
Tian Lei melesat dengan kecepatan luar biasa dengan kilat ungu yang mengikuti langkahnya.
Bang!!!
Sekali lagi, Tian Lei mencoba untuk menyerang Tianzun ketujuh dengan pedangnya tapi tetap dapat di tahan oleh Tianzun ketujuh.
Tian Lei tak menghentikan aksinya di situ dan terus melawan Tianzun ketujuh dengan terus melayangkan pedang besarnya.
Kekuatan mereka tampak seimbang, tapi sangat jelas bahwa Tianzun ketujuh masih belum mengeluarkan serangan apapun dan hanya menangkis serangan ledang Tian Lei.
Bang! Bang! Bang! Bang!
Tian Lei menyerang secara membabi buta dengan beberapa kali menghantam tubuh Tianzun ketujuh dengan pedangnya dalam satu waktu.
Tapi, bahkan serangan yang gila ini pun masih tak dapat mengenai Tianzun ketujuh.
Tianzun ketujuh kini telah memegang pergelangan tangan kanan Tian Lei saat tadi Tian Lei menyerang nya dengan pedangnya.
"Sudahi permainan kita..." Ucap Tianzun ketujuh pelan dengan suara seraknya.
Buak!!!
"Huack!..."
Tianzun ketujuh mengumpulkan energi darah di kepalan tangan kanannya dan meninju perut Tian Lei sampai Tian Lei memuntahkan darah.
Tian Lei sekarang telah terpental ke belakang dan berjarak puluhan meter dari Tianzun ketujuh.
"Nak, jika ini satu tahun yang lalu, mungkin kau dapat menyaingi ku dengan kekuatan setingkat itu. Tapi sangat disayangkan, bakat luar biasa mu akan hancur disini..." Ucap Tianzun ketujuh.
Di kejauhan, tian Lei mengelap darah di bawah bibir nya dan menatap Tianzun ketujuh dengan tajam. "Ini takkan berhasil. Aku harus menggunakan seni beladiri yang kuat untuk melawannya..." Ucap Tian Lei.
Tiga buah jubah hitam telah keluar dari cincin penyimpanan Tian Lei dan dipegang erat olehnya.
"Bayangan tubuh emas..." Ucap Tian Lei pelan dan tubuhnya kini telah memancarkan cahaya emas.
Tubuh Tian Lei kini telah bercahaya dan Tian Lei segera melemparkan ketiga jubah hitam di tangannya ke udara.
Wuzz!
Tiga cahaya menembak dari tubuh Tian Lei ke arah jubah hitam dan tiga sosok manusia telah mengisi jubah hitam yang di lemparkan oleh Tian Lei.
Tiga sosok berjubah hitam ini memiliki kekuatan di tingkat Sovereign bintang 5. Mereka adalah belahan diri Tian Lei dengan teknik Bayangan Tubuh Emas.
Tanpa menunggu perintah dari Tian Lei, ketiga bayangan tubuh Tian Lei segera melesat ke arah Tianzun ketujuh untuk mengulur waktu bagi Tian Lei.
Saat ketiga bayangan tubuhnya telah berhadapan dengan Tianzun ketujuh, Tian Lei yang asli kini menutup matanya, ia merentangkan kedua tangannya dan memunculkan dua energi yang berbeda dari sana.
Tangan kanan Tian Lei mengeluarkan energi merah gelap dan menciptakan Teratai Penghancur tingkat sembilan yang ukurannya telah diperkecil di atas telapak tangannya.
Lalu tangan kiri Tian Lei mengeluarkan energi ungu gelap dan menciptakan Teratai yang kuat juga yang hampir menyaingi kekuatan Teratai Penghancur.
Teratai Penghancur dan Teratai ungu gelap kini melayang dari telapak tangan Tian Lei dan mengambang tepat di depan dada Tian Lei.
Energi di kedua tangan Tian Lei kini berubah dan masing-masing kini telah mengeluarkan energi api hitam dan energi emas kebijaksanaan.
Sama seperti kedua energi yang sebelumnya, energi api hitam dan energi emas kebijaksanaan kini mulai membentuk sebuah Teratai juga di atas telapak tangan Tian Lei.
Teratai api hitam dan teratai emas kemudian tercipta dan Tian Lei mulai membuka matanya perlahan.
Tian Lei memajukan kedua tangannya di depan dada dan menciptakan yin dan yang dengan kedua tangannya.
Keempat teratai kini berada di tengah-tengah tangannya yang membentuk yin dan yang dan mulai bersatu untuk menciptakan Teratai yang lebih dahsyat.
Krak!
Srak!
Dalam proses, tulang di tangan Tian Lei mulai patah bahkan daging dan kulitnya juga mulai robek.
Api hitam membara dari dalam tubuh Tian Lei dan membakar tubuhnya untuk segera meregenerasi tubuhnya yang terluka atau bahkan hancur.
Sementara Tian Lei sedang bersusah payah untuk membentuk teknik nya yang baru saja ia ciptakan di tempat tersebut, para bayangan tubuhnya kini sangat kewalahan untuk menghadapi Tianzun ketujuh.
Tianzun ketujuh kini menatap Tian Lei sekilas dan merasakan energi yang dahsyat dari Tian Lei yang asli.
"Gawat!..." Gumam Tianzun ketujuh yang melotot ke arah Tian Lei yang sedang berjuang mati-matian.
Tianzun ketujuh menyatukan kedua tangannya dan mengumpulkan energi darah yang mengamuk di sana.
Bang!!!
Gelombang energi darah yang dahsyat segera mengarah ke tiga bayangan tubuh Tian Lei dan menyapu bersih mereka hingga menghilang menjadi cahaya.
Tianzun ketujuh segera menatap Tian Lei dengan tajam dan melesat ke arah Tian Lei dengan kecepatan yang luar biasa.
Ia memajukan tangan kanannya seperti hendak mencengkam Tian Lei. "Nak, hentikan!..." Ucap Tianzun ketujuh dengan raut wajahnya yang agak panik.
Tapi, sebelum Tianzun telah mencapai Tian Lei untuk menghentikan nya, Tian Lei telah lebih dulu selesai menyatukan keempat teratai.
Dengan dirinya yang masih diselimuti oleh api hitam, Tian Lei mengangkat teratai empat warna dengan tangan kanannya dan menatap Tianzun ketujuh dengan dingin.
"Terimakasih untukmu, karenamu aku dapat menciptakan teknik mengerikan yang seperti ini. Teknik yang baru aku ciptakan ini akan aku namai sebagai teknik Teratai Empat Kehancuran!..." Ucap Tian Lei dengan keras dan melesat ke arah Tianzun ketujuh lalu memajukan tangan kanannya untuk melawan Tianzun ketujuh dengan Teratai empat warna yang memiliki energi yang dahsyat.
Di tengah-tengah jarak antara Tian Lei dengan Tianzun ketujuh, Teratai Empat Kehancuran mulai mengeluarkan suara berdengung dan memiliki energi yang tak stabil.
Teratai dengan empat warna tersebut kemudian mulai menyusut sampai ukurannya hanya mencapai ukuran bola sepak saja.
Kemudian, tak sampai satu detik, teratai yang telah menyusut tiba-tiba berdenyut dengan cepat dan mulai membengkak dengan kebocoran energi yang luar biasa.
Dengan hal ini, sudah sangat jelas bahwa kekuatan yang baru saja diciptakan oleh Tian Lei masih belum stabil dan takkan mengeluarkan kekuatan aslinya.
Bang!!! Bang!!!
BOMM!!!!
Ledakan yang sangat dahsyat terjadi dan membuat energi kehancuran tersebar ke segala arah di sekitar area.
Udara yang diam bahkan berguncang hebat dan puncak menara bersama dengan seluruh menara telah hancur runtuh sepenuhnya.
Hempasan gelombang angin yang dahsyat bersatu dengan energi kehancuran dan meruntuhkan seluruh bangunan yang di laluinya.
Bahkan, jika pusat ledakan sebelumnya adalah di puncak menara yang sangat tinggi, daratan di bawahnya pun sampai terkena dampak dari ledakan yang membentuk bola raksasa tersebut.
Area dengan jarak ratusan meter dari pusat ledakan kini telah berubah menjadi reruntuhan layaknya telah terjadi bencana dahsyat di tempat tersebut.
Banyak murid yang bertarung di area tersebut telah terluka parah atau bahkan mati.
Semua orang sebelumnya bahkan sempat tercengang dengan ledakan yang dahsyat ini sampai menghentikan pertarungan untuk menyaksikan fenomena.
Para tetua yang sebelumnya bertarung juga terhenti sejenak untuk menatap ledakan dahsyat dengan rasa tegang.
Sementara Tian Lei dan Tianzun ketujuh yang berada di pusat ledakan maha dahsyat tersebut tentunya ada dalam keadaan yang mengenaskan.
Tian Lei tampak jatuh dari ketinggian bersama dengan reruntuhan puncak menara, tubuhnya terluka parah bahkan api hitam yang memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa juga tak dapat menyembuhkan tubuhnya dengan cepat. Jika bisa pun, api hitam pastinya memerlukan waktu berhari-hari untuk menyembuhkan seluruh luka yang ia miliki saat ini.
Tian Lei yang sama sekali tak dapat menggerakkan tubuhnya kini hanya dapat pasrah jika ia harus menerima luka lagi karena jatuh dari ketinggian.
Ia hanya dapat mengeraskan rahangnya untuk menahan rasa sakit yang ia terima saat ini.
Baginya, sekarang yang terpenting adalah menjaga kesadarannya agar tidak hilang.
"Sial, aku terlalu ceroboh. Harusnya aku melawannya secara perlahan saja. Tapi, yang terpenting... Kesadaran ku..." Ucap Tian Lei dengan lemah dalam hatinya lalu kesadaran nya benar-benar hilang dan ia jatuh pingsan.
Buak!!!
.