MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Rinduku untukmu


"Mas, halo mas..mas Mahfud, Apakah Mas di sana!" seru Aisyah.


Wanita itu terus menerus berteriak tidak karuan karena suaminya belum mengeluarkan sepatah kata pun, air mata Aisyah terus menetes dan tidak bisa terhenti.


"Mas, Apakah Mas tahu kalau Aisyah mu ini sangat merindukanmu. merindukan suaramu, merindukan canda tawamu. Apakah Mas tahu cintaku ini selalu menunggumu disini bersama anak-anak kita..." ucap Aisyah sambil meneteskan air matanya.


Hati Aisyah begitu sakit, teramat sakit saat suaminya belum mengatakan sesuatu.


Sesaat kemudian terdengar suara Mahfud yang mengehela nafasnya begitu kasar.


"Sayang..." ucap Mahfud. hanya sepatah kata itu membuat jantung mereka berdua nampak berdebar tidak menentu. debaran jantung yang begitu kencang seolah berpacu seperti akan terlepas dari raga mereka berdua.


"Mas, Mas Mahfud!!" seru Aisyah yang mendengar suara suaminya.


Terlihat Wanita itu sudah tidak kuasa menahan air matanya, begitu besar cobaan yang harus dihadapi oleh Aisyah dan Mahfud untuk mencapai kebahagiaan mereka.


"Mas..mas sangat merindukanmu, cintaku." ucap Mahfud yang membuat Aisyah langsung terduduk di lantai. wanita itu menutup mulutnya sembari menangis histeris, rasa rindu yang begitu lama dia tahan terasa hari ini ini tersampaikan.


"Cintaku, Apakah kau baik-baik saja di sana. Aku begitu merindukanmu disini, anak-anak begitu merindukanmu...Apakah kau tidak merindukanku..." ucap Aisyah yang membuat Mahfud tak kuasa untuk menahan air matanya. pria itu terus memegang dadanya karena debaran jantungnya serasa semakin kencang.


Suara seorang wanita yang begitu dia rindukan, suara seorang wanita yang selalu setia menunggunya. suara seorang wanita yang selalu yakin kalau suaminya masih hidup.


"Maafkan mas, jika Mas telah membuatmu menderita." ucap Mahfud. Aisyah menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian wanita itu terus mendekap ponsel yang masih bersuara itu di dadanya, seolah ponsel itu adalah suami yang begitu dia rindukan.


"Mas aku begitu merindukanmu, Aku begitu merindukanmu...." ucap Aisyah yang terus berlinang air mata. Kikan tidak mampu untuk menahan air matanya, Wanita itu mendekati Aisyah sembari memeluk tubuh wanita itu.


"Kami ingin menemuimu Mahfud!" seru Kikan dibelakang tubuh Aisyah. terdengar suara Kikan begitu jelas, tiba-tiba Mahfud sangat ketakutan jika istrinya melihat kondisi wajahnya yang seperti itu. bahkan salah satu tangannya pun terluka parah bisa dibilang cacat.


Mahfud langsung memberikan ponselnya kepada Jonathan, pria itu sudah tidak mampu untuk membendung rasa rindunya kepada sang istri.


"Halo Kikan, ambil saja ponselnya dari Aisyah. Mahfud harus menenangkan dirinya untuk pengobatan sesi selanjutnya." ucap Jonathan yang membuat Firdaus langsung mematikan ponselnya. terlihat kondisi Mahfud sedikit drop karena dia sedikit ketakutan saat mendengar suara Aisyah yang ingin menemuinya.


"kau tidak boleh seperti ini Mahfud, biarkan istrimu tahu kondisimu agar dia memberikan kekuatan padamu." ucap Jonathan.


"Aku tidak mampu Mas, aku tidak mampu melihat penolakan istriku." jawab Mahfud.


"Apakah kau tidak percaya kalau istrimu itu benar-benar mencintaimu!" seru Jonathan dengan suara yang begitu keras.


"Kau harus kuat, kau tidak boleh seperti ini. kau harus kuat demi istri dan anak-anakmu, Apakah kau tidak merindukan keempat anak kembarmu itu!" seru Jonathan. Mahfud menganggukkan kepalanya.


"Besok aku akan membawa Aisyah dan yang lain kemari, kau tidak boleh menolak nya. jika Aisyah benar-benar tidak menginginkan mu kau harus bisa menerimanya, jika Aisyah mencintaimu dia akan memberikan dukungan padamu!" seru Jonathan. terasa dada Mahfud benar-benar seperti diinjak oleh sesuatu yang begitu besar.


"Nathan benar Mahfud, kau tidak boleh seperti ini. kau takut dengan dirimu sendiri, kau tidak percaya dengan cinta yang diberikan oleh istrimu." ucap Firdaus yang membuat Mahfud menatap pria itu.


"Bagaimana kalau mereka terkejut dengan kondisi ku?" tanya Mahfud.


"Tentu saja mereka akan terkejut dengan kondisimu, kondisimu memang seperti ini. kau membutuhkan pengobatan dan dari tahap demi tahap. kau tidak boleh putus asa seperti ini!" seru Firdaus yang kemudian memeluk Mahfud. terlihat pria itu menganggukkan kepalanya.


"Bolehkah aku membawa istri dan anak-anakmu besok kemari?" tanya Jonathan.


Mahfud menganggukkan kepalanya, pria itu pasrah jika anak dan istrinya tidak menginginkan dirinya yang seperti itu. Aisyah yang berada di kediaman dokter Syah nampak wanita itu menangis histeris. Hal itu membuat keempat anaknya langsung berlarian dan memeluk ibunda mereka.


"Mama, Mama ada apa!" seru 4 anak kembar Aisyah. wanita itu tidak bisa menjawab pertanyaan dari anak-anaknya, sesaat kemudian Kikan menatap Aisyah dan keempat anak Aisyah.


"Apakah kalian mau bertemu dengan papa kalian?" tanya Kikan. keempat anak kembar itu menatap Kikan dengan Tatapan yang begitu mengejutkan.


"Benarkah tante!" seru keempat anak kembar itu. Kikan menganggukkan kepalanya.


"Hore...Mama besok kita bertemu dengan papa!" seru Yusuf dan Malik.


Aisyah kembali memeluk Kikan dengan begitu erat.


"Mbak, Apakah benar besok kita bertemu dengan suami ku?" tanya Aisyah.


Kikan menganggukkan kepalanya.


"Ya Allah... tolonglah suamiku." ucap Aisyah.


Nampak sekali Aisyah begitu bahagia, wanita itu terus berdoa kepada Tuhan agar suaminya baik-baik saja. entah apa yang terjadi saat pagi akan menampakan sinarnya, kecemasan Mahfud akan penolakan istri dan anak-anaknya atau kebahagiaan Aisyah yang akan bertemu dengan suaminya. esok pagi akan membawa Aisyah kepada pertemuannya dan sang suami, kerinduan yang beberapa bulan ini dia ingin sampaikan.


** bersambung **