LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Yang Chen


"Rumput Naga Yang?"


Wajah Tian Lei begitu bersemangat setelah melihat sebuah herbal dengan daun-daun berwarna merah seperti api dan aura naga yang membakar mengelilinginya.


Itu adalah Rumput Naga Yang, sebuah herbal tingkat 8 yang cukup langka bahkan untuk daratan benua tengah.


Tian Lei benar-benar tidak menyangka bahwa akan ada herbal tingkat 8 di dalam gua itu, walau aura yang ia rasakan dulu memang kuat, tapi ia hanya berpikir bahwa itu adalah herbal tingkat 6 atau tingkat 7 saja.


Tian Lei segera menggali tanah tempat herbal itu tumbuh karena herbal Rumput Naga Yang tidak bisa disentuh begitu saja.


Jika bagian tanamannya di sentuh dengan tangan, maka akan membakar tangan kita dengan aura naganya.


Setelah menggali akar dari herbal Rumput Naga Yang, Tian Lei mengeluarkan sebuah peti khusus untuk menyimpan herbal dan memasukkan herbal di tangannya ke dalam peti itu agar tidak membakar barang lain dalam cincin penyimpanannya.


Setelah urusannya telah selesai dengan herbal Rumput Naga Yang, Tian Lei mengalihkan pandangannya ke arah yang lain.


Ia dapat melihat sebuah kerangka manusia yang duduk di singgasana yang megah.


Di belakang singgasana itu, terdapat sebuah tulisan seperti cerita masa lalu dari pemilik gua tersebut.


Dari tulisan di dinding gua itu dapat disimpulkan bahwa lebih dari 10.000 tahun yang lalu ada lima pemuda yang tidak bisa berkultivasi.


Tapi, walaupun mereka tidak bisa melakukan kultivasi karena mereka berbeda dari yang lain, mereka merupakan jenius dalam hal pembuatan pil.


Mereka adalah pemilik dari kekuatan jiwa yang bisa menyuling pil tanpa bantuan energi spiritual.


Kekuatan Jiwa Api Emas!


Berbeda dengan kekuatan jiwa kultivator pada umumnya, mereka memiliki kekuatan jiwa yang bisa membakar sesuatu dan bisa menyuling pil dengan itu.


Bukan hanya bisa menyuling pil, mereka juga bisa menggunakan kekuatan jiwa api emas untuk melakukan pertarungan.


Pada kekuatan tertinggi kekuatan jiwa api emas mereka, mereka dapat bersaing dengan seorang kultivator tingkat Penguasa Agung.


Karena kehebatan mereka dalam pembuatan pil ini, banyak kekuatan besar yang menginginkan mereka.


Hingga pada akhirnya kelima pemuda ini diburu oleh setiap kekuatan besar di benua tengah.


Tapi, pada akhirnya mereka mendapatkan perlindungan dari seorang Kaisar, kaisar yang sangat kuat dan berpengaruh di zaman kuno.


Kaisar Tiandi!


Kaisar Tiandi mengulurkan tangannya pada kelima pemuda ini dan berjanji tidak akan mengambil kebebasan mereka, bahkan ia akan menjamin keselamatan mereka.


Kelima pemuda ini pada akhirnya mengikuti Kaisar Tiandi dan hanya dalam beberapa tahun, mereka bersumpah setia pada Kaisar Tiandi.


Puluhan tahun sebelum pertempuran melawan iblis pecah, Kaisar Tiandi membagi jalan untuk kelima orang ini.


Empat orang termuda di pisahkan dan di perintahkan untuk membentuk kekuatan sendiri di empat benua termasuk benua barat.


Sementara yang paling senior, ia tetap berada di benua tengah hingga akhirnya mati di tangan iblis di tingkat jendral iblis.


Setelah ratusan tahun dari pertempuran itu, sekte dari keempat pemuda ini telah tercipta dan mendominasi masing-masing benua yang di tempati.


Termasuk di benua barat, pemuda yang memegang kekuatan jiwa api emas bernama Yang Chen.


Ia mendirikan sekte Lembah Pengobatan emas yang pernah mendominasi di wilayah reruntuhan kuno.


Tapi pada akhirnya keberadaannya diketahui oleh keluarga Piton Langit yang pernah mengincarnya dulu, dan perperangan tidak terelakkan.


Perperangan di menangkan oleh sekte Lembah Pengobatan Emas dan berhasil memukul mundur anggota Suku Ular Piton Langit yang tersisa.


Tapi, kemenangan itu juga ada harganya. Seluruh anggota sekte Lembah Pengobatan Emas terbantai dan hanya menyisakan Yang Chen sendiri.


Yang Chen lalu mengurung dirinya dan membuat sebuah kolam pelatihan untuk orang beruntung dimasa depan. Dan sumber energi dari kolam itu adalah mayat Hewan Buas Kuno dari patriak Suku Ular Piton Langit di masa lalu.


Begitulah kisah dari dinding gua tertutup, dan di akhiri dengan sedikit informasi.


'Jika Ingin kekuatanku, bukalah peti hitam itu'.


.


Setelah membaca cerita di dinding gua, Tian Lei sedikit menyipit dan merenung.


"Bawahan Kaisar Tiandi lagi? Sekuat apa Leluhur di zaman kuno?..." Gumam Tian Lei.


Tian Lei lalu melirik ke arah kerangka yang duduk di singgasana. "Sepertinya ini adalah kerangka orang yang bernama Yang Chen..."


Tian Lei melihat ke arah peti hitam kecil yang ada di bawah singgasana, dan segera merebahkan tubuhnya.


Ia berlutut di depan peti hitam itu dengan satu kaki di depannya dan mulai membuka peti hitam.


Clak!


Saat peti hitam terbuka, cahaya berwarna emas mulai berhamburan keluar dari sana dan masuk ke dalam dahi Tian Lei.


"Akh!!!" Tian Lei merasakan sakit yang laut biasa karena ada sesuatu yang menembus lautan Spiritual miliknya secara paksa.


Setelah masuk ke dalam lautan spiritual miliknya, Tian Lei tidak menemukan adanya perubahan apapun, kecuali sebuah teratai emas seukuran telapak tangan dengan seluruh kelopaknya yang terbentuk dari api emas sedang melayang di pertengahan lautan spiritual miliknya.


Tian Lei mencoba mendekati teratai emas itu untuk melihatnya lebih dekat.


Setelah dia berada di depan teratai emas, Tian Lei dikejutkan dengan munculnya suara sesosok orang tua.


"Haha, aku tidak menyangka akan ada yang menemukan tempat persembunyian ku..." Ucap suara tua tapi penuh dengan kebijaksanaan.


Tian Lei terkejut mendengar suara itu, ia lalu membalikkan badannya dan melihat sosok pria tua yang tubuhnya terbentuk dari api emas.


"Siapa kau?..." Tanya Tian Lei dengan alis terangkat.


"Hm? Aku adalah Yang Chen. Salah satu dari Lima Kaisar Alchemist. Juga pendiri dari Sekte Lembah Pengobatan Emas..." Ucap sosok tua.


Tian Lei membelalakkan matanya. "Yang Chen?..." Gumamnya dengan pelan setelah mengetahui pria tua di depannya itu adalah salah satu dari lima Kaisar Alchemist yang di ceritakan pada dinding gua yang ia baca tadi.


"Haha, sepertinya kau sudah mengenal siapa aku..." Sosok Yang Chen memainkan janggutnya.


Tian Lei seketika langsung berlutut dengan satu kaki di depan untuk memberikan penghormatan pada Yang Chen.


"Memberi hormat pada Leluhur..." Ucap Tian Lei dengan hormat.


Yang Chen menggeleng dan melambaikan tangannya. "Tidak. Entah kenapa aku merasa bahwa aku tidak layak untuk menerima penghormatan darimu. Apa hubungan mu dengan Kaisar Tiandi?..." Tanya Yang Chen, ia sepertinya sedikit penasaran dengan hak yang ia pertanyakan di akhir.


Tian Lei berdiri dan sedikit menggeleng. "Aku juga tidak tahu. Tapi yang jelas, Kaisar Sun Wu telah memberitahuku bahwa aku menerima warisan Tubuh Kaisar Langit dari Kaisar Tiandi. Bisa dibilang, bahwa aku adalah pewarisnya..." Ucap Tian Lei.


Yang Chen mengangguk. "Ya, aku dapat merasakan sedikit kekuatan tubuh itu darimu. Tapi, kenapa sangat lemah?..."


Tian Lei menghela nafas besar, dan menceritakan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.


"Leluhur, sebenarnya aku telah terluka cukup parah, dan jalur energi spiritual milikku terputus sehingga aku kehilangan energi spiritual ku..." Ucap Tian Lei.


Yang Chen menaikkan alisnya. "Jalur energi spiritual terputus? Itu benar-benar fatal untuk seorang kultivator..." Ucap Yang Chen dengan serius.


Tian Lei mengangguk tapi wajahnya kemudian berubah ceria lagi. "Tapi itu hanya sementara. Karena aku memiliki sebuah resep pil yang bisa menyembuhkan jalur energi spiritual yang terputus. Nama pilnya adalah..."


"Pil Nadi Emas!..." Yang Chen memotong perkataan Tian Lei dengan senyuman samar.


.


[ JANGAN LUPA MENEKAN TOMBOL LIKE. ^_^ ]


UNTUK PARA PEMBACA, HARAP UNTUK TIDAK MENABUNG CHAPTER. KALAU BISA, SAAT SAYA UP SUDAH LANGSUNG BACA. KARENA KALAU KALIAN FAVORIT DAN TUNGGU CHAPTER BANYAK DULU, ITU AKAN SULIT MENAIKKAN LEVEL KONTRAK.


TERIMAKASIH^_^


Kultivasi :


• Penempaan tubuh


• Spirit Bumi


• Spirit Langit


• Yin dan Yang


• Mahayana


• Immortal


• Xiantian


• Sovereign


• Penguasa Agung


• Penguasa Tertinggi


• ???


Teknik dan Artefak :


• Spiritual


• Raja


• Kaisar


• Suci


• Dewa


• Kuno