LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Kaisar Racun, Du Heng Luo


Sementara itu, di wilayah murid dalam sekte Naga Biru, suasana begitu sunyi karena memang malam sudah larut dan banyak murid yang telah beristirahat.


Hanya ada sedikit murid yang masih berada di luar untuk aktivitas masing-masing, entah itu latihan ganda, menyaksikan bintang malam, atau berbincang dengan teman.


Tapi, suasana yang sunyi itu tiba-tiba di isi dengan cahaya hijau yang sangat kuat menembak ke arah langit.


Cahaya itu berasal dari Aula Misi Tetua tempat Tian Lei mengambil misinya yang baru saja ia selesaikan.


Cahaya hijau yang memancar ke langit itu bukanlah hal yang biasa, itu berarti ada yang telah menyelesaikan misi tingkat tetua.


Dan untuk cahaya hijau, itu bukanlah buronan biasa, itu sudah di pastikan buronan kelas atas yang memiliki kekuatan di atas Xiantian bintang 1.


Karena kejadian ini juga, semua tetua yang sedang bertugas langsung bergegas ke arah Aula Misi Tetua.


Di dalam aula itu, Jie Xuan Long yang sedang tiduran di mejanya telah terbangun oleh getaran di aula akibat dari pancaran cahaya hijau tersebut.


Ia lalu melihat ke arah layar kristal yang memuat daftar buronan khusus dan melihat nama Zhi Xing telah dicoret dengan oleh garis darah.


Jie Xuan Long begitu terkejut dengan pemandangan tersebut. "Ini..." Jie Xuan Long tidak sanggup berkata-kata lagi.


Di saat yang bersamaan, para tetua yang berbondong-bondong pergi ke Aula Misi Tetua akhirnya telah sampai.


Mereka segera memasuki aula dan menghampiri tetua Jie Xuan Long dengan cepat karena semangat ingin mengetahui siapa orang yang telah menyelesaikan misi tingkat tinggi seperti itu.


"Tetua Jie. Siapa tetua yang telah menyelesaikan misi ini? Apakah Patriack sendiri yang membunuhnya?..." Tanya salah seorang tetua yang telah berkumpul di depan meja Jie Xuan Long.


Jie Xuan Long melihat ke arah semua orang di depannya, ia mengelus-elus janggutnya dan berbicara dengan serius.


"Untuk identitasnya, aku tidak akan mengatakannya. Tapi, dia bukanlah Patriack ataupun salah satu dari tetua..." Ucap Jie Xuan Long, ia memutuskan untuk tidak membiarkan terlalu banyak perhatian yang ditujukan pada Tian Lei, karena itu sungguh merepotkan.


Semua orang terlihat sangat kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Jie Xuan Long karena gagal mengetahui siapa orang yang telah menyelesaikan misi tersebut.


Tapi, para tetua itu tidak langsung bubar, mereka memutuskan untuk melihat-lihat dan berharap orang misterius tersebut bisa kembali malam itu sehingga mereka dapat mengetahui identitas orang tersebut.


Masih di belakang mejanya, Jie Xuan Long mengelus-elus jenggotnya yang panjang sambil melihat ke arah nama Zhi Xing yang telah tercoret.


Ia sedikit memejam dengan senyuman samar. "Ini masihlah enam bulan, dan dia berhasil membunuh Xiantian bintang 2. Entah cara apa yang ia gunakan. Tapi, anak ini akan memiliki masa depan yang baik. Jika saja dia mengikuti turnamen empat benua dua tahun lagi, mungkin dia akan di terima menjadi murid jenius di sekte besar benua tengah. Dan mungkin saja tiga sekte besar di Lingkaran Surgawi juga akan tertarik padanya..." Jie Xuan Long membatin.


.


Di atap kediaman Li Quan, tampak Li Quan dan Mu Qinlong sedang bersantai sambil menikmati indahnya malam.


Mereka kemudian melihat ke arah keributan yang disebabkan oleh Aula Misi Tetua tadi.


Mu Qinlong mengangkat alisnya saat melihat ke arah tempat yang semulanya seperti bangunan mati, tapi sekarang telah hidup kembali.


"Sepertinya para tetua sangat heboh, ya..." ucap Mu Qinlong.


"Hm, ya, kemungkinan ada yang telah menyelesaikan misi tingkat tinggi. Entah buronan dengan tingkat kultivasi apa yang telah diselesaikan..." Li Quan menanggapi ucapan Mu Qinlong.


Mu Qinlong menoleh ke arah Li Quan. "Benar juga. Enam bulan lagi, kompetisi peringkat langit akan berlangsung. Apakah kau percaya diri bisa mengalahkan Chen Tian?..."


Li Quan tersenyum. "Heh, aku tidak terlalu yakin. Tapi, hasil akhirnya bisa dipastikan bahwa dia tidak akan bisa menang dariku juga... Daripada itu, aku lebih penasaran bagaimana pencapaiannya saat ini..." Setelah mengatakan itu, Li Quan melihat ke arah bintang-bintang di langit.


..


Dia membuka matanya bukan karena kondisinya yang sudah pulih, tapi ia merasakan adanya kehadiran aura yang cukup mengerikan walaupun untuk dirinya.


Tian Lei melirik ke arah sebuah bukit. "Bukankah lebih baik untuk langsung menyapa kami? Kenapa harus terus bersembunyi?..."


Ni Xien dan Yu'er yang sedang berjaga di sekitar Tian Lei segera menoleh ke arah Tian Lei dengan rasa bingung dan heran.


"Kak, Tian Lei ada apa?" Tanya Yu'er.


"Saudara Tian, apakah ada musuh lagi?..." Ni Xien juga bertanya.


Tian Lei menggeleng. "Entahlah. Jika ingin tahu ia musuh atau teman, lebih baik tanya langsung saja..."


Setelah Tian Lei berkata, ia lalu membentuk sebuah tombak dari energi spiritual miliknya dan melemparkannya dengan sempurna ke arah puncak bukit yang ia lihat tadi.


Bang!


Serangan dari tombak Tian Lei tadi ditahan dengan mudah menggunakan sebuah pedang bermata dua yang memiliki warna merah darah dari sosok di puncak bukit.


Sosok itu secara samar tersenyum ke arah tiga orang yang ada di tempat terbuka, ia lalu melompat dan melesat ke arah Tian Lei dan kelompoknya.


Sosok itu melemparkan pedang yang ada di tangan kanannya ke arah Tian Lei.


Melihat ada serangan, Tian Lei membawa kedua temannya menjauh dari tempat itu untuk menghindar.


Bum!


Pedang merah darah menancap di tanah dengan kerusakan yang besar di permukaan tanah di sekitarnya.


Sosok yang melemparkan pedang itu dengan cepat telah sampai di tempat ia melemparkan pedangnya, ia segera mencabut pedangnya dari tanah.


Sosok itu memakai jubah hitam dan memiliki usia yang sama seperti Zhi Xing, wajahnya tidak begitu jelas karena tertutup oleh tudung jubahnya. Sosok itu memutarkan pandangannya dan tersenyum saat ia melihat mayat dari Zhi Xing.


Ia kemudian melihat ke arah Tian Lei dan kelompoknya. "Sejak kapan seorang murid dalam sekte Naga Biru sekuat ini? Apakah kau adalah Chen Tian, atau Li Quan?..." Tanya sosok itu.


Tian Lei dan kelompoknya melihat ke arah sosok itu dengan rasa waspada yang tinggi.


"Apa urusanmu?! Memangnya siapa kau?!" Ucap Tian Lei dengan nada memusuhi.


Sosok berjubah hitam tersenyum. "Heh, sepertinya kau masih baru dalam hal misi ya... Yah, bahkan dua orang yang aku sebutkan namanya tadi juga mungkin tak tahu aku siapa..." Ucapnya, tangan dari sosok itu mulai naik ke atas dan ia membuka tudung jubah yang menutupi bagian kepala serta wajahnya.


"Sekarang, bagaimana? Apakah kau mengenali aku?..." Ucap sosok tersebut setelah ia membuka tudung jubahnya.


Tian Lei seketika langsung membelalakkan matanya setelah melihat wajah dari sosok di depannya.


Wajah dari sosok itu memiliki bekas luka bakar di bagian wajah kanannya dan ada luka tebasan pedang yang menggaris tegak lurus di bagian matanya, tapi sama sekali tidak membuat ia buta.


Rambut orang tersebut berwarna hitam bercampur dengan warna hijau yang dipengaruhi oleh aura di tubuhnya.


"Kau..." Ucap Tian Lei, ia mengeraskan rahangnya.


"Kaisar Racun, Du Heng Luo?!"