Mungkin dia mengalami depresi yang sangat berat." ucap Kikan.


"Mungkin saja Mbak.." Jawab Aisyah.


"Seharusnya masa hukuman Brian Masih sekitar 5 atau 7 tahun lagi, jika dia menyianyiakan waktunya seperti itu mungkin saja dia tidak akan pernah keluar dengan cepat. Iqbal saja mendapatkan remisi sampai 3 tahun karena berkelakuan baik, apalagi sering menolong para petugas di dalam lapas.." ucap Kikan.


"Katanya pihak kepolisian Brian akan dibawa kemari, karena pria itu dalam kondisi mental yang sedikit terganggu karena semua kelakuan buruk nya yang ada di dalam penjara." jawab Kikan.


"Entahlah Mbak, apakah mas Firdaus sudah mendengar masalah ini?" tanya Aisyah.


"Mungkin sudah." jawab Kikan.


"Apakah mungkin bagi Brian untuk berubah seperti Iqbal?" tanya Aisyah.


"Entahlah, obsesi yang di miliki oleh Brian padamu benar-benar menakutkan." ucap Kikan sambil menghela nafasnya secara kasar.


"Mungkin itu karena dia adalah seorang pria yang kekurangan kasih sayang.." ucap Aisyah.


"Kemungkinan besar suamiku membiarkan Dian dirawat di sini atau mungkin juga Suamimu masih merasakan ketakutan karena sudah berapa kali saudara kembarnya itu mencoba untuk menghabisinya." ucap Kikan.


"Entah lambat namun yang aku tahu sifat Brian adalah sifat seorang pria yang sangat kasar, kemungkinan besar dia tidak akan mungkin bisa kembali menjadi pria yang baik." ucap Aisyah. di sela pembicaraan mereka berdua terlihat Malik sudah berada di dalam ruangan ibunya.


"Hai Mam, apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Malik.


"Kami sedang membicarakan pamanmu, Paman Brian." jawab Aisyah.


"Memangnya apa yang yang terjadi dengan pria itu?" tanya Malik.


"Entahlah, katanya dia mengalami depresi dan harus dirawat di salah satu rumah sakit. pihak kepolisian memberikan tanggung jawab kepada Rumah Sakit kita." jawab Aisyah.


"Apakah pria itu sudah berubah Mam?" tanya Malik.


"Aku tidak tahu Sayang," jawab Aisyah.


"Apakah kau masih takut dia akan mencelakai kedua orang tuamu?" tanya Kikan kepada Malik.


"Tentu saja Tante, aku tidak akan membiarkan pria itu mencelakai kedua orang tua ku." jawab Malik.


** bersambung **