
Tiga bulan kemudian.
Di dalam sebuah tanah gersang, tampak Tian Lei sedang berada dalam sebuah pertarungan.
Lawannya saat ini adalah sebuah tubuh energi dengan wujud hewan buas raksasa dengan satu tanduk panjang di kepalanya.
Kekuatan dari tubuh energi hewan buas ini tidak dapat di anggap remeh karena kekuatannya setara dengan seorang ahli Penguasa Agung bintang 5.
Meskipun dengan kekuatan Tian Lei dirinya sudah pasti dapat mengalahkan hewan buas ini, dirinya harus menjalani pertarungan selama lebih dari tiga puluh menit dengan tubuh energi hewan buas tersebut.
Dalam tiga bulan ini, Tian Lei telah berhasil mengumpulkan hampir seribu permata ungu dari seluruh area yang ia kunjungi dalam beberapa waktu ini.
Ia berencana untuk mengumpulkan permata ungu lebih banyak lagi dan akan menyerap semuanya saat jumlah permata ungu tersebut telah cukup untuk membawanya menerobos Penguasa Agung bintang tiga.
.
Bang!!
Tian Lei saat ini meninju tubuh energi hewan buas dengan energi kehancurannya yang luar biasa dan membuat tubuh energi itu terpukul mundur.
Tian Lei kemudian membuat energi kehancuran kembali membara di tubuhnya dan melompat tinggi ke udara untuk melepaskan sebuah serangan terakhir.
Sekarang energi kehancuran yang membara di tubuh Tian Lei kini mulai berputar dengan cepat dan akhirnya membentuk wujud kepala naga raksasa yang menyelimuti tubuh Tian Lei.
Tian Lei segera memajukan tangannya dan membuat kepala naga kehancuran ini segera tertembak ke bawah untuk menyerang tubuh energi hewan buas.
Bang!!!
Kepala naga kehancuran akhirnya berhasil mengenai tubuh energi hewan buas dan membuatnya menghilang hingga hanya menyisakan permata ungu yang memiliki intensitas yang lebih tinggi berkali-kali lipat dari permata ungu yang lain.
Tian Lei mendarat di sebuah lubang besar sebagai dampak dari serangannya tadi dan mulai menurunkan tangannya untuk mengambil permata ungu di tanah.
Tian Lei kemudian tersenyum ketika ia melihat permata ungu itu lebih dekat dengan matanya. "Bagus, dengan semua ini, ku yakin aku akan mampu menerobos bintang 3!..." Ucap Tian Lei dengan senang.
Tian Lei kemudian melihat sebuah bukit tanah gersang yang cukup tinggi dan mulai melesat ke arah puncak bukit tersebut.
Tian Lei kemudian mengeluarkan semua permata ungu yang telah ia kumpulkan dalam dua bulan ini dan duduk bersila di tengah tumpukan permata ungu tersebut.
Sebuah pusaran kegelapan akhirnya muncul di belakang punggungnya dan menunjukkan hisapan yang dapat melahap apapun ke dalamnya.
Tian Lei kemudian mulai menutup matanya dan mulai berkultivasi untuk menyerap ribuan permata ungu di sekitarnya di bantu dengan segel kegelapan tanpa batas di balik punggungnya.
.
Tiga bulan berlalu sejak Tian Lei memulai kultivasi nya untuk melakukan penerobosan ke Penguasa Agung bintang 3.
Sementara Tian Lei yang sibuk untuk meningkatkan kultivasi nya, dalam enam bulan terakhir ini, Sun Tian tidak terlalu fokus untuk mengumpulkan permata ungu sebanyak mungkin untuk meningkatkan kultivasi nya.
Dari awal dirinya menginjakkan kakinya ke tempat ini, Sun Tian telah merasakan getaran pada jiwa kera emas miliknya. Ini seperti ada sesuatu yang memanggilnya di suatu tempat tapi dirinya pun tak begitu jelas dengan lokasi pasti dengan sesuatu tersebut.
Karena itu, Sun Tian menjelajahi setiap tempat dan kini akhirnya ia tampaknya telah menemukan sesuatu yang memanggilnya tersebut.
Tempat yang di arah tatapan mata yang tajam dari Sun Tian ini adalah sebuah area layaknya lubang raksasa dengan kedalaman mencapai puluhan meter. Tempat ini layak untuk di sebut sebagai sebuah benteng.
Sun Tian sebenarnya telah berada di puncak bukit ini dan memperhatikan lubang raksasa sejak beberapa jam yang lalu.
Ia sebenarnya ingin mendekati lubang besar tersebut saat pertama kali melihatnya, tapi ada suatu hal yang membuatnya harus berpikir keras untuk benar-benar mendekati lubang besar itu atau tidak.
Hal yang mengganggu pikiran Sun Tian ini juga sebenarnya tidak begitu jelas, hanya hatinya terasa gelisah seperti jika ia benar-benar mendekatlebih dekat lagi, maka ia akan berhadapan dengan bencana.
Tapi, setelah beberapa jam memantau situasi sembari berpikir dengan keras, Sun Tian akhirnya menghilangkan kegelisahan dalam hatinya dan memutuskan untuk bergerak masuk ke dalam lubang besar di depan sana.
Sun Tian kini langsung melompat dan terbang dengan sangat cepat ke arah pinggir lubang besar dan berdiri di sana dengan tatapan tajam mengarah masuk ke dalam lubang.
Ketika ia baru sesaat menatap ke tengah lubang tersebut, Sun Tian segera melebarkan tatapan matanya dalam keterkejutan.
Di tengah lubang, Sun Tian dapat melihat sebuah tongkat raksasa dengan permukaan seperti tanah hitam retak juga ada magma yang mengalir dalam retakan di permukaan tongkat raksasa tersebut.
Tongkat ini memiliki tinggi delapan meter dengan bagian bawahnya tertancap ke dalam tanah sedalam dua meter, jadi panjang tongkat raksasa ini adalah sekitar sepuluh meter.
Sejak awal Sun Tian menatap dengan jelas tongkat raksasa tersebut, Sun Tian sudah dapat merasakan bahwa tongkat raksasa inilah yang memanggilnya. Dan jelas ini adalah warisan Kaisar Sun Wu!
Di tengah jiwa dan raganya yang sedang bergetar hebat, Sun Tian kini mulai menelan ludahnya dan tanpa sadar mulai melompat masuk ke dalam lubang besar tersebut.
Ketika telah mendarat di lubang besar ini, Sun Tian segera berjalan dengan bersemangat untuk mendekati tongkat raksasa di depan sana.
Hanya berjarak satu meter dengan tongkat raksasa di depannya, Sun Tian kini menatap tongkat raksasa tersebut dengan kagum dan hormat.
Dengan perlahan, Sun Tian pun mulai mengangkat tangannya dan menempelkan telapak tangan kanannya ke permukaan tongkat.
Ketika telapak tangan Sun Tian telah bersentuhan dengan permukaan tongkat raksasa, tongkat raksasa itu pun mulai menunjukkan getaran bahkan sampai menggetarkan tanah di sekitarnya.
Bang!!!
Tepat sebelum getaran tersebut menciptakan sebuah getaran yang lebih kuat, sebuah energi iblis mulai keluar dari dalam tanah tepat di bawah tongkat dan menerjang tubuh Sun Tian hingga ia terlempar ke arah langit dan keluar dari lubang besar tersebut.
Sun Tian segera mengendalikan tubuhnya dan mendarat dengan baik di daratan, ia kemudian menghapus darah di bibirnya dan menatap ke depan.
"Apa-apaan itu?..." Ucap Sun Tian pelan dengan nafas yang sedikit terengah-engah.
Kemudian, aura iblis segera memenuhi seluruh lubang besar dan tiga sosok berkulit merah dengan penampilan yang mengerikan mulai keluar dari lubang untuk berhadapan dengan Sun Tian.
Ketiga sosok ini memiliki wujud layaknya manusia tapi mereka memiliki kulit merah dengan zirah alami yang terbentuk dari energi iblis mereka.
Penampilan mereka mengerikan layaknya monster tapi juga mungkin lebih mengerikan dari monster.
Ketika menatap mereka, hanya ada satu kata yang cocok untuk menggambarkan itu.
Teror!
Saat ini yang di lihat oleh Sun Tian adalah teror yang mengerikan!