
Maaf baru up, jujur saja saya ini suka baca komik, dan jika sudah baca komik kadang imajinasi saya campur aduk, jadi gak bisa lanjutin ceritanya. sekali lagi maaf.
Halo reader semuanya ππ
Jika kalian suka dan ingin author terus up cerita nya, disini author ingin mengajak semuanya untuk memberi dukungan pada author, dengan cara:
Likeπ
share
Favorit β€οΈ
Rate πππππ
Vote poin / koin
Dan jangan lupa untuk komen, agar author dapat memperbaiki cerita yang kurang menarik.
Mau nebak-nebak alur juga boleh.
______________________________________
Setelah beast-beast yang memanjat tadi telah ia kalahkan semua, muncul lagi belasan beast tingkat 4 dan 3 yang telah memanjat naik ke tembok. Belasan beast kera putih bertanduk itu langsung melompat ke arah Yan Lao.
"Groar!..." Auman yang keras keluar dari mulut kera putih bertanduk.
Yan Lao menyalurkan energi spiritual emas ke seluruh tubuhnya dan juga pedangnya, ia memberikan tatapan tajam pada belasan beast yang telah melompat ke arahnya.
"Kalian yang memaksaku!..." Ucap Yan Lao.
"100 pedang suci! Muncullah!..." Teriak Yan Lao lalu muncul 100 bilah pedang berwarna emas di udara.
Keseratus pedang emas itu melayang di udara dengan formasi pedang yang rapi, setelah belasan kera putih bertanduk telah cukup dekat dengannya, Yan Lao langsung menggerakkan keseratus pedang yang melayang di udara.
"Serang!..." Teriak Yan Lao, lalu 100 bilah pedang emas yang ada di udara melesat ke arah belasan beast kera putih bertanduk yang hendak menyerang Yan Lao.
Slash! Slash! Slash!..
Ratusan bilah pedang itu terus melesat dengan cepat memberikan sayatan-sayatan pada tubuh kera putih bertanduk. Mereka bergerak dengan sangat cepat seperti ratusan rudal yang telah mengunci sasarannya.
Setelah belasan kera putih bertanduk itu telah mati, 100 bilah pedang yang ada diudara mulai memudar dan perlahan menghilang dari pandangan.
Yan Lao melirik ke arah Tian Lei yang masih memulihkan energi spiritualnya, ia kemudian berjalan dengan perlahan ke arah Tian Lei.
Tapi, baru beberapa langkah ia berjalan, Yan Lao melihat seekor beast kera putih bertanduk telah memanjat naik ke atas tembok dan melompat ke arah Tian Lei.
"Awas!..." Teriak Yan Lao, ia mempercepat langkah kakinya dan mengeluarkan energi spiritual di tangannya.
Tapi, saat ia masih ditengah jalan, Xiao Bai yang masih dalam wujud anak anjing langsung berubah kembali menjadi Serigala putih.
"Auuu!..." Xiao Bai melolong dengan sangat kuat, lolongan itu bukan lolongan biasa, di dalamnya terdapat energi spiritual elemen es yang sangat kuat.
Lolongan Xiao Bai tadi membentuk gelombang angin dingin dan menyerang kera putih bertanduk yang hendak menyerang Tian Lei. Setelah terkena gelombang angin dingin, kera putih bertanduk itu langsung membeku di udara dan jatuh hingga hancur berkeping-keping.
Yan Lao yang melihat itu hanya terdiam, ia menganga dengan tangannya yang gemetaran. "Jadi seperti itu..." Ucapnya dengan pelan.
Yan Lao berjalan perlahan ke arah Xiao Bai, Xiao Bai pun langsung melihat ke arah Yan Lao.
"A, apakah kau peliharaannya?..." Tanya Yan Lao dengan sedikit rasa ragu dan takut.
Tapi rasa takutnya telah hilang setelah Xiao Bai memberikan ekspresi wajah yang menggemaskan dan bersahabat.
"Wu..." Xiao Bai melolong dengan suara yang kecil dan mengangguk perlahan. Ia duduk di dekat Tian Lei yang masih memulihkan energi spiritualnya dan Yan Lao berjalan mendekatinya lalu duduk di dekat Xiao Bai sambil mengelus-elus bulu Xiao Bai juga.
Beberapa saat kemudian, Tian Lei membuka matanya ia melihat Xiao Bai yang telah berubah menjadi Serigala putih.
"Apa yang terjadi?..." Ucapnya dengan suara pelan.
"Kau sudah selesai rupanya..." Ucap Yan Lao yang melihat ke arah Tian Lei.
Tian Lei melihat ke arah Yan Lao yang ada di dekatnya. "Kau sudah menyelesaikan semuanya ya. Sepertinya kau sudah mengetahuinya. Maaf, aku tiba-tiba terpikirkan sesuatu yang besar dan mempersiapkan energi spiritualku..." Ucap Tian Lei.
"Oh, jadi benar. Kekuatan yang sebelumnya adalah milik serigala ini?..." Ucap Yan Lao.
"Ya, begitulah."
"Dan sesuatu yang besar katamu tadi, itu apa?..." Yan Lao penasaran dengan hal yang direncanakan Tian Lei.
"Bukan apa-apa. Aku hanya ingin membantai semua beast ini dalam sekali serang. Apakah kau memiliki serangan api dengan kerusakan area yang luas?...." Ucap Tian Lei.
"Ya, aku ada serangan meteor..." ucap Yan Lao.
Tian Lei tersenyum. "Itu lebih baik lagi..." Ucapnya.
Tian Lei berdiri dari tempat duduknya, Yan Lao melihat Tian Lei dan langsung bertanya. "Saudara, siapa namamu?..." Ucap Yan Lao.
Tian Lei mengarahkan pandangannya ke arah Yan Lao dengan alisnya yang terangkat sebelah. "Kenapa?..." Ucapnya.
"Ya, aku hanya ingin tahu. Kita telah berjuang bersama tapi sama sekali tidak mengetahui nama masing-masing..." Ucap Yan Lao.
"Oh, namaku Tian Lei. Dan dia adalah Xiao Bai. Bukan peliharaan ku tapi temanku..." Ucap Tian Lei.
"Baiklah, aku akan memanggilmu saudara Tian. Dan namaku adalah Yan Lao..." Ucap Yan Lao.
"Hm, marga Yan? Apakah kau dari tempat itu?..." Ucap Tian Lei.
"Jadi kau benar-benar berasal dari sana? Padahal aku hanya menebak-nebak saja..." Ucap Tian Lei.
Tian Lei kemudian berjalan menuju pinggiran tembok ia melihat ke arah ratusan beast yang ada di luar tembok, Yan Lao dan Xiao Bai juga ikut berdiri lalu menghampiri Tian Lei.
Tian Lei menoleh ke arah Xiao Bai. "Xiao Bai. Apakah tidak apa-apa?..." Tanya Tian Lei.
"Wuu!..." Xiao Bai melolong dengan ekspresi senang.
"Bagus..." Ucap Tian Lei, ia menyipitkan matanya dan melihat ke arah gerombolan beast yang ada di depan tembok. "Aku masih memiliki 6 menit untuk menggunakan kekuatan dari Xiao Bai. Harus digunakan dengan baik." Pikir Tian Lei.
Tian Lei menghisap energi spiritual yang sangat kuat dari dalam tubuh Xiao Bai dan kekuatannya tiba-tiba naik menjadi Mahayana bintang 2 dan Xiao Bai turun menjadi Beast tingkat 3.
Tian Lei kemudian saling menggenggam tangan kanan dan tangan kirinya, ia menyalurkan energi spiritual berwarna emas ditangannya. Ia mulai membacakan sesuatu yang rumit dan sulit untuk dimengerti.
"Segel Gunung Suci! Bentuk sempurna!..." Teriak Tian Lei.
Kemudian muncul sebuah lingkaran segel yang luar biasa besar di atas udara, dari dalam lingkaran segel itu keluar sebuah gunung berwarna emas yang sangat besar dan sangat tinggi tepat di atas ratusan beast yang ada di depan tembok kota teratai putih.
Yan Lao membelalakkan matanya. "Kuat sekali..." Ucapnya dengan pelan.
"Perintahkan semua pasukan kota untuk mundur!..." Teriak Tian Lei.
"Baik!..." Ucap Yan Lao.
"Semua pasukan kota dan kultivator yang ada dibawah sana! Cepat naik ke atas tembok jika tidak mau mati!..." Teriak Yan Lao.
Semua pasukan kota dan kultivator yang mendengar teriakan Yan Lao langsung berlari mendekati tembok dan melompat dengan sangat cepat naik ke atas tembok.
"Lalu apa?..." Tanya Yan Lao.
"Cepat keluarkan teknik meteor milikmu! Usahakan untuk menempatkannya di bawah gunung suci yang aku keluarkan!..." Ucap Tian Lei, ia masih berusaha keras untuk menahan timbal balik dari Segel Gunung Suci yang ia keluarkan di ketinggian.
"Baik!..." Ucap Yan Lao.
Yan Lao kemudian mulai mengeluarkan teknik miliknya, ia membacakan sebuah kalimat untuk mengeluarkan teknik Segel Meteor Penghancur Bumi.
"Segel Meteor Penghancur Bumi!..." Teriak Yan Lao, lalu muncul lingkaran segel berwarna merah yang hampir sama besarnya dengan segel Gunung Suci, dari dalam lingkaran segel itu kemudian keluar sebuah bongkahan meteor yang sangat besar dan telah terbakar oleh api membara.
"Sekarang!...." Teriak Tian Lei.
"Baik!..." Balas Yan Lao.
Tian Lei dan Yan Lao memperkuat kekuatan pada segel mereka masing-masing, mereka sampai menggertakkan gigi mereka untuk menahan serangan balik dari segel yang mereka bentuk.
"Segel Gunung Suci!..."
"Segel Meteor Penghancur Bumi!..."
"Serang!..."
Teriak Yan Lao dan Tian Lei secara bersamaan, bongkahan meteor yang telah terbakar pun bergerak ke bawah untuk menghantam semua beast yang ada.
Sepersekian detik kemudian, bongkahan meteor telah mencapai permukaan bumi dan langsung menghantam ratusan beast dengan kekuatan yang luar biasa.
DUAR!
Bukan hanya itu saja, meteor raksasa yang telah menabrak bumi juga dihantam oleh Gunung Suci milik Tian Lei, sehingga dampak serangannya menjadi lebih kuat dan luas.
DUAR!
Wuzz!
Semua area yang ada di depan tembok kota sebelah selatan telah menjadi lautan api, dipenuhi asap dan kabut yang tebal.
"Luar biasa!..."
"Ini benar-benar mengerikan..."
"Apakah pemuda itu adalah tahap Mahayana?..."
"Sepertinya begitu..."
Semua orang yang ada diatas tembok saling berbisik dan memuji kekuatan Tian Lei dan Yan Lao yang sangat luar biasa.
Sementara itu, tuan muda dari Yan Lao yang ada di tembok selatan bagian kiri melirik ke arah Tian Lei, "Dia benar-benar luar biasa. Aku penasaran, apakah dia mau menjadi saudara persumpahan ku?..." Ucapnya dengan pelan.
.
Sementara itu, di ruangan yang gelap yang terbuat dari tembok batu, tampak seorang kakek tua sedang berkultivasi dengan sikap duduk bersila di atas kursi batu.
Beberapa saat kemudian, seseorang memasuki ruangan dan mendekati kakek tua tersebut, ia adalah Zi Li Yan, walikota kota teratai putih.
Walikota Zi Li Yan berjalan mendekati kakek tua itu dan kemudian berlutut. "Ayah..." Ucapnya.
"Suara apa itu tadi?..." Ucap ayah dari Zi Li Yan, Zi Lin Feng.
"Sepertinya ada ahli tahap Mahayana yang memberikan bantuan pada kita..." Ucap Zi Li Yan.
"Begitukah? Jadi aku tidak perlu turun tangan?..." Ucap Zi Lin Feng.
"Sepertinya masih harus. Dari aura yang aku rasakan di rumah lelang Jiu. Mereka hanya ada dua orang kultivator Mahayana tingkat 3. Jadi tidak mungkin bagi mereka untuk mengalahkan beast badak api yang memiliki pertahanan yang luar biasa..." Ucap Zi Li Yan.
"Baiklah. Aku akan pergi ke sana saat mendesak saja. Dan kau boleh pergi membantu mereka berdua..." Ucap Zi Lin Feng.
"Baik ayah..." Ucap Zi Li Yan, ia berdiri dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.