
Setelah hari itu sedikit demi sedikit keadaan Brian sudah membaik, ke-4 anak Aisyah satu-persatu selalu mendatangi Paman mereka. ada sebuah ketenangan di hati Brian saat dirinya mendapatkan perhatian dari anak-anak saudara kembarnya.
Hari ini Malik sudah berada di rumah sakit, apalagi tugasnya adalah seorang Dokter.
"Bagaimana keadaanmu Paman?" tanya Malik kepada Brian. Pria itu tersenyum sembari menatap wajah Malik.
"Aku sudah merasa baik." jawab Brian.
"Apakah Paman mau makan sesuatu? biar nanti aku minta saudariku untuk membuatkannya." jawab Malik.
"Apakah kau membenci Paman?" tanya Brian kepada Malik.
"Tentu saja tidak paman, Ibu saja yang kau sakiti bisa memaafkan. Kenapa kami tidak..apalagi kau juga berhak mendapatkan Maaf bukan." jawab Malik.
Hati Brian benar-benar sangat terenyuh saat mendengarkan jawaban dari keponakannya tersebut. ada sebuah ketenangan di dalam hatinya saat anak-anak saudara kembarnya itu bisa memaafkannya.
"Apakah Paman boleh memelukmu?" tanya Brian. Malik tersenyum pria itu kemudian mendekati pamannya.
"Kalau Paman memelukku 5 menit bayarannya rp100.000 loh.." jawab Malik yang membuat Brian tersenyum.
"Tenang saja, pamanmu ini memiliki kekayaan yang sangat banyak. bahkan kekayaan Paman tidak ada yang mewarisi nya.." jawab Brian.
"Aku hanya bercanda Paman, Kenapa kau serius itu." ucap Malik.
Tak berselang lama ternyata Aisyah dan Mahfud sudah berada ada di kamar Brian.
"Kau sudah makan?" tanya Mahfud kepada Brian. Pria itu menggelengkan kepalanya, sesaat kemudian terlihat Aisyah sudah mengeluarkan sebuah bekal makanan.
"Makanlah, karena yang aku tahu kau selalu selalu menyukai masakanku ini.." ucap Aisyah.
Tatapan mata Brian menatap keluarga dari saudara kembarnya itu, air matanya tiba-tiba menetes. ada sebuah penyesalan yang begitu besar, penyesalan yang tidak akan pernah dapat dikatakan oleh Brian.
"Maafkan aku.." ucap Brian yang begitu pilu. suaranya terdengar bergetar saat mengatakan hal itu.
"Kau tidak boleh seperti itu Brian. kau adalah saudaraku, Tentu saja aku akan selalu merawatmu.." jawab Mahfud.
"Terima kasih atas semua yang kalian berikan padaku.." ucap Brian yang kemudian mengusap air matanya yang sudah meluncur tanpa bisa dikontrol.
"Kamu harus selalu sehat untuk melihat keluargamu, Lihatlah keponakanmu sudah besar kelihatannya dalam setahun ini mereka akan meminta segera menikah. Apakah kau tidak ingin melihat anak-anak dari saudara kembarmu ini menikah." ucap Aisyah yang kemudian duduk disamping Brian. wanita itu menyuapi Brian dengan sangat telaten.
"Maafkan aku, atas semua yang telah aku lakukan padamu." ucap Brian.
Beberapa bulan kemudian.
Emilia dan Syahila dilamar oleh kekasih mereka, tentu saja Aisyah memberikan izin kepada anak-anaknya. sebuah kebahagiaan yang akan selalu terukir dalam buku memorandum milik Aisyah.
1 tahun kemudian.
Akhirnya kedua Putri Aisyah sudah menikah, tentu saja giliran kedua Putra kembar Aisyah yang melamar kekasih mereka. Hari demi Hari kebahagiaan selalu didapatkan oleh Aisyah dan keluarganya. bahkan kebahagiaan itu benar-benar tidak bisa terkata lagi.
Satu tahun kemudian
Akhirnya keempat anak Aisyah sudah menikah dengan pasangannya masing-masing, hari pernikahan digelar oleh Mahfud dengan sangat meriah. terasa bahagia.. disana ada dokter Syah, Firdaus dan anak-anaknya. Jonathan, Lia dan anak-anaknya. kedatangan Iqbal dan istri serta bayi yang baru beberapa bulan dilahirkan. serta kedatangan Brian yang menggunakan kursi roda. tentu saja semua itu benar-benar kebahagiaan yang tidak bisa berkata.
"Ternyata kita benar-benar sudah menjadi di orang tua yang benar-benar tua mas." ucap Aisyah Kenapa kau mengatakan hal itu tanya Mahfud.
"Lihatlah Mas, kedua Putri kita sudah mengandung. sedangkan kedua Putra kita sekarang sudah menikah, Sebentar lagi kita berdua akan menjadi kakek dan nenek. Apakah kita tidak bisa dibilang sudah tua bahkan kita berdua ini adalah para orang tua.
"Kenapa kau mengatakan hal itu, lihat saja Kikan dan Firdaus mereka juga sudah menjadi kakek dan nenek. apakah mereka berdua itu kelakuannya seperti kakek dan nenek.." ucap Mahfud yang membuat Aisyah tertawa.
Hari demi hari kebahagiaan itu terasa semakin besar. Aisyah dan Mahfud benar-benar sangat bersyukur kebahagiaan ini terasa sudah semakin lengkap.
2 tahun kemudian.
"Ya Tuhan.. aku sudah mempunyai cicit yang begitu banyak!!" seru Dokter Syah yang melihat anak-anak Firdaus membawa anaknya, bahkan ke-4 anak Aisyah juga datang bersama anak-anaknya.
"Lihatlah saudara kalian itu sudah pada menikah dan mempunyai anak, Apakah kalian berdua ini tidak segera menikah!" sindir Jonathan kepada kedua anaknya.
"Papa ini sukanya memaksa kami untuk segera menikah, memangnya papa ingin segera mengusir kami dari rumah!!" seru anak-anak Jonathan.
Suara canda tawa di rumah Dokter Sya seolah menambah kesempurnaan hidup ini.
"Aku sangat bersyukur mas karena Allah memberikan kita kebahagiaan yang sempurna seperti ini, aku juga sangat bersyukur karena cobaan yang diberikan Allah menandakan kalau kita ini adalah makhluk yang sangat dicintai olehnya." ucap Aisyah.
"Kau benar sayang, Karena Allah selalu memberikan cobaan kepada umatnya yang mau menjalani cobaan itu dengan penuh kesabaran." jawab Mahfud.
**TAMAT **
untuk para pembaca setia, Aku ucapkan terima kasih banyak atas dukungannya selama ini dan terima kasih banyak atas segala komentar, kritikan dan saran saran nya.
TERIMA KASIH 😊❤️❤️