
Disekitar Feng Lei, semua tetua ranah Xiantian menatap Feng Lei dengan rasa terkejut bahkan tak sedikit dari mereka yang tercengang.
Ini seperti mereka telah melihat hal yang sangat mengejutkan dari objek yang mereka lihat saat ini.
"Pa, patriak. Ta, tanganmu..." Seorang tetua dengan lemas menunjuk ke arah tangan kanan Feng Lei, tangan yang ia gunakan untuk mencengkram tangan Ning'er.
Feng Lei segera tersadar dan benar-benar telah merasakannya, merasakan rasa sakit yang luar biasa di tangan kanannya.
Ia secara perlahan mulai melihat tangan kanannya, dan itu telah menunjukkan darah yang terus mengalir ke daratan layaknya air terjun.
Bukan luka sayatan, bukan juga patah tulang. Tapi, tangannya secara nyata telah menghilang, bahkan terpotong dengan rapi.
Tapi, bagaimana ini terjadi?
Hanya dalam beberapa detik? Bahkan tak lolos dari kesadaran seorang Sovereign bintang 6 puncak?
Ya, tentu saja, ini terjadi karena sosok yang lebih mengerikan telah muncul.
Di atas sebuah gedung tinggi, dekat dengan keberadaan Feng Lei, seorang pemuda tampan tampak tersenyum lembut saat dirinya menggendong gadis yang ia cintai di depan dadanya.
"Heh, aku bahkan belum pernah menyentuh kedua bagian itu. Tapi kenapa kau terlalu terburu-buru mendahului tunangannya? Manusia memiliki porsinya masing-masing untuk memiliki wanita dan kau... Telah melebih batas, bajingan sialan..." Ucapnya dengan lembut.
Ning'er yang digendong oleh pemuda ini segera mendongak dan dapat melihat wajah tampan tunangannya lagi.
"Kak Tian Lei?!..." Ning'er berkata dengan senang dan ceria.
Tian Lei menurunkan pandangannya dan melihat ke arah ning'er, wajah tampannya tersenyum lembut ke arah gadis di gendongannya itu.
"Maaf ya, aku terlambat..." Ucapnya dengan lembut dan dibalas anggukan kepala Ning'er.
Tian Lei menurunkan Ning'er di atas puncak bangunan yang ia pijak dan memberikan jubah hitam yang ia pakai pada ning'er untuk menutupi tubuhnya.
"Tunggu disini. Biarkan aku yang menyelesaikan semuanya..." Ucapnya dan ning'er mengangguk.
Semua mata di sekitar Feng Lei dari sebelumnya telah mengarah ke Tian Lei.
Dari tatapan mereka ada perasaan marah dan bingung dengan apa yang terjadi.
Tapi, jika melihat fakta bahwa Ning'er berada di tangannya, maka mereka semua dengan yakin menyimpulkan bahwa Tian Lei lah yang telah memotong tangan kanan patriak mereka.
"Bajingan! Berani sekali kau menyerang patriak kami diam-diam!..." Seseorang tak tahan untuk memarahi Tian Lei.
Tian Lei tersenyum dingin. "Oh? Lalu apa? Jika kalian marah, kemarilah, akan aku layani kalian semua..." Ucapnya sambil memainkan tangannya untuk menantang.
"Semuanya! Dia hanya sendiri, ayo serang dia bersama!!..." Orang yang memarahi Tian Lei tadi segera terprovokasi dan bergerak menyerang bersamaan dengan banyak sosok di belakangnya.
Semua orang bergerak bersama dan mulai mendekati Tian Lei, Tian Lei juga mulai bergerak dan berhenti di tempat tak jauh dari tempat Ning'er.
"Serangan diam-diam ya? Kalau begitu, aku bisa tunjukkan serangan terang-terangan pada kalian!..."
Tian Lei mengangkat tangan kanannya yang telah mengalir kekuatan Petir Hitam.
Langit gelap kemudian dihiasi dengan awan-awan hitam di langit diatas kediaman keluarga Li.
Gemuruh yang mengamuk segera terdengar seolah-olah akan menyambar kapan saja.
Ketika semua sosok yang sebelumnya bergerak ke arahnya telah sangat dekat dengannya, Tian Lei mengeluarkan senyuman puas.
"Amukan Dewa Petir Hitam!!..."
Tian Lei segera mengeratkan kepalan tangannya dan memicu amarah yang menjadi-jadi dari awan guntur diatas langit.
Petir hitam mulai muncul dan secara brutal mulai menyerang ke arah musuh yang mengincar kepala Tian Lei.
Jeder!!! Duar!! Duar!! Bom!!!
Bagaimana tidak, semua ahli itu adalah hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun dan harus berakhir dalam beberapa detik?
Segera setelah amukan hebat ini selesai, semua orang yang berada di dalam area serangan mulai berjatuhan dengan tubuh yang telah menyerupai ubi gosong.
Melihat adegan ini, tubuh Feng Lei segera bergetar hebat, amarahnya benar-benar telah meledak.
"Beraninya kau!!..." Amarah Feng Lei tak terbendung lagi, meskipun telah kehilangan lengannya, tapi dia benar-benar tidak bisa menerima bahwa kekuatan utama sekte nya harus hancur dalam sekejab.
Feng Lei melesat ke arah Tian Lei dengan mengeluarkan kekuatan penuhnya yang ia salurkan ke Pedang Tombaknya.
Tian Lei menanggapi itu dengan wajah dan senyuman santai, tampaknya ia bahkan tak memandang kekuatan dari Feng Lei meskipun ada perbedaan yang jelas diantara mereka.
"Heh."
Tian Lei mendengus untuk meremehkan musuh.
Saat Feng Lei telah berada di atas kepala Tian Lei, dia segera mengayunkan Pedang Tombaknya ke kepala Tian Lei dengan kekuatan penuh.
Melihat serangan ini, Pedang Langit Naga Lava muncul dan mulai di gengam oleh Tian Lei.
"Kemarilah!!..."
Tian Lei tampak bersemangat untuk menghadapi dan menerima serangan Feng Lei.
Bang!!!
Pedang Tombak Feng Lei yang akan memenggal kepala Tian Lei segera ditahan dengan mudah oleh Pedang Langit Naga Lava.
Melihat hal ini, rahang Feng Lei mulai mengeras dan dengan sekuat tenaga ia berusaha mendorong Pedangnya untuk menekan Tian Lei tapi perbedaan kekuatannya cukup jelas disini.
Tian Lei dengan sekuat tenaga mendorong pedang tombak milik Feng Lei dan membuat Feng Lei terdorong mundur.
Dengan kecepatan yang luar biasa, Tian Lei menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba muncul di depan Feng Lei.
Pedang Langit Naga Lava menghilang dan dirinya membuat ancang-ancang untuk meninju.
Buak!!!
Sebuah pukulan mendarat di perut Feng Lei dan membuat Feng Lei memuntahkan banyak darah.
Jika dilihat lagi, ini sama persis dengan adegan Feng Lei yang meninju perut Xiao Hong terakhir kali.
Setelah melayangkan sebuah tinju, Tian Lei segera melakukan gerakan salto dan menendang dada Feng Lei hingga membuat Feng Lei menabrak bangunan dibawah sana.
Dan lagi-lagi, adegan ini juga seperti sebuah balas dendam untuk saudara.
Tian Lei mendarat di dekat bangunan yang ditabrak oleh Feng Lei dan berjalan perlahan-lahan untuk menghampiri Feng Lei.
Dirinya tersenyum remeh. "Hei, bukankah ini terlalu mudah? Apakah rumor bahwa Sekte Petir Ganas akan menguasai seluruh Xibian benar-benar hanya rumor?..."
Tian Lei sangatlah tahu bagaimana kekuatan asli dari Feng Lei, menurut kabar di kehidupannya yang dulu, meskipun Feng Lei hanyalah ahli Sovereign bintang 6, tapi ada sebuah teknik hebat yang dapat memungkinkan untuk membuat Feng Lei bersaing dengan Sovereign bintang 7 atau bahkan bintang 8.
Itu adalah teknik Tubuh Tirani Petir Ganas, kekuatan fisik akan meningkat berkali-kali lipat dan kekuatan dari elemen petir akan ikut meningkat.
Tapi, ada dua syarat mutlak yang harus dipenuhi agar bisa menggunakan kekuatan ini, yang pertama adalah tubuh fisik yang telah ditempa petir selama puluhan tahun, dan yang kedua adalah pembentukan segel tangan untuk membuka formasi pemanggilan petir khusus dari langit.
Syarat yang pertama sudah jelas telah terpenuhi oleh Feng Lei, tapi untuk yang kedua cukup sulit untuk sekarang.
Untuk membentuk segel tangan, tentulah harus memiliki dua tangan utuh dan itu tidak lagi dimiliki oleh Feng Lei.
Itu juga adalah alasan mengapa Tian Lei memanfaatkan ketakjuban mereka yang sebelumnya untuk memotong tangan kanan Feng Lei.