
Ketika suara jentikan jari terdengar, telapak tangan Liu Mang yang hampir membunuh semua orang di depannya segera menguap dan memudar.
Hal ini membuat semua orang dipihak Chen Tian terkejut, begitu juga dengan Liu Mang dan para bawahannya.
"Apakah patriak keluarga telah keluar?..." Ucap salah satu tetua keluarga Chen.
Mendengar ini, Liu Mang menjadi cukup tegang dan segera menoleh ke arah suara jentikan jari yang ia dengar secara samar.
"Siapa?!..."
Ketika dia bertanya ke suatu arah, semua orang menoleh ke arah itu dan dapat melihat Tian Lei dan Chen Fei'er berjalan ke arah Chen Tian dan yang lainnya.
"Tian Lei?! Adik?!..." Chen Tian tak bisa menahan rasa keterkejutannya setelah melihat dua sosok ini.
Terlebih lagi pada Tian Lei, dia tak menyangka bahwa perkembangan juniornya ini akan sangat cepat, bahkan sangat sangat cepat.
"Ho? Bukankah patriak Liu sangat keterlaluan? Memanfaatkan ketidakhadiran patriak Chen untuk menaklukkan keluarga Chen? Benar-benar tindakan yang pengecut..." Ucap Tian Lei.
Liu Mang menyipitkan matanya ketika menatap Tian Lei dengan tegang. "Siapa kau?..."
Tian Lei tersenyum mendengar ini. "Yah, mungkin anakmu akan lebih tahu siapa aku..."
Liu Mang melirik ke belakang dan dapat melihat anaknya yang bergetar ketakutan saat melihat Tian Lei.
Dengan raut wajah yang khawatir, Liu Mang mendekati anaknya. "Anakku, ada apa?..."
"Di, dia, dia adalah orang yang mematahkan tanganku. Ayah, kau harus membunuhnya. Tidak! Biarkan aku menyiksanya terlebih dahulu. Aku sangat ingin menyiksanya!!..." Ucap Liu Bai dengan keras.
Sebagai seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya, Liu Mang hanya bisa mengangguk dan menuruti keinginan anaknya.
Dirinya berdiri dan berjalan ke depan dengan tatapan dingin yang menatap Tian Lei yang telah berada di dekat keluarga Chen.
"Nak, aku tak tahu trik macam apa yang kau gunakan tadi. Tapi, kau akan mati hari ini..."
Tian Lei hanya tersenyum ketika mendengar ancaman ini, dia berbalik menatap Liu Mang dan memainkan jarinya untuk menantang.
"Kemarilah. Itupun jika kau memiliki kemampuan..." Ucapnya dengan remeh.
Liu Mang berhasil terprovokasi oleh Tian Lei dan segera melesat ke arah Tian Lei.
Ia mengeluarkan tinju-tinju berat ke arah Tian Lei, tapi Tian Lei dengan sangat mudah menangkis dan menghindari semua serangan yang di tujukan padanya.
Mereka berdua bertarung dengan sengit, meskipun sebenarnya Tian Lei hanya bertarung dengan santai.
Melihat pertarungan yang berpindah di udara, dan kembali terciptanya pertarungan yang luar biasa, para tetua keluarga Chen hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Ini seperti melihat pertarungan kepala keluarga dengan Liu Mang..." Ucap salah satu tetua dan yang lainnya mengangguk.
Chen Lao menoleh ke arah Chen Tian di dekatnya dan segera bertanya. "Chen Tian, apakah kau mengenalnya?..."
Pada saat pertanyaan ini dilontarkan, semua tetua tampak tertarik dan melihat ke arah Chen Tian.
Chen Tian mengangguk. "Ya, namanya Tian Lei, dia adalah juniorku di Sekte Naga Biru. Dia adalah jenius sejati dan berhasil mendapatkan warisan dari Sekte Naga Biru..."
"Baguslah. Akan sangat baik jika memiliki teman sepertinya. Sebaliknya, akan sangat buruk untuk bermusuhan dengannya..." Ucapnya dan semua tetua mengangguk.
Chen Tian tak melanjutkan menonton pertarungan dan menatap adik disebelahnya.
"Adik, bagaimana kau bisa bertemu dengan Tian Lei? Bukankah kau bilang kau ingin menonton kompetisi pil di Dongbu?..."
Chen Fei'er menoleh ke arah kakaknya. "Aku memang menonton kompetisi itu. Tapi setelah itu berakhir aku segera pulang dan bertemu dengan kak Tian Lei di kapal dimensi ruang dan waktu saat aku sedang melarikan diri dari Liu Bai yang ingin melecehkan ku..."
Mendengar hal ini Chen Tian sangat terkejut. "Hah?! Liu Bai ingin melecehkan mu?!..."
Chen Fei'er mengangguk. "Ya, tapi berkat kak Tian Lei, aku bisa selamat dari itu..." Ucapnya.
Chen Tian mengangguk dan berhenti untuk bertanya, ia lalu menatap Tian Lei dalam pertarungan lagi.
"Jadi, itulah mengapa mereka dalam bahaya. Tian Lei tidak bersama mereka..." Ucapnya dalam hati.
.
"Tapak Awan Membeku!..."
Sebuah tapak yang terbentuk dari awan yang mengandung aura dingin segera muncul di langit dan bergerak ke arah Tian Lei.
Tian Lei dengan santai membuka telapak tangannya juga dan memajukan telapak tangannya.
"Tapak Api Hitam!..."
Bang!!!
Kedua serangan bertabrakan dan menyebabkan ledakan di udara, dalam hal ini, Tian Lei memiliki kekuatan yang lebih besar.
Pada akhirnya, Liu Mang kalah dan memuntahkan darah setelah dirinya menghantam daratan.
Liu Mang menghapus darah di bibirnya dan memegang dadanya yang sakit.
Pada saat itu, Tian Lei telah berdiri di depannya dengan telapak tangan yang telah merapat dan kapan saja bisa mengambil nyawanya.
Liu Mang menghela nafas pasrah. "Ka, kau bisa mengambil nyawaku. Ta, tapi... Tolong biarkan anakku hidup. Aku tak sanggup menghadapi ibunya di alam sana, jika tak bisa menepati janjiku padanya..."
Tian Lei menatap Liu Mang dengan tatapan sedikit iba, ia tahu, meskipun banyak sekali sosok yang jahat, tapi ada kalanya orang jahat juga memiliki kebaikan di hatinya.
Tian Lei menghela nafas dan tersenyum, pada saat ini, energi spiritual di telapak tangannya menghilang.
"Meskipun kau jahat, kau masih memiliki kebaikan di hatimu. Aku akan mengampuni kalian. Tapi, dengan ini, aku mengambil alih kekuasaan keluarga Liu. Apakah kau setuju?..."
Alasan Tian Lei untuk mengambil alih kekuasan keluarga Liu bukanlah karena keserakahan, ini akan menjadi salah satu bagian dari aliansi yang akan ia bentuk nanti.
Mendengar jalan keluar yang cukup baik, Liu Mang segera mengangguk setuju.
"Yah, aku setuju..."
Tian Lei tersenyum dan berbalik. "Kau tenang saja. Aku takkan membatasi kebebasan kalian. Hanya saja hentikan permusuhan dengan keluarga Chen, bahkan lebih baik untuk bekerjasama dalam membangun kota ini. Mulai sekarang, keluarga Liu dan Chen akan menerima perlindungan dariku..." Ucapnya saat dirinya berjalan ke arah Chen Tian dan yang lainnnya.