
"Tian Lei?!..." Ni Xien segera terkejut dengan kemunculan sosok yang sangat berjasa baginya tersebut.
Tian Lei membuka tudung jubahnya dan menunjukkan senyuman hangat di wajahnya. "Kau benar-benar telah banyak berubah Ni Xien, terutama kekuatan misterius mu ini..." Ucap Tian Lei dengan lembut dan Ni Xien yang masih tergeletak di jalanan hanya bisa tercengang setelah yakin yang datang benar-benar Tian Lei.
Sementara itu, agak jauh dari tempat Tian Lei membanting Ni Xien, ketujuh bawahan Ni Xien segera mengangkat senjata mereka setelah melihat ketua mereka telah di kalahkan.
"Lepaskan ketua kami, dasar bajingan?!!..." Ucap sosok di ranah puncak Xiantian diantara tujuh orang tersebut.
Saat ketujuh orang ini hanya berjarak beberapa meter dari Tian Lei, sosok berjubah hitam yang satunya segera melesat ke arah mereka dan dengan beberapa gerakan tangan yang cepat, sosok berjubah hitam ini telah menerbangkan ketujuh orang tersebut.
Saat tujuh bawahan Ni Xien berjatuhan di jalanan dan merasakan rasa sakit yang luar biasa pada tubuh mereka, sosok berjubah hitam di tengah mereka segera menurunkan tudung jubahnya juga.
Saat sosok berjubah hitam yang kedua ini melepas tudungnya, dapat di lihat sosok Xiao Hong yang melirik orang-orang yang telah ia jatuhkan dengan dingin.
"Kalian tadi mengatakan kakakku apa? Bajingan?..." Tanya Xiao Hong yang kesal.
"Kaisar Perang, tolong hentikanlah. Mereka hanya mencoba membantuku, ini hanya salah paham..." Ucap Ni Xien yang khawatir dengan ketujuh bawahannya yang sekarang tampak seperti orang lumpuh.
Tian Lei melirik Xiao Hong di belakangnya. "Xiao Hong, hentikanlah. Kita tidak perlu membuat banyak masalah..." Ucapnya dan Xiao Hong mengangguk paham.
Tian Lei lalu melihat ke arah Ni Xien yang telah berdiri. "Dan Ni Xien, ayo cari tempat yang layak untuk berbincang..." Ucap Tian Lei dan Ni Xien mengangguk.
.
Di sebuah rumah sederhana di wilayah timur kota Xuan, Tian Lei, Xiao Hong dan Ni Xien telah berada di sebuah ruang tamu sederhana dengan teh yang telah disajikan di atas meja.
Tian Lei melihat ke arah Ni Xien yang baru saja duduk setelah menyiapkan teh. "Kau benar-benar menjadi orang yang berbeda ya, Ni Xien. Dahulu, kau bahkan selalu memanggilku dengan panggilan awalan saudara. Dan sekarang kau telah menjadi orang yang lebih santai dan... Liar..." Ucap Tian Lei.
Ni Xien tersenyum lebar. "Hehe, menurut ku, aku pun harus berubah meskipun hanya sedikit..." Ucapnya dengan hangat.
Tian Lei mengangguk setelah meneguk tehnya, saat ia meletakkan gelas teh di atas meja, tatapan nya yang menatap Ni Xien segera berubah menjadi serius.
"Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur. Tapi Ni Xien, izinkan aku bertanya. Apakah ini adalah murni kekuatan dari kerja kerasmu, atau... Ini adalah kekuatan warisan dari seorang ahli..." Tanya Tian Lei dengan serius.
Mendengar ini, dilihat dari wajahnya, Ni Xien tampak cukup terkejut dan tegang, ia menelan ludahnya dan menoleh ke arah Tian Lei.
Sementara itu, Xiao Hong sama sekali tidak paham dan bingung dengan apa yang dikatakan oleh Tian Lei.
"Kakak, apa maksudmu? Kekuatan warisan apa?..." Tanya Xiao Hong dengan wajah yang bingung.
"Secara umum, kultivator harus bekerja keras untuk mendapatkan kekuatan yang besar. Tapi, ada sebuah teknik dan metode tertentu yang dapat membuat seseorang menjadi kuat dalam waktu yang sangat singkat! Metode ini memungkinkan seorang ahli untuk mewariskan atau memberikan kultivasinya pada keturunan atau siapapun yang ia inginkan. Meskipun sangat luar biasa, penerima kekuatan warisan ini pun memiliki resiko yang besar, bisa saja dirinya lumpuh karena proses pewarisan yang gagal, atau bahkan tubuhnya meledak karena tak sanggup menahan kekuatan yang diwariskan. Karena resiko ini, tidak banyak orang yang mau mewariskan atau bahkan menerima kekuatan warisan. Dan aku curiga, kekuatan layaknya hewan buas milik Ni Xien tadi adalah kekuatan warisan dari seorang ahli. Bukan begitu, Ni Xien?..." Ucap Tian Lei dengan tatapannya yang tajam terus mengarah ke Ni Xien, sementara Xiao Hong mengangguk paham.
Ni Xien menunduk dan mengangguk. "Yah, kau benar. Aku mendapatkan kekuatan jiwa harimau putih ini dari seorang ahli tua di benua selatan..." Ucap Ni Xien pelan dan menunjukkan rasa bersalah pada raut wajahnya.
Tian Lei mengangkat alisnya. "Harimau putih?..." Ucapnya pelan dan sangat tampak bahwa dirinya tertarik dengan hal tersebut.
Tapi, Tian Lei kemudian menggeleng pelan dan memejam, ia lalu menghela nafas sebelum dirinya membuka matanya lagi untuk menatap Ni Xien kembali.
"Baiklah, aku takkan bertanya lagi tentang kekuatan itu. Dan aku yakin bahwa kau tak menggunakan sesuatu yang salah untuk mendapatkan kekuatan tersebut..." Ucap Tian Lei dengan yakin dan Ni Xien mengangkat kepalanya sebelum dirinya mengangguk.
Tian Lei lalu kembali memasang raut wajah serius untuk menatap Ni Xien. "Baiklah. Kembali ke pembahasan utama. Kami akan menyelamatkan adikmu, Yu'er dan aku rasa kaulah yang paling berhak untuk menemuinya pertama kali..." Ucap Tian Lei serius.
Mendengar ini, tatapan mata Ni Xien segera melebar karena terkejut, ia segera menatap Tian Lei dengan serius. "Kapan?..." Tanya Ni Xien dengan nada serius.
Tian Lei tersenyum setelah mendapat respon dari Ni Xien yang sesuai dengan yang diharapkannya. "Sekarang..." Ucap Tian Lei.
Ni Xien mengangguk paham. "Aku akan mengurus beberapa hal lalu kita akan segera berangkat!..." Ucap Ni Xien dengan cepat.
Dan singkat cerita, setelah tiga hari dan setelah Ni Xien berpamitan pada kenalannya disana, ketiga sosok ini segera berangkat untuk menciptakan kisah mereka di Zhongjian selatan!
.
Sekitar satu setengah bulan kemudian, di sebuah kota besar yang bernama kota Awan Hitam, salah satu kedai di kota tersebut terlihat sangatlah ramai.
"Apakah kau telah mendengarnya? Ada sekte besar yang akan menggelar acara?..." Salah seorang pelanggan bertanya pada teman di depannya.
Temannya ini mengangguk. "Ya, sekte itu adalah sekte yang telah bersembunyi sangat lama. Hm, kalau tidak salah, nama sekte itu adalah Gerbang Dewa Racun?..." Balas temannya ini.
"Heh, jika bukan karena sekte Es Agung yang sedang dalam krisis internal, bagaimana mungkin sekte yang tak jelas kekuatannya ini mampu mengambil alih wilayah kekuasaan sekte Es Agung!..." Ucap salah seorang dari mereka dan beberapa orang mengangguk setuju.
"Oh, tidak juga. Ku dengar sekte ini adalah perkumpulan ahli racun. Dan pemimpin mereka bahkan setara dengan puncak Sovereign! Apalagi, kepemimpinan sekte Es Agung sedang kosong setelah Dewi Teratai Putih tiba-tiba menghilang..." Balas yang lainnya yang tak mau menganggap remeh kekuatan dari Sekte Gerbang Dewa Racun.
Di saat beberapa orang ini membahas situasi dari wilayah selatan, di dekat mereka Tian Lei dan dua rekannya telah duduk sambil menikmati hidangan dengan mereka yang menggunakan jubah hitam.
"Kakak, kau sudah dengar yang barusan, kan?..." Xiao Hong segera bertanya setelah ia mendengarkan dengan seksama perbincangan orang-orang yang sebelumnya dan Tian Lei hanya mengangguk.
"Jadi, kita tak perlu susah payah menggunakan strategi yang telah kakak rancang?..." Xiao Hong bertanya sekali lagi dan dengan raut wajah kesal, dirinya kembali mengangguk.
Tian Lei benar-benar kesal saat ini, ia menghabiskan waktu yang cukup panjang untuk mengingat informasi tentang sekte Gerbang Dewa Racun agar dapat menangkap mereka, tapi sekarang mereka malah telah menunjukkan keberadaan mereka dan membuat usaha Tian Lei sia-sia.
Ini sama seperti saat seseorang belajar keras untuk ujian, tapi saat ujian gurunya malah memberikan jawaban cuma-cuma untuk semua orang!
Benar-benar telah melakukan tindakan yang sia-sia dan melelahkan!
"Sialan..." Tian Lei bergumam pelan sebelum dirinya berdiri dari tempat duduk nya.
Ia melirik ke arah sekelompok orang yang sebelumnya berbincang mengenai sekte Gerbang Dewa Racun dan berjalan perlahan ke arah mereka.
Sesampainya di tempat orang-orang tersebut, Tian Lei tersenyum dengan lembut untuk menyembunyikan kekesalannya saat ini.
"Tuan-tuan, baru saja aku mendengar kalian membicarakan sekte Gerbang Dewa Racun, bisa bercerita sedikit tentang mereka?..." Tanya Tian Lei dengan lembut.
Beberapa orang yang berkumpul itu saling bertatapan setelah melihat Tian Lei dengan remeh.
Salah seorang dari mereka kemudian tersenyum licik. "Oi, apakah kau pendatang dari jauh?..." Tanya orang tersebut dengan motif tersembunyi.
Tian Lei mengangguk. "Ya, kami baru saja datang dari daerah pinggiran gurun tak berujung di Zhongjian timur..." Ucap Tian Lei dan hal ini membuat senyuman licik orang tersebut semakin menjadi-jadi.
"Hehe, kalau begitu. Bisakah memberikan sedikit imbalan atas informasi yang kau inginkan?..." Tanya orang tersebut dengan senyuman licik.
Tian Lei yang awalnya tersenyum lembut kini hanya bisa menatap orang yang berbicara dengan tatapan tajam nan dingin.
Ia tidak masalah untuk membayar mereka, namun dirinya pun tak suka jika ada yang mencoba memeras dirinya!
Brakk!!!
Tian Lei memukul meja dengan kuat dan membuat semua orang di meja tersebut kaget dengan tindakan Tian Lei.
Mereka hendak berdiri untuk menantang Tian Lei, tapi niat mereka segera sirna setelah melihat aura kematian dari Tian Lei yang menatap mereka dengan dingin dengan sepasang mata ungunya.
Orang yang sebelumnya berniat memeras Tian Lei segera menelan ludahnya dengan tegang dan tersenyum tegang.
"Tu, tuan muda. Aku barusan hanya bercanda, hanya bercanda. Mana mungkin aku meminta uang hanya untuk informasi umum seperti ini..." Ucapnya dengan panik.
Tian Lei dengan mata ungunya segera menatap pria yang berbicara. "Benarkah? Lalu apa kau bisa berbicara sekarang?..." Ucap Tian Lei dengan dingin.
Pria yang tegang kemudian mengangguk dengan cepat dan mulai menceritakan semua tentang sekte Gerbang Dewa Racun dari awal sampai akhir.
Dalam cerita pria tersebut, Sekte Gerbang Dewa Racun yang sebenarnya berdiri di puncak gunung Duxiang, telah membuka diri untuk dunia luar sejak tiga bulan yang lalu.
Ini di karenakan sekte Gerbang Dewa Racun hendak mengadakan sebuah acara besar yakni pernikahan gadis suci mereka dengan putra dari patriak Sekte Gerbang Dewa Racun yang akan diadakan satu minggu lagi.
Dan untuk memeriahkan acara tersebut, Sekte Gerbang Dewa Racun mulai mengambil alih wilayah kekuasaan pertama mereka yang kini mereka telah menaklukkan sepuluh kota.
Setelah mendapatkan informasi yang ia mau, Tian Lei memberikan ratusan koin emas pada sekelompok orang tersebut dan kembali untuk menghampiri Xiao Hong dan Ni Xien.
Saat duduk, Tian Lei segera menceritakan semua informasi yang baru saja ia dapatkan pada Ni Xien dan Xiao Hong.
"Lalu, apakah kita akan menyerang mereka sekarang?!..." Ni Xien tampak tidak sabar untuk menyelamatkan adiknya.
Tian Lei menggeleng. "Kita akan menyelamatkan Yu'er satu minggu lagi saat hari pernikahan itu berlangsung! Kita akan menghancurkan mereka dan membuat mereka malu dihadapan tamu yang mereka undang dari sepuluh kota!..." Ucap Tian Lei dan Ni Xien mengangguk setuju karena menganggap ide ini jauh lebih baik, begitupun dengan Xiao Hong.
Jangan lupa like dan komen, karena inilah yang membuat saya semangat menulis. lagian pencet like gratis kok, hehe