MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Diam-diam suka



"Mukamu Kenapa bro, kelihatannya belum disetrika sama sekali." canda Firdaus kepada Jonathan.


"Kau Jangan datang-datang Malah membuat pikiranku semakin panas." jawab Jonathan yang membuat Firdaus menepuk punggung pria itu.


"Maka dari itu bro, urus surat perceraian itu. setelah itu menikahi Aisyah." ucap Firdaus yang membuat Jonathan menatap pria itu.


"Memangnya kenapa kau menatapku seperti itu, Apakah kau tidak mencintai gadis itu?" tanya Firdaus.


"Entahlah, aku masih bingung dengan perasaanku ini." jawab Jonathan.


"Semakin lama kau berfikir Gadis itu akan direbut oleh Dokter Mahfud yang selalu diam-diam datang ke perusahaan ini." jawab Firdaus yang membuat Jonathan hanya memicingkan sebelah bibirnya.


"Kalau kau masih mencintai istrimu, Lebih baik kau tidak usah mengharapkan cinta Aisyah. namun jika kau mencintai Aisyah segera kau urus surat perceraian itu dan katakan mengenai statusmu pada Aisyah." ucap Firdaus kepada Jonathan. Jonathan terlihat diam saja pria itu hanya menghela nafasnya sekali-kali.


"Jangan sampai saat kau dan Aisyah sama-sama saling mencintai, tiba-tiba wanita murahan itu datang dan merusak seluruh kebahagiaanmu, aku yakin Aisyah akan lari terbirit-birit saat melihat dan mengetahui statusmu yang tidak tahu kebenarannya itu." ucap Firdaus kembali.


Terlihat pria itu berusaha untuk meyakinkan sahabatnya agar melupakan istrinya yang telah pergi tanpa diketahui di mana keberadaannya.


Di suatu tempat, terlihat seorang wanita dengan riasan wajah yang begitu menor bahkan pakainya begitu seksi. bisa dibilang begitu minim sehingga tidak bisa menutupi area sensitifnya dan bagian dadanya.


"Terus John...berikan aku seranganku yang paling hebat!!" seru Shamila yang sedang bercinta dengan John.


Arg....


Erangan panjang yang tidak bisa menuntaskan hasrat seorang pria.


"Maaf sayang, mulai sekarang aku tidak mau bersamamu. tubuhmu itu sudah sangat menjijikkan, bahkan tidak ada kenikmatan yang aku rasakan saat kita bercinta." ucap seorang pria kepada wanita yang ternyata istri dari Jonathan, Shamila.


"Dasar brengsek, kau hanya terus mencumbuku tanpa memberikan aku status pernikahan!" seru Shamila kepada pria yang bernama John.


"Tentu saja aku hanya mau bercinta denganmu, sudah 5 tahun ini kita bersama dan saling mencari kepuasan satu sama lain. bahkan aku telah memberikanmu uang yang begitu banyak!" ucap John kepada Shamila.


"Kau benar-benar pria brengsek!" seru Shamila yang berusaha untuk memukul wajah John dengan sesuatu.


"Kalau kau berusaha untuk melukai ku, Akan kutuntut kau hingga kau masuk penjara!" seru John kepada Shamila.


"kau benar-benar pria brengsek, John!" seru Shamila yang tak memakai pakaian sama sekali.


"Tapi aku belum merasakan nya, John." manja Shamila yang telah meraba area sensitif John.


"Pergilah cari pria yang lebih nikmat daripada aku, karena aku sudah tidak Sudi untuk menerima wanita yang sudah tidak ada kenikmatan sama sekali!" seru John yang kemudian meninggalkan Shamila.


Shamila selalu bersenang-senang bersama John semenjak 5 tahun yang lalu, bahkan pria itu selalu memberikan uang yang begitu banyak kepada Shamila. agar wanita itu bisa memuaskan hasratnya yang selalu meluap-luap.


"Aku tidak mau jatuh miskin dan Aku tidak mau menjadi wanita gelandangan jika seluruh kekayaan ku telah habis!" seru Shamila yang kemudian duduk di rumah yang telah diberikan oleh John.


Terlihat wanita itu menghela nafasnya sembari membakar salah satu rokok dan menghisapnya.


"Aaku harus mencari pria lain, karena aku tidak bisa hidup tanpa pria sama sekali." ucap Shamila yang kemudian meneguk segelas minuman beralkohol.


Shamila merupakan wanita yang mempunyai kelainan ****, wanita itu tidak bisa hidup tanpa bercinta dengan seorang pria satu hari pun. karena itu Shamila selalu mencari kesenangan di klub malam untuk memuaskan seluruh hasratnya.


"Dasar pria brengsek, dia meninggalkanku saat aku belum merasakan kenikmatan sama sekali." ucap Shamila yang kemudian memakai bajunya dan pergi ke sebuah klub Malam untuk mencari pria perkasa yang mau menidurinya.


Terlihat di suatu tempat seorang gadis sedang terduduk sambil tidur di ruang kantornya, Jonathan memasuki kantor Kikan, terlihat wanita itu tidak ada disana, yang dia temui malah Aisyah sedang tertidur di kursi. Jonathan menatap Gadis itu wajahnya tersenyum sembari mengulurkan tangannya.


"Hatiku selalu berdebar saat menatapmu, Entah mengapa aku tidak bisa mengungkapkan perasaan ini padamu." ucap Jonathan sambil mengelus wajah Aisyah. terlihat pria itu terus menatap wajah Aisyah yang sangat cantik, seorang gadis muda yang umurnya terpaut sangat jauh dengan dirinya.


Kikan ingin memasuki kantornya, namun langkah kakinya tidak jadi dia lanjutkan saat melihat dari balik pintu kantornya Jonathan sedang duduk di depan Aisyah yang sedang tertidur di kursi.


"Dasar pria bodoh, kalau kau menyukai Gadis itu Mengapa kau tidak mau melepaskan wanita murahan itu." guman Kikan dalam hati saat melihat Jonathan terus mengelus pipi Aisyah.


Tak lama kemudian terlihat pergerakan Aisyah, Gadis itu mengelihat hingga membuat Jonathan langsung gelagapan dan menjauhkan dirinya dari meja tempat kerja Aisyah.


"Kau sudah bangun." ucap Jonathan yang sudah menjaga jarak lumayan jauh dan berpura-pura baru masuk dari pintu kantor Kikan.


"Mas Nathan." ucap Aisyah yang kemudian tersenyum saat melihat Jonathan.


"Kelihatannya Kau sangat letih sekali ya, hingga tidak mendengar saat aku masuk ke kantor." ucap Jonathan yang membuat wajah Aisyah tersipu malu.


"Maaf Mas, kemarin aku dan Mbak Kikan lembur sampai malam. jadi sekarang aku sedikit kecapean." jawab Aisyah yang kemudian keluar ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


** bersambung **