LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Informasi Sekte Gerbang Dewa Racun


Sedikit saran, jika bingung karena author udah lama nggak update, disarankan untuk membaca dari bab 192 Season kedua, chapter satu. Hanya saran saja 🙏


.


.


Setelah selesai membantu Xiao Hong melakukan peningkatan dengan buah spiritual jiwa raja hewan buas, Tian Lei segera mengajak kedua sosok yang menemani nya untuk memasuki gua yang ada di bawah bukit kecil tak jauh dari tempat mereka berada.


Ketiga orang ini memasuki gua dan mendapati sebuah ruangan kecil yang di cahayai oleh bebatuan ajaib yang memancarkan cahaya.


Di tengah ruangan dalam gua, Tian Lei dan yang lainnya dapat melihat sebuah meja batu dengan sebuah cincin penyimpanan dengan jenis terbaik yang memuat ruang dimensi yang sangat luas di dalamnya.


Tian Lei mendekati meja batu dan mengambil cincin penyimpanan miliknya itu lalu segera memakaikan nya di jari tangan kanannya.


"Kakak, apa yang ada di dalam cincin itu?..." Tanya Xiao Hong yang penasaran.


Bukan hanya Xiao Hong, meskipun tak berkata apa-apa, raut wajah Jiang Feng sangat jelas menunjukkan bahwa ia juga merasa penasaran akan hal itu.


Tian Lei tersenyum lebar sambil menatap cincin penyimpanan di tangannya yang ia angkat.


"Bukan apa-apa, hanya hasil jerih payah ku di masa lalu yang terus mencari harta karun di peninggalan kuno..." Ucap Tian Lei yang santai.


"Berapa banyak?..." Dengan secepat kilat, mulut Jiang Feng segera bertanya dengan tatapan matanya yang dingin mengarah ke Tian Lei.


Tian Lei tersenyum hangat dan menjawab pertanyaan itu dengan santai. "Tidak banyak, hanya 100 miliar koin emas..."


Mendengar hal ini, kedua sosok di depan Tian Lei segera terkejut dengan ekspresi yang berbeda.


Xiao Hong mulutnya menganga ketika mendengar nominal yang terlampau banyak yang di sebutkan Tian Lei barusan, sedangkan Jiang Feng segera menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya.


Tubuh Jiang Feng bergetar hebat ketika otaknya tengah berpikir keras. "100 miliar? Jika aku menggunakan itu untuk merenovasi Istana Petir Utara ku, bukankah kami akan menjadi yang terhebat di seluruh Zhongjian?..." Ucap Jiang Feng dalam hatinya.


"Guru, ada apa?..." Xiao Hong segera bertanya ketika melihat reaksi tubuh Jiang Feng saat ini.


Jiang Feng segera tersadar, ia menggeleng dan mencoba tersenyum bahkan jika hanya tersenyum pahit. "Tidak, tidak ada apa-apa..." Ucapnya.


Sementara Tian Lei yang melihat Jiang Feng hanya mengangkat alisnya dengan bingung.


"Baiklah. Mari kita keluar dari tempat ini..." Ujar Tian Lei dan Jiang Feng mengangguk.


"Tapi, bukankah kakak belum menyerap buah spiritual yang terakhir?..." Tanya Xiao Hong.


Tian Lei menggeleng. "Tidak sekarang, aku akan menggunakan itu untuk menembus ranah Penguasa Agung dimasa depan..." Ucap Tian Lei dan Xiao Hong mengangguk paham.


Setelah urusan ketiganya di dalam dimensi tersebut telah selesai, mereka bertiga segera meninggalkan tempat tersebut.


Di luar hutan kayu petir, Tian Lei dan Xiao Hong segera berpisah.


Xiao Hong berjalan menuju kediamannya untuk menemui Ning'er dan Xiao Bai, sementara Tian Lei mengikuti Jiang Feng menuju kediamannya untuk membahas sesuatu.


.


Di sekitar kediaman itu, terdapat sebuah taman kecil dengan meja dan tiga kursi batu di pinggir kolam kecil yang memuat bunga teratai yang indah.


Di dekat meja batu itu juga, terdapat sebuah pohon dengan dedaunan merah yang menjadi atap bagi meja batu.


Di taman itu, Tian Lei dan Jiang Feng telah duduk di kursi batu secara berhadapan.


"Jadi, apa yang ingin kau bahas dengan ku saat ini?..." Tanya Jiang Feng.


Tian Lei memejam sejenak dan menghela nafasnya sebelum dirinya menatap Jiang Feng kembali. "Baiklah, langsung ke intinya saja. Aku ingin mengetahui lokasi dari sekte Gerbang Dewa Racun..." Ucap Tian Lei dengan tatapan mata yang serius.


Jiang Feng mengangkat alisnya, ia bingung dan sama sekali tak tahu alasan dari Tian Lei yang menanyakan hal tersebut, karena setahunya Tian Lei sama sekali tak memiliki masalah dengan sekte Gerbang Dewa Racun.


"Untuk apa?..." Tanya Jiang Feng.


"Sekte itu telah menculik teman ku dan juga telah memberikan penghinaan besar terhadap ku. Karena itu, aku harus menghancurkan mereka untuk mengembalikan harga diriku..." Ucap Tian Lei dengan nada bicara yang sangat serius.


Jiang Feng menatap Tian Lei dengan tajam sebentar lalu menghela nafasnya. "Ternyata begitu..."


"Sebenarnya, beberapa waktu yang lalu, aku telah melakukan penyelidikan terhadap sekte ini. Walaupun mereka sekte tertutup, tapi beberapa murid mereka sering sekali keluar untuk mencari kesenangan. Dan hasil dari penyelidikan kami, mereka tampaknya berasal dari wilayah selatan..." Lanjut Jiang Feng.


Tian Lei mengangkat alisnya. "Wilayah selatan? Bukankah itu wilayah kekuasaan dari Sekte Es Agung?..."


Jiang Feng mengangguk. "Ya, melihat mereka sering muncul dikota Awan Hitam, seharusnya sekte mereka bersembunyi di suatu tempat tak jauh dari kota itu..."


Tian Lei memberikan tatapan tajam. "Kota Awan Hitam? Apakah..."


Belum sempat Tian Lei menyelesaikan perkataan nya, Jiang Feng sudah segera menganggukkan kepalanya. "Ya, aku juga memiliki tebakan yang sama. Tempat itu, Wilayah Hutan Kabut Ilusi. Mereka pasti ada disana..." Ucap Jiang Feng.


Tian Lei mengangguk perlahan. "Tapi... Jika kalian benar-benar melakukan penyelidikan, maka seharusnya ada buku yang memuat informasi dan hasil penyelidikan kalian bukan?..."


"Ya..." Jiang Feng mengangguk dengan cepat.


"Tunggu sebentar..."


Sebuah portal ruang segera muncul di belakang Jiang Feng dan menelan Jiang Feng untuk masuk ke dalamnya.


Hanya dalam beberapa detik, Jiang Feng telah muncul kembali dengan sebuah buku tebal di tangannya.


"Ini adalah hasil dari penyelidikan kami..." Ucap Jiang Feng sambil menyerahkan buku tebal di tangannya kepada Tian Lei.


Tian Lei mengambil buku itu dan mulai membuka bukunya lembar demi lembar.


Di dalam buku itu, Tian Lei sudah dapat melihat beberapa gambar dari sosok berjubah hitam yang dicurigai sebagai murid dari sekte Gerbang Dewa Racun.


Tian Lei tersenyum puas lalu menutup buku tersebut. "Baiklah, terimakasih atas bantuanmu. Aku akan mulai mempelajari semua isi buku ini..." Ucap Tian Lei dan Jiang Feng mengangguk.