MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU

MENIKAHI PAMAN MANTAN SUAMIKU
Mau pindah kerja


"Kau sedang apa di sini, Mbak?" Tanya Aisyah kepada Kikan.


"Aku sedang mencarimu, karena hari ini kau tidak masuk kerja. Aku jadi kebingungan mengerjakan pekerjaan ku sendirian." jawab Kikan yang kemudian meminta Aisyah untuk memesan makanan.


"Kemarin kan aku sudah bilang sama Mbak Kikan, kalau aku izin 2 hari untuk tidak masuk." jawab Aisyah yang kemudian meminta Kikan makan makanan yang tadi dia pesan.


"Aku itu kesepian di perusahaan, apalagi lihat wajah Jonathan yang seperti cucian habis di gilas." jawab Kikan yang membuat Aisyah tertawa.


"Memangnya ada apa?" tanya Aisyah kepada Kikan.


"Pria itu ke perusahaan kerjaannya hanya marah-marah setelah mendengar kabar Kalau kemarin kau sudah menikah dengan Mahfud." jawab Kika.


"Biarkan saja Mbak, pria itu tidak akan bisa menggangguku lagi. Sekarang aku sudah menjadi istri sah dari suamiku." jawab Aisyah.


"Tentu saja kalau dia berani mengganggumu bakal ku jitak kepalanya." ucap Kikan yang kemudian menelepon sang suami agar menemuinya di kantin rumah sakit.


"Memangnya mbak mau apa?" tanya Aisyah kepada Kikan.


"Aku mau menelpon Mas mu itu, biar dia cepat kesini, masa dia membawa kunci mobil ku." ucap Kikan.


"Memangnya Kenapa kunci mobil Mbak dibawa Mas Firdaus?" tanya Aisyah kepada Kikan.


"Gara-gara kemarin aku hampir menabrak seorang pria dan pria itu malah mencari nomor teleponku." jawab Kikan.


"Maksudnya?" tanya Aisyah.


"Tiap malam pria itu menelepon ku dan menteror ku, Hal itu membuat suamiku tidak percaya padaku untuk membawa mobil. bahkan mobil itu sekarang dipegang oleh sopir pribadiku." jawab Kikan.


"Nanti kalau kita ke perusahaan Bagaimana, maka dari itu aku minta kau untuk minta kepada suamimu untuk membeli mobil dan belajarlah untuk menyetir. kau ini sudah dewasa tapi malah jadi wanita tidak bisa menyetir, tidak gaul banget sih." ucap Kikan yang membuat Aisyah hanya tersenyum saja.


"Enggak ah Mbak, Lebih baik aku minta mas Mahfud Untuk mengantarkan aku kalau kerja. apalagi dari kemarin papa selalu meminta aku untuk memegang salah satu rumah sakit bersama Mbak Kikan." ucap Aisyah kepada Kikan.


"Aku itu tidak suka rumah sakit, Tentu saja aku tidak mau berada di tempat ini." Jawab Kikan.


"Memangnya Apakah Mbak punya trauma dengan Rumah sakit?" tanya Aisyah.


"Lalu mengapa Mbak menikah dengan Dokter?" tanya Aisyah.


"Kau ini sekarang sudah pintar membalikkan pembicaraan, karena aku tidak mungkin kan aku membiarkan pria yang kucintai lepas dari tanganku. walaupun dia seorang Dokter dan bekerja di rumah sakit, karena hal itu Aku tidak suka berada di rumah sakit." jawab Kikan yang yang seolah kata-katanya agak membingungkan.


"Bagaimana kalau kita pegang rumah sakit ini saja Mbak, daripada kita bekerja disana." ucap Aisyah kepada Kikan.


"Enggak ah.. apalagi di tempat ini banyak banget Dokter yang menyukai suamiku, apalagi dia itu putra dari pemilik Rumah sakit ini. mereka selalu mencari cara untuk menggoda suamiku hingga membuat aku begitu jengkel kalau berada di rumah sakit ini." jawab Kikan.


Aisyah hanya tersenyum, wanita itu juga tidak ingin mengatakan sesuatu apapun. bagaimanapun Kikan adalah orang yang selalu memberikan dukungan padanya.


"Mbak Kikan itu tidak pintar dong, kalau kita bekerja di rumah sakit ini berarti kita bisa terus memantau pergerakan suami kita. jika ada seorang wanita yang ingin mengganggu para suami kita, kita langsung saja mendepak dia dari rumah sakit ini." ucap Aisyah sambil tersenyum kepada wanita itu. niat hati Aisyah hanya ingin bercanda dengan Kikan, namun malak Kikan setuju dengan kata-kata Aisyah.


"Kau benar sekali kalau begitu, aku akan bilang pada Papa mertuaku agar aku dan kau bekerja di rumah sakit ini. aku tidak akan membiarkan para wanita terus menerus mengejar suamiku, Apalagi aku tahu bukan aku saja yang akan mengalami hal itu, bahkan yang aku dengar Mahfud selalu mendapat hadiah jika ada hari-hari spesial di rumah sakit ini." ucap Kikan yang membuat Aisyah langsung melotot tidak percaya.


"Benarkah Mbak, Kata siapa?!" seru Aisyah yang begitu terkejut.


"Tentu saja kata suamiku, apalagi mereka itu satu rumah sakit." jawab Kikan. Aisyah langsung kebakaran jenggot saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Kikan.


Memang Kikan adalah wanita yang benar-benar bisa membuat seorang wanita pendiam pun bisa langsung kebakaran jika dekat dengannya.


Di lain tempat.. Lia begitu bahagia mendengar kabar mengenai pernikahan Aisyah yang sudah dilaksanakan kemarin, wanita itu terus menyanyikan lagu Seperti seorang wanita yang sedang merayakan ulang tahun.


"Sekarang tidak akan lagi ada wanita yang berani mendekati Jonathan, pria itu akan menjadi milikku." ucap Lia yang begitu bahagia saat mendengar Aisyah telah menikah dengan Mahfud.


"Aku tidak akan mengganggu wanita itu lagi, dengan begitu akan ku buat wanita itu melupakan Jonathan dan tidak akan berani untuk mendekati pria itu. pria yang akan menjadi calon suami Ku." ucap Kikan sambil tersenyum sendiri.


Kelihatannya wanita itu sedikit demi sedikit mengalami depresi, karena cintanya yang belum tersampaikan kepada Jonathan.


"Heh...., aku tidak akan pernah melepaskanmu. akan kucari segala cara untuk membuatmu bercerai dari pria itu." ucap Jonathan.


Pria itu menghembuskan nafasnya dengan begitu kasar. terlihat dia sangat frustasi karena terus memikirkan Bagaimana caranya dia untuk Aisyah dan Mahfud berpisah.


** bersambung **