
Wilayah Zhongjian terletak di bagian utara dari daratan utama.
Sebagai wilayah terkuat kedua, wilayah Zhongjian memiliki energi spiritual dengan hukum Sovereign yang lebih kuat dari tiga wilayah lainnya.
Itulah mengapa untuk kalangan sekte besar dengan sumberdaya memadai dapat mengembangkan seorang junior yang bahkan masih berumur dua puluhan tahun untuk memasuki tingkat Sovereign.
Dan juga seseorang di tingkat Sovereign bintang 4 atau 5 yang sangat diagungkan di wilayah lain hanya bisa berakhir menjadi tetua sebuah sekte besar.
Ada Lima kekuatan utama yang menempati wilayah Zhongjian ini, kelima kekuatan itu adalah Sekte Es Agung yang didirikan oleh Dewi Teratai Putih, Istana Obat, Sekte Api Pembakar Langit, Gedung Perdagangan Bintang, dan Istana Petir Utara.
Selain dari kelima kekuatan hebat ini, masih ada kemungkinan bahwa ada kekuatan hebat tersembunyi lainnya, mengingat bahwa Sekte Gerbang Dewa Racun yang begitu kuat juga tak begitu dikenal orang-orang.
.
Membutuhkan waktu sekitar satu setengah bulan untuk Tian Lei dan yang lainnya sampai di salah satu kota wilayah Zhongjian utara.
Setelah sampai di kota pendaratan, keempatnya tak membuang waktu dan segera menuju ke Istana Petir Utara menggunakan portal ruang dan waktu.
Di depan gerbang yang besar, Tian Lei dan yang lainnya mendongakkan kepala untuk melihat sebuah bangunan besar tinggi yang merupakan inti dari Istana Petir Utara.
Ning'er dan Xiao Bai tampak menunjukkan ekspresi takjub bahkan sampai tercengang.
Bagaimana tidak, kemegahan yang mereka lihat saat ini tak bisa ditandingi oleh bangunan-bangunan yang telah mereka lihat di wilayah Xibian.
Bahkan untuk Xiao Hong yang pernah dilatih disini pun juga masih tak bisa menghilangkan ketakjuban atas kehebatan bangunan di dalam tembok.
Disaat ketiganya masih merasa takjub, Tian Lei hanya menunjukkan senyuman sambil berkata dalam hatinya.
"Sudah diperbaiki ya?..."
Dahulu kala, saat Tian Lei terus-terusan dikejar oleh tiga sekte besar, ia bersembunyi di istana petir utara untuk sementara waktu.
Lalu, beberapa waktu kemudian Tian Lei memutuskan untuk pergi melawan tiga sekte karena tak ada gunanya terus bersembunyi seperti yang ia lakukan.
Hal ini tak disetujui oleh Jiang Feng yang telah lama bersahabat dengannya, Jiang Feng sama sekali tidak rela untuk kehilangan temannya tersebut.
Tian Lei dengan santai mengiyakan untuk tinggal tapi dengan satu syarat, Jiang Feng harus menahan dirinya untuk tidak pergi dan Tian Lei akan menahan kultivasi nya di Sovereign bintang 6.
Jiang Feng mengiyakan dan terjadilah pertarungan luar biasa diantara keduanya.
Pertarungan itu sangatlah dipenuhi kekuatan penghancur yang hebat sampai istana yang tampak megah saat ini sempat hancur setengahnya karena pertarungan tersebut.
Berita kehancuran ini terdengar di seluruh Zhongjian dan membuat Istana Obat menertawakan apa yang dialami oleh Istana Petir Utara.
Hal ini bukan karena mereka memiliki sifat yang jahat, tapi karena setengah dari Istana Obat dimasa lalu juga pernah hancur akibat kegilaan Tian Lei.
.
"Ayo masuk..." Ajak Tian Lei.
Mereka lalu mulai berjalan ke arah gerbang masuk yang dijaga oleh dua ahli Xiantian bintang lima yang seharusnya sekelas dengan seorang tetua di tiga wilayah pinggir lainnya.
Salah satu penjaga itu menyipitkan matanya saat melihat ke arah empat sosok yang berjalan ke arah mereka.
"Bukankah orang itu cukup familiar?..." Salah satu penjaga berkata ketika tatapannya terfokus pada penampilan Xiao Hong.
Penjaga yang satunya mengerutkan keningnya sebelum dirinya ikut melihat ke arah Xiao Hong dan ketiga orang yang berjalan disisinya.
Semakin lama dirinya menatap mereka, matanya tampak menyipit untuk menatap mereka dengan tajam.
Ketika telah yakin dengan rasa familiar yang dirasakannya dan temannya, penjaga ini langsung membelalakkan matanya.
"Dia!... Putra Suci!?! Murid langsung dari patriak Jiang?!..." Ucapnya terkejut dan teman disebelahnya juga ikut terkejut.
"Apa?! Putra Suci?! Dia telah kembali ketempat asalnya sejak bertahun-tahun yang lalu. Tidak disangka masih bisa melihat dirinya kembali..."
Saat mereka berdua masih terkejut dengan kedatangan Xiao Hong dan yang lainnya, ada suara yang terdengar oleh mereka berdua dan memerintahkan mereka untuk membawa rombongan Xiao Hong ke suatu tempat.
Dalam beberapa detik setelah berjalan santai, Tian Lei dan yang lainnya telah sampai di depan kedua penjaga.
Sebelum Tian Lei dan yang lainnya bereaksi, kedua penjaga ini telah melakukan langkah lebih dulu dan membungkuk dengan hormat ke arah Xiao Hong.
"Memberi hormat pada Putra Suci..." Ucap kedua penjaga ini dengan hormat.
Xiao Hong mengangkat alisnya dan tertawa kecil. "Haha, kalian masih mengingatku?..."
"Bagaimana mungkin kami melupakan anda. Bagaimanapun setelah pergi bertahun-tahun, tak ada banyak perubahan terhadap anda. Hanya anda terlihat lebih dewasa..." Ucapnya salah satu penjaga dan Xiao Hong mengangguk.
Penjaga yang lain memberi hormat lagi dengan kedua kepalan tangan di depan dada.
"Putra Suci, baru saja, kami menerima perintah dari patriak untuk membawa anda dan teman anda ke kediamannya..."
Xiao Hong mengerutkan keningnya. "Guru tahu aku datang?..."
Mendengar ini Tian Lei sedikit tercengang dan kedua penjaga tersenyum pahit.
"Putra Suci, jangan bercanda. Jangankan anda yang sudah ada di gerbang ini. Bahkan jika anda ada di puluhan kilometer jauhnya, patriak yang Penguasa Agung pasti mengetahuinya..."
Xiao Hong tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Haha, aku lupa..."
"Baiklah. Kalau begitu, tolong antarkan kami..." Ucap Xiao Hong.
Kedua penjaga saling menatap dan mengangguk.
"Semuanya, tolong ikuti saya. Saya akan mengantar anda semua..." Ucapnya dan semua orang mulai mengikuti satu penjaga ini.