
Semua kultivator dan prajurit kota bekerjasama menghadapi gerombolan beast yang ada di depan gerbang luar.
Mereka mengayun-ayunkan pedang mereka dengan kuat dan cepat, aliran energi spiritual telah mengalir di pedang yang mereka genggam dengan erat.
Kebanyakan Beast yang mereka lawan di depan gerbang adalah Beast serigala perak yang semuanya berada di tingkat 2 dan babi hutan api yang memiliki kekuatan tingkat 2 dan beberapa tingkat 3.
Pertarungan itu berlangsung dengan sengit, para kultivator yang membantu prajurit kota sama sekali tidak terlihat kewalahan, karena memang Beast-beast yang ada disekitar mereka paling tinggi hanya di tingkat 3.
Sejauh ini, mereka telah mengalahkan lebih dari 20 beast tingkat 2 yang ada di depan gerbang.
Sementara itu, di atas tembok yang masih kokoh tampak Tian Lei yang sedang berdiri di tembok sebelah kanan, melihat pertarungan sengit yang ada di bawah sana.
Saat ia sedang fokus mengamati, salah satu beast kera putih bertanduk yang ada di tingkat 4 memanjat naik ke atas tembok dan melompat ke arah Tian Lei.
Tian Lei menoleh ke arah beast kera putih bertanduk itu dengan matanya yang tajam, ia kemudian mengeluarkan pedang langit naga hitam dari cincin penyimpanannya.
Tian Lei menggenggam dengan erat pedang itu dengan kedua tangannya, lalu melompat dengan cepat ke arah beast yang hendak menyerangnya.
Slash!....
Tangan kanan dari kera putih bertanduk putus terkena tebasan pedang Tian Lei. Darah terus mengucur deras dari sana, membuat suara keras keluar dari mulut kera putih bertanduk.
"Groar!!...."
Tian Lei mendarat dengan sempurna di atas tembok, sedangkan kera putih bertanduk tadi jatuh dengan tersungkur.
Saat tidak ada rasa waspada dari kera putih bertanduk, Tian Lei menggenggam erat pedang langit naga hitam dengan tangan kanannya, lalu melesat ke arah kera putih bertanduk tadi.
Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan kera putih bertanduk tadi, Tian Lei mengalirkan banyak energi spiritualnya ke pedang Langit naga hitam, lalu menebaskan pedangnya dengan kuat.
Saat tebasan pedang telah dilepaskan dari pedangnya, seekor naga berwarna hitam yang mengerikan muncul dan bergerak ke arah kera putih bertanduk.
Naga itu membuka mulutnya yang besar lebar-lebar, seperti akan memakan kera putih bertanduk yang ada di depannya, saat naga hitam itu telah menabrak kera putih bertanduk dan kemudian menghilang, tubuh dari kera putih bertanduk tadi menghilang dan hanya menyisakan tulang-belulangnya saja.
Semua prajurit yang melihat hal itu terkejut, keringat dingin mengucur di tubuh mereka, walaupun bukan mereka yang menghadapi serangan tersebut.
"Mengerikan!.." itulah kata-kata yang muncul dibenak mereka saat ini.
Bukan hanya mereka, tapi Tian Lei juga ikut terkejut dengan kekuatan tersebut, ia tidak pernah tahu bahwa pedang langit naga hitam bukan hanya nama pedang saja.
"Kekuatan yang begitu besar," Ucap Tian Lei dengan pelan, ia kemudian melihat pedang langit naga hitam yang ada di tangan kanannya.
"Baiklah, karena naga tadi bisa menghilangkan energi kehidupan seseorang, maka aku akan menamai teknik tadi dengan, 'Naga hitam penelan kehidupan'." Ucap Tian Lei.
Saat Tian Lei sedang melihat ke arah pedang ditangan kanannya, dua ekor kera putih bertanduk tingkat 4 yang telah berhasil memanjat di belakang Tian Lei langsung melompat ke arah Tian Lei yang sedang berdiri tanpa rasa waspada.
"Groar..." Kedua beast kera putih bertanduk itu langsung meraung keras saat hampir mendekati Tian Lei.
Tian Lei yang mendengar suara yang mengerikan itu langsung berbalik, tapi ia terlambat karena kedua beast kera putih bertanduk itu telah hampir menyentuh dirinya.
Tian Lei membuka matanya lebar-lebar, ia ingin menghindar tapi benar-benar tidak sempat lagi. Tian lei memegang pedangnya dengan kedua tangannya dengan erat.
Ia memasang aba-aba untuk menahan pukulan dari kedua beast raksasa di depannya, ia menempatkan pedang beratnya di depan wajahnya, mengangkatnya dengan kedua tangannya untuk menahan serangan kedua beast itu.
Tapi, saat Tian Lei telah siap dengan pertahanan yang ia buat, sebuah cahaya berwarna emas menyerupai telapak tangan muncul di udara. Telapak tangan itu semakin menurun dan menurun hingga menghempaskan kedua kera putih bertanduk itu ke atas tembok.
Bom!...
Hempasan dari telapak tangan emas raksasa itu begitu kuat dan membuat tembok itu mengalami sedikit kehancuran.
Kedua kera putih bertanduk itu terjatuh dengan darah yang keluar di hampir seluruh bagian tubuhnya. Setelah mendengar suara dan angin kencang dari hempasan yang kuat didepannya, Tian Lei menurunkan pedang beratnya dan melihat Yan Lao dalam keadaan berdiri menghadap ke arahnya, dan kedua tangannya masih di aliri energi spiritual berwarna emas sama seperti telapak tangan yang tadi.
Yan Lao tersenyum ke arah Tian Lei. "Bukankah saya bilang kita harus bekerjasama?..." Ucap Yan Lao.
Tian Lei menatap Yan Lao, ia mendengus kecil kemudian tersenyum. "Baiklah, untuk mempertahankan tembok ini, kita akan bekerjasama. Tapi, untuk menghadapi beast tingkat 5, aku masih tidak akan melakukannya." Ucap Tian Lei.
"Kau hadapi kiri, aku akan melawan dari kanan." Ujar Tian Lei.
"Baik." Balas Yan Lao lalu melesat ke arah kera putih bertanduk yang ada di bagian kiri, sedangkan Tian Lei ia juga ikut bergerak, ia melesat dengan cepat ke arah kera putih bertanduk yang ada di bagian kanan.
....
"Groar!..." Raungan yang keras keluar dari mulut kera putih bertanduk yang ada di depan Tian Lei.
Ada tiga beast Kera putih bertanduk yang ada di depan Tian Lei, saat melihat Tian Lei yang ada di depan mereka, ketiga kera putih bertanduk itu langsung mengangkat kedua tangannya, dan menghantam tubuh Tian Lei dengan kedua tangan mereka.
Bom!...
Hantaman itu sangat kuat dan cepat, dan membuat lubang besar di lantai tembok bagian atas. Tapi, walaupun hantaman itu kuat dan cepat, Tian Lei sama sekali tidak tergores sedikitpun, karena ia telah menghindar dengan cepat.
Tian Lei menatap ketiga kera putih bertanduk itu dengan tatapan mata yang tajam, ia menyimpan pedang Langit naga hitam ke dalam cincin penyimpanannya, Tian Lei mengeluarkan energi spiritual berwarna merah gelap yang mengelilingi kedua telapak tangannya, semakin lama energi spiritual yang mengelilingi kedua tangannya semakin kuat.
Melihat Tian Lei yang memiliki niat untuk memberikan serangan yang kuat untuk mereka, ketiga kera putih bertanduk itu langsung melompat tinggi dan hendak menghantam tubuh Tian Lei dengan pukulan dari kedua tangan mereka yang kuat dan keras.
Saat momen yang tepat telah ditemukan oleh Tian Lei, yakni saat ketiga beast kera putih bertanduk itu telah berada pada jarak yang cukup dekat dengan Tian Lei, Tian Lei langsung membentuk segel tangannya.
Ia kemudian memajukan segel tangan yang ia bentuk ke arah ketiga kera putih bertanduk yang ada di atas kepalanya.
"Segel Kematian Asura!..." Teriak Tian Lei.
Dari segel tangan yang telah ia bentuk tadi, muncul lingkaran segel berwarna merah gelap dengan simbol rumit yang ada di tengah lingkarannya.
Lingkaran segel itu melesat menembus tubuh ketiga kera putih bertanduk yang ada diudara, dan membuat organ-organ dalam tubuh mereka meledak-ledak.
Hal ini menyebabkan darah mereka keluar dari pori-pori di beberapa bagian tubuh luar mereka.
"Groar!...." Erang ketiganya karena rasa sakit luar biasa yang mereka terima lalu mati dan jatuh ke lantai atas tembok.
Gubrak!
Tian Lei yang melihat pemandangan itu tersenyum puas, walaupun ia juga dalam keadaan yang tidak baik, energi spiritualnya telah terkuras banyak dan membuat nafasnya tidak teratur.
"Untung saja lawanku hanya dua beast tingkat 3 dan satu beast tingkat 4...." Ucap Tian Lei yang sedang duduk bersila di lantai.
Tian Lei melihat ke arah Yan Lao yang sedang menghadapi 4 beast tingkat 4, ia kemudian memejamkan matanya.
"Yan Lao adalah kultivator Mahayana. Jadi, dia tidak akan kewalahan menghadapi beberapa tingkat 4 itu." Ucap Tian Lei lalu lanjut bermeditasi untuk memulihkan energi spiritualnya.
.
Sementara itu...
Yan Lao telah membunuh dua beast kera putih bertanduk tingkat 3, dan sekarang hanya tersisa empat beast tingkat 4 yang berada di depannya.
Ia melirik ke arah Tian Lei yang sedang memulihkan energi spiritualnya, ia menaikkan sebelah alisnya, merasa heran dengan Tian Lei.
"Hanya melawan 2 beast tingkat 3 level tinggi dan satu beast tingkat 4, tapi sudah kehilangan banyak energi spiritual? Apa dia bukan tahap Mahayana? Jadi, kekuatannya yang waktu itu hanya menggunakan sebuah teknik?" Pikir Yan Lao.
Disaat Yan Lao sedang melirik ke arah Tian Lei, salah satu dari keempat beast kera putih bertanduk tingkat 4 yang ada di depannya melompat ke arahnya dan bersiap menghantamnya dengan kedua tangan mereka yang besar.
Yan Lao menatap beast itu dengan matanya yang tajam, ia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya, lalu mengeluarkan energi spiritual api dan mengalirkannya ke pedang yang ada ditangannya.
Yan Lao memajukan kaki kirinya, ia memegang pedangnya dengan kedua tangan dengan erat, saat energi spiritual api yang ada di pedangnya telah benar-benar kuat, dan jarak kera putih bertanduk dengannya sudah sangat dekat, Yan Lao langsung menebaskan pedangnya dengan kuat.
"Tebasan api pembakar raga!..." Teriak Yan Lao dan menebaskan pedangnya. Sebuah tebasan yang dialiri energi api yang membara melesat diudara dan menyerang ke arah kera putih bertanduk.
Wuzz!...
Sesuai dengan namanya, setelah terkena tebasan api pembakar raga, seluruh tubuh dari kera putih bertanduk terbakar habis tanpa menyisakan abu sedikitpun.