
Dua hari kemudian...
Selama dua hari ini Tian Lei disibukkan dengan kegiatannya dalam meracik pil, tadi malam ia telah selesai membuat pil yang akan ia racik, yakni pil Naga Emas tingkat 6 kualitas sempurna, pil kura kura hijau tingkat 6 kualitas sempurna.
Barang-barang yang akan dibawa oleh Tian Lei kali ini pasti akan menggemparkan seluruh pelelangan nanti.
Pasalnya, walaupun pil yang ia bawa adalah pil tingkat 6, tapi itu memiliki jenis yang langka atau mungkin hanya Tian Lei yang dapat membuatnya.
Pagi ini, Tian Lei bangun lebih awal untuk mendaftarkan pil yang ingin ia lelang di Rumah Dagang Semesta.
Tian Lei merapikan dirinya dan langsung bergegas pergi ke Rumah Dagang Semesta.
.
Sementara itu, di dalam ruangan pemimpin cabang Rumah Dagang Semesta, tampak Jia Xun Li yang merupakan pemimpin disana sedang memikirkan sesuatu.
"Pelelangan akan dilakukan besok. Aku hanya memiliki tiga harta yang layak untuk dilelang. Walaupun tahun ini banyak yang mengirimkan harta, tapi itu semua hanya teknik atau artefak tingkat Kaisar saja. Itu bahkan tidak akan menarik perhatian seorang penguasa kota... Jika saja aku diberi waktu seminggu lagi, mungkin aku bisa membawa beberapa harta lainnya pada pelelangan ini..."
Disaat Jia Xun Li sedang berpikir keras, salah satu bawahannya menerobos masuk ke dalam ruangannya tersebut tanpa permisi.
"Ketua! Di lantai bawah ada seorang pemuda yang hendak memasukkan barangnya dalam lelang!..."
Jia Xun Li melihat ke arah bawahannya dengan acuh tak acuh. "Bukankah itu sudah biasa? Kau urus saja pembayaran untuk mereka. Hanya barang kecil tidak perlu sampai masuk pelelangan kita..."
"Tapi ketua, pemuda ini membawa dua jenis pil tingkat 6 yang sangat berharga, bahkan langka!..." Ucap bawahan tersebut dan membuat Jia Xun Li memberikan sorotan mata yang tajam.
Jia Xun Li melihat ke arah bawahannya dengan serius. "Kau bawa dia kemari. Aku akan berbincang secara langsung padanya..."
"Baik ketua, saya akan segera membawanya kemari..." Bawahan Jia Xun Li itu langsung undur diri.
.
Di lantai bawah, tampak Tian Lei sedang duduk di sebuah kursi yang cukup mewah dengan hidangan teh giok salju yang merupakan jenis teh terbaik ketiga di wilayah reruntuhan kuno.
Saat Tian Lei sedang asik menikmati tehnya dengan santai, bawahan yang melapor pada Jia Xun Li tadi datang menghampirinya.
"Tuan muda Tian, maaf karena saya telah lama menghabiskan waktu anda. Ketua kami sangat tertarik dengan anda. Saya tidak tahu apakah tuan muda Tian memiliki waktu yang luang untuk bertemu dengan ketua saya?..."
Tian Lei meletakkan gelas teh tadi di meja di sebelahnya. "Baiklah. Aku tidak memiliki kesibukan untuk hari ini. Jadi, aku akan menemuinya..."
"Terimakasih tuan muda. Mari ikuti saya..." Ucap bawahan tersebut lalu berjalan di depan Tian Lei dan Tian Lei mengikutinya dari belakang.
Setelah mereka sampai di lantai dua tepat di depan ruangan pemimpin di sana, bawahan tadi berhenti dan mempersilahkan Tian Lei masuk.
"Tuan muda, silahkan masuk..." Bawahan itu berbicara dengan nada yang ramah.
"Baik..." Ucap Tian Lei dan langsung melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.
Di dalam ruangan itu, Tian Lei dapat melihat dengan jelas bahwa Jia Xun Li sedang menunggunya di sana.
"Tuan muda Tian, silahkan duduk..." Jia Xun Li berbicara dengan ramah.
Tian Lei sedikit mengangguk dan duduk di kursi yang ada di sana.
"Tuan muda, bagaimana saya harus memanggil anda?..."
"Panggil aku Tian Lei..."
"Baiklah. Tuan muda Tian, saya mendengar dari bawahan saya bahwa anda ingin memasukkan pil tingkat 6 ke dalam pelelangan kali ini. Apakah saya boleh melihatnya walau sebentar?..."
Tian Lei mengeluarkan sebuah botol pil dari dalam cincin penyimpanannya dan memberikannya pada Jia Xun Li. "Ini adalah pil Naga Emas dan pil kura kura hijau..."
Jia Xun Li meraih botol pil dari Tian Lei dan mencium aroma kedua jenis pil yang ada di dalamnya.
Aroma dari kedua pil itu sangatlah nikmat dan harum, Jia Xun Li terlihat sangat mendalami aroma yang sangat khas tersebut.
Ia kemudian membuka matanya perlahan. "Ini adalah pil yang sangat luar biasa, kekuatan dan pengendalian api dalam meraciknya pasti sangat luar biasa. Aku penasaran, siapa yang bisa membuat pil seperti ini. Apakah ini benar-benar buatan anda?..."
"Ya, itu memang pil buatanku. Apakah anda meragukan kemampuan tuan muda ini?..."
"Tidak. Saya tidak berani meragukan kemampuan dari tuan muda. Saya hanya penasaran saja. Saya benar-benar tidak menduga, dengan umur yang sangat muda, anda bisa membuat pil seperti ini. Kalau begitu, apakah saya boleh tahu, apa kegunaan dari kedua pil ini?..."
"Hm, benar-benar memiliki kegunaan yang luar biasa. Bagaimana dengan harga? Apakah tuan muda ingin menghargainya dengan koin emas? Atau dengan pertukaran setara?..."
"Sebenarnya, aku menginginkan kedua pil ini untuk ditukarkan dengan Mutiara naga. Apakah bisa?..."
"Mohon maaf tuan muda. Kedua barang ini masih belum menyamai harga dari mutiara naga. Bahkan jika sudah setara, kami telah mengumumkan untuk melelangnya pada pelelangan besok. Jadi, anda hanya bisa memberikan penawaran tertinggi untuk mendapatkannya..."
Tian Lei menghela nafasnya. "Baiklah. Akan aku pastikan untuk memberikan penawaran tertinggi dan mendapatkan Mutiara naga..."
.
Keesokan harinya, Tian Lei bangun sangat pagi untuk mulai memurnikan pil yang akan ia bawa dalam pertukaran di pelelangan nanti.
Tian Lei tidak akan memurnikan pil di kediamannya saat ini, karena itu akan menarik perhatian para ahli yang akan datang pada pelelangan ini.
Tian Lei telah memperhitungkan tempat yang cocok untuknya dalam memurnikan pil, yakni di puncak sebuah bukit dekat dengan kota awan merah.
Setelah Tian Lei sampai disana, Tian Lei langsung duduk bersila di atas sebuah batu yang cukup nyaman untuk diduduki.
Tian Lei mengeluarkan tungku pil jiwa dari dalam tubuhnya dan semua bahan yang ia perlukan dari dalam cincin penyimpanannya.
Setelah semuanya telah siap, Tian Lei muka menyalakan api ungu pada tungku pil jiwa.
Pil yang hendak diracik oleh Tian Lei adalah pil tingkat 7 dan bahan yang diperlukan Tian Lei dalam meracik pil kali ini adalah Ginseng Emas, Akar Rumput Kaisar dan Buah Giok suci yang telah ia kumpulkan tempo hari.
Setelah nyala api pada tungku pil dikira telah cukup, Tian Lei langsung menerbangkan kesemua bahan ke dalam tungku pil jiwa.
Tian Lei terus mengendalikan nyala apinya untuk mengeluarkan esensi herbal dari setiap herbal yang ada di dalam tungku pil jiwa saat ini.
Setelah cukup lama ia mengendalikan nyala api, Tian Lei akhirnya telah selesai mengeluarkan semua esensi herbal dari ketiga herbal tadi.
Tian Lei langsung memadatkan esensi herbal yang telah menyatu di dalam sana dan berhasil membuat sebutir pil yang sangat cantik.
Setelah butiran pil telah terbentuk, Tian Lei langsung menyempurnakan pil tersebut dan terbentuklah dua garis pada permukaan pilnya, yang menandakan bahwa pil tersebut berkualitas menengah.
Tian Lei membuat pil tersebut melayang di atas telapak tangannya dan melihatnya dengan seksama.
Pil yang telah diracik itu sangat cantik dan unik, ia berwarna emas, tapi juga berwarna merah, dan ada perpaduan warna hitam juga.
Setelah melihat pil yang ia buat cukup lama, Tian Lei akhirnya memasukkan pilnya lagi ke dalam cincin penyimpanannya.
"Pelelangan kali ini, aku harus mendapatkan Mutiara naga untuk melepaskan segel teknik itu..."
.
Pelelangan Rumah Dagang Semesta.
Tian Lei kini telah berada di dalam keramaian yang ada di depan tempat pelelangan Rumah Dagang Semesta.
Tian Lei dapat melihat banyak orang-orang kuat disana, walaupun tidak ada satupun ahli ranah Xiantian karena hanya pelelangan yang tidak terlalu besar.
Tian Lei kemudian melirik ke arah kerumunan yang sedang memberi jalan pada seorang pemuda yang lebih tua dari Tian Lei dengan rambut hitam panjang dan juga tinggi badan yang ideal.
Di punggung pemuda itu, tergantung sebuah pedang berat dengan sisi tajam yang cukup besar, kemungkinan itu adalah artefak tingkat Kaisar.
"Wow! Itu adalah Hong Feng! Murid dalam peringkat satu daftar bumi di sekte naga biru. Kabarnya, dia telah mencapai ranah Mahayana bintang 3 dan dia merupakan pengikut setia dari peringkat dua murid dalam daftar Langit, Li Quan..."
"Tak disangka, ternyata dia yang akan datang dari sekte Naga Biru. Apakah ia datang atas perintah Li Quan?..."
"Hm, orang ini memang berbakat, tapi pencapaiannya hanya akan mencapai Immortal..." Gumam Tian Lei.
Saat Tian Lei masih melihat ke arah Hong Feng, Tian Lei tiba-tiba merasakan aura yang sangat kuat diantara orang-orang yang ada di sana.
Tian Lei memutar-mutarkan pandangannya ke segala arah tapi tidak bisa menemukan asal dari aura yang ia rasakan tersebut.
Kemudian sorotan mata Tian Lei yang tajam tertuju pada seorang pria tua yang ia temui tempo hari.
"Dia lagi? Siapa sebenarnya orang tua ini. Kenapa aku begitu familiar?..." Gumam Tian Lei.
Tian Lei kemudian berhenti memperhatikan orang tua tadi setelah semua hadirin telah dipersilahkan untuk masuk.