
Brian atau yang harus dikenal dengan nama Husein. seorang pengusaha kaya yang berasal dari Jepang, tentu saja Aisyah dan yang lain tidak dak menyadari kalau pria itu adalah Brian. wajah dan seluruh logat dari pria itu benar-benar sangat berbeda, pria itu benar-benar mampu membohongi orang-orang yang ada di rumah sakit.
Hari ini Brian datang ke rumah sakit karena pria itu sedang melakukan pendataan pada beberapa mahasiswa kedokteran.
"Aisyah!" seru Husein atau Brian.
*kita panggil nama Brian yang sekarang berubah menjadi Husein.*
"Pak Husein ada apa?" tanya Aisyah kepada Husein.
"Kau sedang apa?" tanya Husein kembali.
"Saya sama Mbak Kikan lagi mengerjakan beberapa proposal Rumah sakit, Pak. Memangnya ada apa?" tanya Aisyah.
"Bisakah kalian berdua ikut denganku." pinta Husein kepada kedua wanita yang ada di depannya.
"Memangnya ada apa Pak?" tanya Kikan.
"Aku hanya ingin berkeliling di rumah sakit ini, kalian tahu kan beberapa sekolah jurusan kedokteran meminta beberapa siswanya untuk magang di rumah sakit ini, apalagi rumah sakit ini kan sudah terkenal karena fasilitas dan para Dokternya yang mempunyai kemampuan yang hebat." ucap Husein.
"Pak Husein mau kemana?" tanya Mahfud yang mendatangi Husein yang sedang berbicara dengan istrinya dan Kikan.
"Hai Mahfud, Aku hanya ingin mengajak kedua wanita ini berkeliling ke rumah sakit. karena beberapa hari ini akan ada banyak mahasiswa kedokteran yang akan melakukan melakukan praktek kerja di tempat kita." jawab Husein.
"Kenapa anda tidak meminta aku atau dokter Firdaus saja yang menemani anda?" tanya Mahfud.
"Tentu saja aku tidak akan mengajak kalian, karena yang aku lihat kalian benar-benar begitu Itu sibuk dengan operasi dan penyakit para pasien yang sekarang bertambah banyak." jawab Husein yang kemudian mengajak ketiga orang itu untuk duduk bersama di salah satu taman rumah sakit.
Dari hari ke hari Husein selalu mendekati Aisyah dengan segala cara, hingga suatu ketika pria itu meminta anak buahnya untuk memanipulasi kendaraan Mahfud.
Malam ini Mahfud dan Aisyah pulang dari rumah sakit agak malam, karena mereka harus lembur kerja untuk melakukan tugas-tugas mereka.
sebenarnya hari ini Mahfud dan Aisyah sedang melakukan pengecekan di sebuah tempat yang ada di Bandung, di salah satu rumah sakit kecil yang berada di tempat itu. saat berada di perjalanan pulang, tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh sepasang suami-istri itu melaju dengan begitu kencang. di sebuah tikungan yang berada di sebuah belokan, tiba-tiba rem mobil Mahfud tidak berfungsi.
Hal itu membuat Mahfud sangat panik apalagi jalan yang sekarang mereka lalui adalah jalan pegunungan.
"Mas ada apa ini?!" seru Aisyah kepada sang suami.
"Mas hati-hati loh!" seru Aisyah. Wanita itu sangat panik saat mobilnya melaju dengan begitu kencang, apalagi area yang mereka lewati adalah area pegunungan.
"Mas depan itu jurang hati-hati!" seru Aisyah yang bertambah panik. Tak lama kemudian tiba-tiba mobil Mahfud ditabrak oleh mobil lain yang ada di belakang mereka, Hal itu membuat mobil yang ditumpangi Aisyah dan Mahfud tergelincir dan menabrak pohon besar yang ada di tepi jalan.
Brakk..
Mobil Mahfud dan Aisyah langsung menabrak pohon besar itu, Aisyah sudah tidak sadarkan diri. sedangkan Mahfud terlihat begitu banyak mengeluarkan darah,
Seorang pria yang sudah menaiki mobil. Pria itu menghentikan mobilnya, terlihat tatapan matanya menatap mobil saudara kembarnya yang sudah berada di tepi jurang, namun terlihat mobil itu belum masuk ke jurang.
"Kalian jaga mobil ini jangan sampai masuk jurang, aku harus mengambil wanita itu dulu!" seru Husein yang kemudian membuka pintu, terlihat di sana Mahfud sudah tidak sadarkan diri dengan posisi kepala yang mengeluarkan darah dan wajahnya sedikit mengalami benturan.
Husein mengambil Aisyah, wanita itu dengan hati-hati mengangkat tubuh Aisyah dari dalam mobil.
"Sekarang kalian dorong mobil ini sampai masuk jurang!" seru Husein yang memerintahkan anak buahnya untuk mendorong mobil Mahfud agar masuk ke jurang. tentu saja kelima pria itu mendorong mobil Mahfud dan membuat mobil itu benar-benar masuk ke jurang.
Tidak akan ada seorangpun yang akan selamat dari peristiwa itu, apalagi lagi terdengar sebuah ledakan yang begitu keras.
Duarrr..
Seketika mobil Mahfud sudah meluncur ke dalam jurang dan meledak, Aisyah sudah tidak sadarkan diri.
Husein meminta salah satu pria yang ada di kota itu untuk mengaku sebagai penolong Aisyah waktu kecelakaan.
"Aku akan membayarmu dengan uang yang tidak akan kau pikirkan, jadi turuti semua permintaan ku!" seru Husein yang membuat pria itu menganggukkan kepalanya. apalagi uang yang ditawarkan oleh pria itu begitu banyak hingga membuat pria itu akan menjadi pria yang paling kaya yang ada di desanya.
"Baik Tuan, Saya akan melakukan Seperti yang anda inginkan.." jawab si pria tua.
Di sebuah rumah sakit, Aisyah dirawat. tak ada tanda pengenal dan tidak ada di tas yang dibawa oleh Aisyah,
Dua hari kemudian.
Aisyah baru membuka matanya, tatapan mata Aisyah mencari keberadaan sang suami. Dia sedikit ingat mengenai kejadian kecelakaan itu, tentu saja Aisyah mencari suaminya yang tidak ada di samping wanita itu.
** bersambung **