LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Kedatangan Sosok Lainnya


Setelah beberapa menit kedua sosok di dalam pepohonan besar ini mengadu kekuatan mereka, keduanya tampak sama-sama kelelahan dan berhenti bertarung sejenak dengan masing-masing sosok berdiri di atas dahan pohon besar yang saling berhadapan.


Pria besar di depan sana mulai tersenyum lebar ketika ia sudah mengatur nafasnya dengan baik. "Nak, nama orang tua ini adalah Sun Huo. Kau layak mengetahuinya..." Ucapnya.


Tian Lei kemudian membalas dengan senyuman tipis. "Oh, begitukah? Nama junior ini adalah Tian Lei, mohon bimbingan nya..." Ucap Tian Lei yang sudah menyiapkan ancang-ancang untuk melesat lagi.


Tapi, langkah Tian Lei kemudian berhenti ketika ia menyadari adanya kedatangan orang lain saat itu juga.


Tian Lei kemudian menoleh ke arah keberadaan beberapa orang yang ia rasakan dan melihat sosok pemuda yang mungkin umurnya sekitar 50 tahun sedang berdiri di atas dahan pohon dan ada beberapa orang lainnya juga berdiri di dahan pohon lain di belakang pohon tempat pemuda itu berdiri.


Pemuda ini memiliki rambut emas gelap yang panjang dan mata emas gelap. Di tangan kanannya, ia menggenggam sebuah tongkat emas dengan seekor naga emas yang melilit setiap ujung tongkatnya.


Ada satu hal yang membuat Tian Lei cukup tertarik dengan keberadaan pemuda ini, itu adalah masalah kultivasi.


Yah, pemuda berambut emas gelap ini adalah ahli Penguasa Agung, tepat nya Penguasa Agung bintang 4!


Tian Lei menyipitkan matanya ketika ia telah mengetahui bagaimana kultivasi pemuda tersebut. "Ada dua orang Penguasa Agung yang tidak bisa diremehkan. Lalu ada lima orang ahli Sovereign bintang 5 di belakang. Ini akan menjadi situasi yang sangat sulit..." Ucap Tian Lei dengan tegang di dalam hatinya.


"Ho? Putra suci? Anda sudah keluar dari aula pewarisan Kaisar Sun Wu? Mengapa anda kemari?..." Tanya sosok besar yang sebelumnya menyebut dirinya sebagai Sun Huo dengan nada hormat pada sang pemuda berambut emas gelap meskipun penyampaian nya terdengar santai.


Sang pemuda berambut emas gelap mengangguk pelan. "Yah, aku sudah keluar tiga hari yang lalu dan berhasil menyerap warisan leluhur Kaisar Kera Langit hingga akhirnya kultivasi ku menerobos ke tingkat yang sekarang..." Ucapnya.


Ia kemudian sedikit melirik ke arah Tian Lei dengan tajam. "Sebelumnya aku sebenarnya ingin mendatangi anda di gua tempat anda berlatih. Tapi, beberapa saat yang lalu aku mendengar suara pohon tumbang dan bergegas kemari bersama mereka..." Ucapnya sambil menunjuk ke arah beberapa orang di belakangnya.


"Haha, ternyata begitu..." Ucap Sun Huo dengan senyuman lebar.


Sun Huo kemudian melihat ke arah Tian Lei dan pemuda berambut emas gelap yang kini saling bertatapan dengan tajam.


"Oh? Apakah putra suci tertarik untuk bertarung dengannya? Dia orang yang lumayan kuat, ku yakin anda akan terhibur..." Ucap Sun Huo dengan senyumannya yang semakin melebar.


Mendengar perkataan Sun Huo, Tian Lei pun mengeraskan rahangnya karena merasa kesal setelah dirinya dianggap seperti mainan.


Pemuda berambut emas gelap kemudian mengangguk perlahan. "Yah, aku cukup tertarik..." Ucapnya.


"Namaku adalah Sun Tian, siapa namamu?..." Tanya pemuda berambut emas gelap.


Tian Lei menatap sosok yang bertanya dengan tatapan yang semakin tajam. "Tian Lei, namaku Tian Lei..." Ucapnya dengan dingin.


"Baiklah Tian Lei, aku ingin bertarung denganmu. Jika kau menang, aku akan mengabulkan satu permintaan mu. Jika kau kalah, kau mungkin akan mati..." Ucap Sun Tian dengan dingin dan Tian Lei mulai merubah ekspresi wajahnya.


Tian Lei kini tersenyum lebar seperti menemukan sebuah kesempatan untuk dirinya. "Haha, baiklah jika itu yang anda katakan..." Ucap Tian Lei dengan semangat.


Wuzz! Wuzz!


Bang!


Kedua sosok muda ini secara bersama-sama mulai melesat ke arah satu sama lain dan mengadu benturan senjata mereka.


Setelah benturan senjata terjadi, energi ungu dan energi emas kini saling dorong mendorong di udara dan menciptakan sebuah ledakan yang mendorong keduanya ke belakang secara bersama.


"Boleh juga..." Ucap Sun Tian dengan dingin.


Tian Lei tersenyum. "Itu adalah kata-kata ku!..." Ucap Tian Lei dan kembali melesat untuk menyerang Sun Tian.


Bang! Bang! Bang!


Tapi bahkan setelah beradu serangan beberapa kali ini, keduanya masih tampak seimbang. Dalam hal ini, kekuatan fisik dari Sun Tian tidak dapat diremehkan.


Pada momen ini, Tian Lei mengeratkan genggaman tangannya pada gagang pedang naga kehancuran dan mengalirkan energi kehancuran di sana.


Tian Lei kemudian menebaskan pedangnya dan membuat sebuah energi tebasan pedang yang besar memecah udara.


Bang!


Tebasan pedang tersebut segera di tahan oleh Sun Tian menggunakan tongkat emasnya dan di terdorong jauh ke belakang.


Sun Tian menurunkan tongkatnya dan menatap Tian Lei dengan tajam ketika ia menghapus jejak darah di bibirnya. "Inikah kekuatanmu?..." Ucapnya dengan dingin dan mata emas serta rambutnya mulai bercahaya.


Kemudian, tubuhnya perlahan berubah menjadi lebih besar dan terus membesar sementara tubuhnya mengeluarkan bulu emas.


"Groaa!..." Sun Tian meraung dengan keras ketika dirinya saat ini telah berubah menjadi kera raksasa dengan tinggi sepuluh meter.


Tongkat emas Sun Tian yang sebelumnya juga telah membesar dan di pegang erat oleh tangan kera besarnya.


Bom!!!


Sun Tian menghantam daratan tempat Tian Lei berdiri dengan keras dan menyebabkan kehancuran disana, tapi Tian Lei telah menghindari serangan itu dengan mudah.


Tian Lei yang kini berada di atas dahan pohon akhirnya menatap Sun Tian dengan tajam. "Apa ini? Transformasi tubuh? Kekuatannya meningkat beberapa kali lipat!..." Ucap Tian Lei dengan tegang.


Tian Lei kemudian mengeluarkan segel garis keturunan Kaisar kehancuran surgawi di dahinya dan menggunakan itu untuk meningkatkan kekuatan bertarungnya.


Tian Lei kemudian membuat energi kehancuran membara di tubuhnya dan mengumpulkan seluruh energi kehancuran itu di tangan kanannya.


Tian Lei kemudian melompat tinggi dan menggunakan ancang-ancang untuk meninju tubuh kera besar Sun Tian, ia akan bertaruh dengan satu tinjunya tersebut.


Bang!!!


Tian Lei meninju ke Sun Tian dan Sun Tian membalas tinjuan tersebut sehingga tinju Tian Lei dan kepalan tangan raksasa Sun Tian kini saling beradu.


Krak!


Buak!


Bom! Bom!


Tangan besar Sun Tian tampaknya telah mengalami patah tulang sampai akhirnya di berhasil terdorong jauh ke belakang dengan menyapu pepohonan besar di belakangnya.


Ketika Sun Tian kini masih terkapar di tanah bersama dengan pepohonan tumbang, Tian Lei telah berada di udara di atas Sun Tian dan bersiap dengan energi kehancuran nya untuk menyerang Sun Tian sekali lagi.


Bang!


Ketika Tian Lei hendak melakukan satu pukulan terakhir, sebuah penghalang energi spiritual tiba-tiba muncul dan menghalangi nya.


"Haha, sudahlah. Anak muda, kau telah menang. Sesuai perjanjian mu dengan Sun Tian, kau mendapatkan satu permintaan..." Ucap suara tua yang berasal tak jauh dari tempat Tian Lei dan Sun Tian.


Tian Lei kemudian mengangkat alisnya dan melihat ke arah sebuah dahan pohon lalu ia melihat sesosok orang tua kurus berambut putih sedang berdiri dengan senyuman tenang di wajahnya.


"Siapa kau?..." Tanya Tian Lei penasaran.