LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Akhir Pelelangan


Jia Xun Li memasukkan giok penghubung ke dalam cincin penyimpanannya lagi dan berjalan keluar dari portal ruang.


Setelah Jia Xun Li keluar dari portal ruang, secara ajaib portal ruang tadi perlahan-lahan menyusut dan kemudian menghilang.


Semua orang yang tadinya sibuk dengan obrolan masing-masing kini memperhatikan Jia Xun Li dengan serius.


"Semuanya, terimakasih atas kerjasama dari kalian semua. Dan terimakasih atas tawaran dari keempat orang dari empat ruang VIP. Saya memutuskan untuk memilih tawaran dari tamu ruang VIP nomor 3!..." Ucap Jia Xun Li.


Semua orang yang menoleh ke arah ruangan VIP nomor 3 dengan rasa penasaran terhadap identitas Tian Lei.


Ketiga orang lainnya yang sebelumnya juga memberikan penawaran melihat ke arah ruangan Tian Lei dengan tatapan keras.


"Tuan muda. Saya melihat anda tadi masih sangat muda. Bisakah anda memberikan orang tua ini wajah sehingga memberikan Mutiara Naga itu pada saya dan menukarnya dengan Teknik Tebasan Sembilan Bayangan Darah tingkat Suci? Orang tua ini dapat menjamin keamanan anda pada wilayah reruntuhan kuno ini..."


Kaisar Tangan Perak dengan cepat bereaksi untuk mendapatkan Mutiara Naga yang merupakan tujuan utamanya datang kemari.


Tian Lei tersenyum di dalam ruangannya. "Heh, apa itu Kaisar Tangan Perak? Apakah kau sangat kuat? Hanya Immortal bintang 7 dan berani berbicara akan menjamin keamanan seseorang di wilayah reruntuhan kuno ini? Bahkan yang telah menembus ranah Xiantian akan berpikir dua kali sebelum mengatakannya..." Tian Lei dengan kata-kata pedasnya menjawab sehingga membuat Kaisar Tangan Perak meledak dengan amarah.


"Nak, aku tahu bahwa Immortal bintang 7 tidak bisa dipandang di wilayah reruntuhan kuno ini. Apalagi jika harus menjamin keamanan seseorang. Tapi, keamanan yang ku maksud bukan itu. Jika anda pintar, maka anda seharusnya mengerti..." Kaisar Tangan Perak berbicara dengan rahangnya yang semakin mengeras.


"Oh? Apakah anda mengancam saya?..." Tian Lei bertanya dengan santai.


"Bisa dibilang begitu. Walau orang tua ini bergerak sendiri dan tidak bergabung pada kekuatan besar, tapi saya bisa membuat keamanan anda menipis..." Ucap Kaisar Tangan Perak yang semakin marah karena Tian Lei yang terus bertanya.


"Cukup!..." Jia Xun Li mengeluarkan aura kultivasinya yang telah mencapai Immortal bintang 9.


"Kaisar Tangan Perak! Bahkan jika anda ingin mencari musuh, jangan lakukan di tempat kami. Apakah anda berpikir bahwa kami akan tetap diam?!..." Nada Jia Xun Li terdengar penuh amarah.


"Orang tua ini menyadari kesalahannya. Mohon ketua Jia untuk memaafkan..."


"Sekarang kau pergi! Mulai sekarang, Kaisar Tangan Perak dilarang memasuki wilayah dari Rumah Dagang Semesta! Pelelangan berakhir dan terimakasih untuk semuanya..." Ucap Jia Xun Li dan pergi meninggalkan aula lelang.


Kaisar Tangan Perak dengan amarah dan rasa malu yang besar karena diusir di depan umum pergi meninggalkan aula lelang.


Sementara itu, Tian Lei yang telah selesai melihat pelelangan berjalan keluar dari ruang VIP nomor 3 dengan masih mengenakan jubah hitam yang menutupi kepalanya juga.


Tian Lei terus berjalan hingga sampai di sebuah ruangan. Tian Lei memasuki ruangan tersebut dan dapat melihat Jia Xun Li dan Jia Lao sedang berbincang-bincang.


Melihat Tian Lei datang, kedua orang itu langsung berdiri dan sedikit memberi hormat.


"Selamat datang tuan muda. Silahkan duduk..." Jia Lao mempersilahkan Tian Lei untuk duduk.


Tian Lei berjalan ke arah kursi yang masih kosong dan duduk disana.


"Tuan muda Tian Lei, barang-barang yang anda kirim untuk lelang semuanya mendapatkan 3.200.000 koin emas. Dan setelah dipotong pajak pelelangan, semuanya tersisa 2.800.000. Semua koin emas Anda telah dimasukkan ke dalam kartu koin Spiritual ini..." Jia Lao memberikan sebuah kartu koin Spiritual pada Tian Lei.


Tian Lei meraih kartu koin Spiritual itu dan memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya. "Lalu, dimana barang yang kuinginkan?..."


"Oh, tenang saja. Itu semua telah kami siapkan. Jia Lao ambilkan Mutiara Naga yang dimenangkan oleh tuan muda Tian Lei..."


"Baik..." Jia Lao pergi mengambil barang yang diinginkan Tian Lei dan kembali dengan membawa sebuah kotak dengan ukiran yang cantik.


"Ini adalah Mutiara Naga yang kami setujui untuk ditukarkan dengan pil Roh Xiantian..." Ucap Jia Xun Li.


Jia Lao meletakkan kotak yang ia bawa di atas meja dan membuka penutup kotaknya agar Tian Lei dapat melihat dengan jelas Mutiara Naga di dalamnya.


Tian Lei melihat Mutiara Naga itu dengan senyuman manis, ia kemudian kembali mengeluarkan kotak yang berisi pil Roh Xiantian.


"Ini adalah pil Roh Xiantian yang aku tawarkan. Semoga kalian tidak kecewa dengannya..." Ucap Tian Lei dan melemparkan kotak kecil yang ia pegang ke Jia Xun Li.


Jia Xun Li membuka kotak yang dilemparkan Tian Lei kepadanya dan entah mengapa hatinya begitu terpikat dengan aroma pil Roh Xiantian.


Tian Lei mengambil kotak yang ada di atas meja di depannya. "Tuan Jia Xun Li, tuan Jia Luo. Karena urusan saya disini telah selesai, maka saya harus undur diri..." Ucap Tian Lei, ia memasukkan kotak yang ia ambil tadi ke dalam cincin penyimpanannya lalu berjalan menuju pintu.


"Tuan muda, tunggu!..." Jia Xun Li tersadar dari lamunannya karena aroma pil tadi.


Tian Lei menoleh ke belakang. "Ada apa?..."


"Tuan muda, bukankah berbahaya jika anda keluar tanpa pengawal yang kuat? Terlebih lagi, anda telah menyinggung ahli tingkat Immortal. Izinkan saya memberikan anda pengawal hingga anda telah sampai di tempat yang ingin anda tuju..."


Tian Lei terus berjalan hingga ia keluar dari gedung lelang Rumah Dagang Semesta.


Saat berada di luar, Tian Lei melihat ke arah langit dengan senyuman. "Heh, ini waktunya..." Ucapnya dan pergi menuju gerbang kota.


.


Di perjalanan...


Tian Lei berjalan dengan terus memperhatikan sekitarnya, kalau-kalau ada musuh yang ingin menyerangnya diam-diam.


Saat Tian Lei telah jauh dari keramaian, Tian Lei merasakan aura membunuh yang sangat kuat sedang bergerak ke arahnya.


Tian Lei melihat ke arah jalan sempit di sebelah kirinya dan melihat Kaisar Tangan Perak sedang melesat ke arahnya.


Kaisar Tangan Perak mengarahkan serangan telapak tangannya ke arah Tian Lei dan memunculkan energi spiritual yang menyerupai kabut berbentuk telapak tangan yang ukurannya cukup besar.


Telapak tangan itu bergerak dengan kecepatan tinggi ke arah Tian Lei.


Tian Lei yang melihat hal itu, langsung mengambil langkah cepat dan berhasil menghindari serangan tersebut.


"Ho, lumayan. Ternyata kau cukup hebat. Apa tingkat kultivasi mu?..." Kaisar Tangan Perak bertanya karena ia tidak bisa menebak tingkat kultivasi Tian Lei.


"Sampah tua sepertimu sama sekali tidak layak berbicara padaku. Lebih baik kau pergi, sebelum kau menerima pukulan besar dariku..." Ucap Tian Lei dan berhasil membuat Kaisar Tangan Perak marah dan kesal.


"Oh? Aku ingin melihat bagaimana caramu memberikanku pukulan besar!..." Kaisar Tangan Perak mengepalkan tangannya dan meninju ke arah Tian Lei.


Melihat hal itu, Tian Lei hanya diam tidak melakukan apapun, dan yang lebih parahnya, ia malah tersenyum.


Saat tinju dari Kaisar Tangan Perak hampir mengenai tubuh Tian Lei, seseorang menangkap kepalan tangan itu.


Tap!


Seseorang menangkap tinju dari Kaisar Tangan Perak dengan mudah. Kaisar Tangan Perak mengangkat wajahnya dan melihat siapa yang ikut campur dalam urusannya.


"Jia Lao?!..." Kaisar Tangan Perak sangat terkejut dengan kedatangan salah satu ahli terkuat di kota awan merah tersebut.


"Tangan Perak! Bukankah tuan saya telah memberitahu anda agar tidak memasuki kota dibawah naungan Rumah Dagang Semesta kami? Mengapa anda masih berada disini? Apakah anda menganggap larangan kami sebagai hal yang mudah untuk dilanggar?..." Jia Lao berbicara dengan kata-kata yang tajam.


Kaisar Tangan Perak mengeraskan rahangnya lalu menurunkan tangannya dari genggaman tangan Jia Lao.


"Maafkan saya tuan Jia Lao. Jika anda memberi saya kesempatan, maka saya berjanji tidak akan memasuki kota-kota yang dikuasai oleh Rumah Dagang Semesta..." Kaisar Tangan Perak memaksa dirinya untuk berbicara dengan lembut.


"Pergilah. Jika saya masih melihat anda di dalam kota kekuasaan kami, maka jangan salahkan saya jika saya bertindak kasar..." Ucap Jia Lao.


"Baik. Terimakasih atas pengampunan anda. Orang tua ini akan pergi..." Setelah mengatakan kata-kata itu, Kaisar Tangan Perak melesat terbang menjauhi kota awan merah.


Setelah Kaisar Tangan Perak telah pergi, Jia Lao melihat ke arah Tian Lei. "Tuan muda Tian Lei. Maafkan saya karena mengurusi urusan anda. Saya hanya diperintah untuk menjamin keamanan anda..."


"Ya, tak apa. Terimakasih telah menolongku. Aku tidak memerlukan perlindungan lagi. Kalau begitu, aku pergi dulu..." Ucap Tian Lei dan berjalan pergi.


"Tapi, saya diperintahkan untuk melindungi anda. Pasti banyak ahli ranah Immortal yang mengincar anda saat ini..." Jia Lao membantah dan membuat Tian Lei menghentikan langkahnya.


"Terimakasih atas niat baik dari kalian. Tapi, saya benar-benar tidak memerlukan perlindungan. Saya memiliki cara sendiri untuk menyelesaikan masalah saya..." Ucap Tian Lei dan kali ini ia benar-benar pergi.


Jia Lao menghela nafas pasrah. "Baiklah jika itu yang anda inginkan. Saya akan kembali..." Ucap Jia Lao, ia melesat pergi ke arah gedung Rumah Dagang Semesta.


.


Setelah Tian Lei keluar dari kota awan merah, tepatnya berada di jalan setapak di dalam hutan, Tian Lei melihat ke arah langit.


Tian Lei tersenyum. "Sepertinya aku menjalankan tugasku dengan baik..." Ucapnya.


Perlahan-lahan, tubuh Tian Lei mulai berubah menjadi berwarna emas dan akhirnya menghilang menyatu dengan udara.


Sementara itu, sekitar 100 kilometer di arah timur kota awan merah, Tian Lei sedang terbang dengan cepat menuju ke kota selanjutnya.


Di atas udara itu, Tian Lei menunjukkan senyuman di wajahnya. "Heh, bahkan jika aku yang sekarang masih lemah, aku masih memiliki banyak cara untuk melawan orang-orang bodoh di dunia ini..." Ucapnya dan semakin mempercepat kecepatan terbangnya.