LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Melawan Geng Fenglong (2)


"Apa?! Apa kau yakin, anak ini yang membunuh Feng Xian?!..." Feng Xuan yang mendengar perkataan Feng Jia langsung terkejut dan menjadi marah.


Feng Jia sedikit menunduk saat ia berkata. "I, iya. Dialah orang yang membunuh keponakan..."


Feng Xuan mengeraskan rahangnya, ia melihat ke arah Tian Lei dengan urat-urat di kepalanya.


"Semua tetua! Bersiaplah untuk menghadapi anak ini..." Ucap Feng Xuan dengan rahangnya yang masih mengeras.


"Tapi tuan, jika dia benar-benar orang yang telah membunuh tuan muda, itu artinya dia juga adalah murid sekte Naga Biru. Apakah kita benar-benar akan membunuh anak ini dan menjadi musuh sekte besar?..." Ujar salah seorang tetua.


"Itu benar. Tapi, dalam situasi saat ini, kita hanya di hadapkan pada dua pilihan. Jika kita tidak membunuhnya, maka kita yang akan di bunuh, karena itu adalah niatnya saat datang kemari..." Ucap Feng Xuan.


Semua petinggi menelan ludahnya, lalu saling melirik satu sama lain sebelum akhirnya mengangguk bersamaan.


"Ketua! Anda benar! Mohon berikan perintah!..." Semua tetua langsung berlutut di belakang Feng Xuan termasuk Feng Jia.


Feng Xuan tersenyum saat ia melirik ke arah orang-orang setia di belakangnya. "Aku benar-benar tidak salah memilih kalian sebagai wakil-wakilku..." Ucapnya dan kembali melihat ke arah Tian Lei lagi.


"Semua tetua, berdiri! Dan pimpin sisa pasukan untuk menghadapi anak ini. Jangan lengah, kekuatannya tidaklah lemah..." Ucap Feng Xuan lagi, ia melihat ke arah Tian Lei dengan tatapan yang tajam.


"Baik ketua!..." Semua wakil pemimpin mengangguk dan berkata dengan serentak.


Semua prajurit yang tersisa berkumpul di belakang para wakil ketua, mereka dengan senjata di tangan mereka telah bersiap untuk memulai pertarungan.


"Ayo bunuh dia!..." Tidak ingin mengatakan omong kosong apapun, salah seorang wakil ketua mulai berteriak dan menunjuk ke arah Tian Lei.


Atas perintah wakil ketua itu, semua prajurit dengan kuat mencengkram erat senjata mereka masing-masing, lalu berlari ke arah Tian Lei sebelum mereka mengelilinginya.


Feng Xuan menatap Tian Lei dengan kejam, dia mengepalkan tangannya dan berkata dengan dingin. "Terlepas dari identitasmu, kau harus mati hari ini!..."


Setelah kata-kata itu terucap, semua prajurit yang mengelilingi Tian Lei langsung bergerak menyerang Tian Lei.


Melihat banyak orang yang bergerak ke arahnya, Tian Lei tersenyum samar dan mulai berdiri dengan Pedang Langit Naga Lava di tangan kanannya.


"Heh, majulah..." Ucap Tian Lei dengan pelan.


Semua pasukan semakin dekat dengan Tian Lei, mereka semakin memegang senjata mereka dengan erat.


Tian Lei melihat semua orang yang datang mendekatinya dari segala arah, ia mengumpulkan energi spiritual ke Pedang Langit Naga Lava.


Setelah energi spiritual telah berkumpul di Pedang Langit Naga Lava dan semua musuh telah berada dekat dengannya, Tian Lei memutarkan tubuhnya dengan Pedang Langit Naga Lava ditangan kanannya yang ikut berputar menghajar setiap orang di dekatnya.


Darah terus bercucuran saat Pedang Langit Naga Lava yang terus berputar-putar menebas tubuh-tubuh musuh Tian Lei, tidak sampai disitu saja, tubuh mereka juga di terbangkan hingga jauh ke belakang.


Tian Lei mengangkat pedangnya ke atas dan menghantamkannya ke tanah dengan kuat, Pedang Langit Naga Lava yang begitu besar tertanam masuk ke dalam tanah yang keras di depan Tian Lei.


Garis-garis retakan seperti yang di akibatkan pergerakan suatu lempeng terbentuk di sana, angin berhembus kencang juga menerbangkan semua orang hingga ke belakang.


Tidak hanya prajurit biasa, Feng Xuan, Feng Jia dan wakil ketua yang lainnya juga merasakan hembusan angin yang kencang, jika mereka tidak menggunakan energi spiritual mereka untuk bertahan, mungkin mereka juga akan ikut terpental ke belakang.


Setelah angin berhembus kencang yang diiringi debu itu menghilang, Feng Xuan dan yang lainnya menatap ke segala arah dan menemukan bahwa semua pasukan mereka telah mati dengan luka tebasan pedang yang mengerikan.


Feng Xuan dan yang lainnya melihat ke arah Tian Lei dengan keringat di leher, mereka dengan mata yang terjaga menelan ludahnya dengan Susah payah.


"Se, semuanya mati?..." Ucap salah satu wakil ketua.


"Pedang itu memang tidak tajam. Itu seperti sebuah balok yang pipih. Tapi, energi spiritual yang menyelimutinya lah yang membuatnya menjadi sangat tajam dan mematikan..." Feng Xuan berbicara saat ia masih melihat ke arah Pedang Langit Naga Lava di tangan kanan Tian Lei.


Sementara itu, Tian Lei yang telah mendapatkan kemenangan tersenyum ke arah orang-orang yang ada di depannya.


"Apakah geng Fenglong tidak memiliki orang kuat? Semuanya terasa seperti seekor ayam..." Tian Lei berkata dengan santai, tapi itu begitu menusuk di hati Feng Xuan.


Feng Xuan mengepalkan tangannya dengan erat, rahangnya seperti akan hancur karena terlalu di tekan olehnya.


"Feng Jia. Segera hubungi Feng Li dan Feng Shi melalui giok penghubung. Perintahkan mereka untuk segera pulang dan bawa seluruh pasukan yang mereka bawa. Anak ini bisa membunuh lebih dari 100 anggota kita dengan mudah. Aku takut, hanya kita akan kurang untuk membunuhnya..." Feng Xuan berkata saat ia merasa sedikit tenang.


"Baik kakak..." Feng Jia tanpa basa-basi langsung mengeluarkan giok penghubung dan melaksanakan perintah dari Feng Xuan.


Feng Xuan maju selangkah. "Nak, siapa namamu? Kekuatan yang kau keluarkan sepertinya masih sebagian kecil dari kekuatanmu yang sebenarnya. Yang aku tahu, yang memiliki kekuatan seperti itu di sekte Naga Biru hanyalah Chen Tian dan Li Quan..."


Tian Lei tersenyum. "Hm? Baiklah, kurasa memberitahu namaku pada orang yang akan terbunuh tidak buruk juga. Namaku adalah Tian Lei. Dan orang-orang yang kau sebut tadi, masih jauh dariku..."


"Hm? Jangan terlalu sombong. Jika kau meremehkan aku, itu masihlah hal yang wajar. Tapi, Li Quan itu memiliki bakat dan pengawal yang hebat..." Ucap Feng Xuan.


Tian Lei menghela nafasnya, ia menggeleng kecil dengan senyuman samar, ia mengangkat pedangnya ke atas bahunya dan melihat ke arah Feng Xuan.


"Jangan banyak omong. Jika ingin bertarung, maka kemarilah..." Ucap Tian Lei, ia memainkan jari telunjuknya untuk menantang Feng Xuan.


"Baiklah! Ayo bunuh anak ini!..." Feng Xuan mengambil langkah pertama, ia melesat ke arah Tian Lei dengan cepat dan diikuti lima orang yang sedari tadi ada di belakangnya.


Keenam orang itu menyerang Tian Lei terus-terusan, dengan serangan energi spiritual maupun serangan fisik, tapi itu benar-benar tidak berguna karena bisa diikuti oleh kemampuan mata ungu milik Tian Lei.


Tian Lei yang masih memegang pedangnya di atas bahu dengan mudah dan lancar menghindari setiap serangan yang di lancarkan padanya.


Ia kemudian memegang Pedang Langit Naga Lava dengan kedua tangannya, Tian Lei menyalurkan energi api ungu ke dalamnya dan menghantamkan Pedang itu ke tanah.


Akibatnya, tanah di sana hancur, dan mengeluarkan gelombang api ungu yang sangat besar, itu seperti ombak air laut yang besar.


Keenam orang yang melihat serangan api itu dengan cepat mengambil langkah untuk melompat mundur.


Keempat wakil ketua selain Feng Jia lalu saling menatap dan mengangguk.


Mereka menyatukan kedua telapak tangan yang telah rapat masing-masing dan menyatukan energi spiritual mereka.


Kemudian, energi spiritual yang ada di dalam tubuh mereka dengan cepat menjadi selaras, itu seperti mereka memiliki satu tubuh yang sama.


Kekuatan energi spiritual mereka yang tadinya masing-masing hanya ada di Immortal bintang 2, sekarang berubah menjadi Immortal bintang 3.


"Ayo serang dia!..." Ucap salah satu dari mereka berempat.


"Baik!" Yang lainnya ikut membalas.


Mereka bertiga melayang di udara dan membuat formasi seperti sebuah segi empat, mereka dengan cepat melakukan satu gerakan yang sama.


"Tapak Biru Membelah ombak!..." Ucap keempatnya bersamaan.


Dan saat itu juga, sebuah telapak tangan dengan energi spiritual berwarna biru bagai air laut terbentuk, dan bergerak menyerang Tian Lei.


[ Kalo minta Up jangan terlalu maksa. Gw baru mau lulus SMA, belum lulus beneran jadi agak bersabarlah kalo gw gak up. Tau kan gimana kalo baru-baru lulus harus ngapain?... ]