
Bang!!!
Energi masing-masing sisi mulai bertabrakan dan menciptakan benturan energi darah dan energi biru yang cukup dahsyat.
Bang! Bang! Bang! Bang!
Fang Yuan mengamuk dan menyerang semua musuhnya dengan serangan membabi buta, ini karena meskipun ia telah bertambah kuat dengan membakar satu bintang kultivasi nya, tapi peningkatan kekuatan ini pun memiliki batas waktu.
Tapi, seberapa kuat Fang Yuan mencoba, hasilnya tetap saja sama. Keempat orang pengguna tombak yang menjadi musuhnya ini tampak dapat menyaingi kekuatannya atau bahkan mereka dapat melampaui nya.
"Kekuatan macam apa ini? Aku tahu mereka ini kuat, tapi ini sangatlah jauh dari yang beberapa bulan yang lalu. Seharusnya meskipun mereka bergabung, kekuatannya takkan sejauh ini!..." Pikir Fang Yuan dalam hatinya dengan tegang saat ia mencoba susah patah untuk melawan keempat orang yang juga telah bertambah kuat tersebut.
Sementara itu, Ye Hao yang ada di belakang kini mengambil udara yang lebih tinggi dan menakupkan kedua tangannya di depan dada.
Energi darah menyelimuti tubuh Ye Hao dan mulai membentuk sesuatu di atas kepala Ye Hao.
Beberapa menit kemudian, sebuah tulang telapak tangan raksasa terbentuk di atas kepala Ye Hao dan energi darah menyelimuti nya dengan ganas.
Ini adalah teknik yang diajarkan oleh sosok misterius yang membantu pemberontakan tetua pertama selama ini.
Ye Hao membuka matanya dan menatap ke arah Fang Yuan yang sedang bertarung dengan keempat rekan Ye Hao selama beberapa menit terakhir.
"Semuanya! Menyingkirlah!..." Teriak Ye Hao.
Semua rekan Ye Hao tak berpikir panjang segera mengerti maksud dari Ye Hao dan melesat pergi untuk menjauh dari tempat Fang Yuan.
Fang Yuan yang sedikit kaget dan bingung tak bereaksi apapun lalu ia menatap ke arah langit dan menemukan sesuatu yang mengerikan.
Sebuah tulang telapak tangan raksasa dengan energi darah yang kuat sedang bergerak turun dengan cepat ke arahnya.
Ia tak dapat menghindari serangan ini dan hanya bisa melawannya.
Pedang biru nya bercahaya dan Fang Yuan segera melesat ke atas untuk menghancurkan tulang telapak tangan raksasa tersebut.
Bang!!!
BOMMM!!!
Fang Yuan yang telah melawan tulang telapak tangan itu dengan pedangnya pun gagal dan ia di hantam oleh tulang telapak tangan raksasa tersebut hingga menghantam daratan.
Di daratan, sebagian besar bangunan di suatu area telah hancur menjadi puing-puing batu, dari dalam puing-puing ini, Fang Yuan mulai keluar dengan tubuhnya yang bergetar.
Lalu, saat ia masih belum dapat menstabilkan tubuhnya dan saat ia melihat ke depan, Ye Hao telah berada di depannya dan telah menusukkan pedang merahnya ke perut Fang Yuan.
Ye Hao tersenyum puas ke arah Fang Yuan. "Kami harus berterimakasih pada tuan misterius itu, jika bukan karena dia, kami mungkin akan sangat kesulitan melawanmu saat ini..." Ucap Ye Hao.
Mendengar ini, Fang Yuan tampak marah, tatapan matanya begitu tajam dan rahangnya mulai mengeras dengan ganas.
"Bajingan!..." Teriak Fang Yuan dengan keras dan sekali lagi ia meluapkan energi biru yang sangat besar dari dalam tubuhnya.
Melihat hal ini, Ye Hao segera melompat mundur dan meninggalkan pedang merahnya yang masih tertancap di perut Fang Yuan.
Fang Yuan yang menggunakan amukan terakhirnya pun memegang pedang merah Ye Hao dengan erat dan mencabutnya dengan kuat sampai darah mengucur disana.
Fang Yuan kini tampaknya tak peduli dengan kondisi tubuhnya, yang ia inginkan saat ini adalah membunuh kelima orang di depannya bahkan jika bayarannya adalah kematiannya.
Setelah Fang Yuan melemparkan pedang merah Ye Hao ke arah yang sangat jauh, Fang Yuan mulai mengangkat pedangnya ke arah langit.
Swoshh...
Angin berhembus kencang dan berkumpul di sekitar pedang biru milik Fang Yuan. Energi biru di tubuh Fang Yuan mulai naik dan membentuk badai angin topan dengan pedangnya sebagai sumber dan pusat.
"Bagaimana bisa dia masih memiliki sesuatu yang seperti ini?..." Ucap salah seorang rekan Ye Hao.
Ye Hao tersenyum. "Kalian tenang saja. Ini hanyalah upaya terakhirnya. Dan lagi, dia takkan mampu melakukannya lebih dari ini..." Ucap Ye Hao setelah dirinya merasakan bahwa energi milik Fang Yuan yang terus melemah.
Benar saja, seperti yang di katakan Ye Hao, Fang Yuan sama sekali tak dapat melakukan lebih dari apa yang baru saja ia lakukan.
Energi biru Fang Yuan yang membentuk angin topan kini mulai melemah hingga akhirnya memudar.
Buk!
Fang Yuan pun kini terjatuh dalam keadaan berlutut, ia kini telah kehilangan segalanya, energinya telah habis begitu juga dengan tenaganya, ia sama sekali tak dapat melanjutkan pertarungan lagi.
Energi es biru yang sebelumnya menyelimuti tubuhnya pun menghilang dan menyisakan tubuhnya yang kembali normal.
Ye Hao dan keempat rekannya pun melangkah ke depan untuk menghampiri Fang Yuan yang telah mencapai batasnya.
"Maafkan atas hal ini, Fang Yuan..." Ucap Ye Hao, ia melirik rekannya sebentar lalu mengangguk pelan dengan mata memejam.
Srak!!!
"Huackk!!..."
Fang Yuan memuntahkan darah dari mulutnya setelah keempat rekan Ye Hao menggunakan tombak mereka dan menusuk tubuh Fang Yuan dari empat arah. Satu tombak menusuk bagian perut, satu tombak menusuk bagian punggung dan dua tombak lainnya masing-masing menusuk pundak kiri dan kanan.
Setelah melihat Fang Yuan yang lemah dengan keempat tombak yang menusuk tubuhnya, Ye Hao pun menghela nafasnya.
"Kita pernah menjadi rekan di beberapa misi. Karena itu, aku akan membiarkan mu menikmati waktu terakhir menjelang kematian mu..." Ucap Ye Hao, ia dan keempat rekannya kemudian berbalik dan pergi dari tempat tersebut menuju ke arah pertarungan Zi Bing Yan dengan keempat rekannya yang lain.
Ratusan meter di arah kiri dari tempat pertarungan Fang Yuan dengan Ye Hao dan empat rekannya, tampak Zi Bing Yan dengan mata putih menyala juga segel teratai putih yang telah bersinar tengah menghadapi empat murid elit yang lain.
Ia tampak unggul dalam pertarungan ini meskipun jumlah musuh dan ranah kultivasi musuh masing-masing lebih tinggi satu bintang darinya.
Ini karena ketika segel teratai putih di dahinya telah aktif, maka kekuatan bertarungnya akan meningkat drastis dan jika ia masih dalam batas aman, maka takkan ada efek apapun yang akan di Terima oleh tubuhnya.
Di area pertarungan Zi Bing Yan dengan keempat murid elit, tampak bahwa empat murid elit kini telah membeku di dalam bongkahan es yang menyelimuti tubuh mereka.
Pada saat ini, Zi Bing Yan tampak menarik udara sekitar dan memajukan kedua telapak tangannya.
Wuzz!!!
Gelombang udara dingin maju dan menabrak empat bongkahan es yang membekukan empat murid hingga hancur.
Akibatnya, keempat murid terpental dan beberapa bagian tubuh mereka terluka seperti kaca yang pecah.
Tiga murid elit sudah tak mampu lagi untuk bertarung, sementara satu murid elit masih dapat berdiri.
Zi Bing Yan menatap keempat musuhnya dengan dingin. "Kenapa bajingan-bajingan ini tidak mati-mati?..." Ucapnya dengan kesal, kemudian ia mengeluarkan ratusan paku es yang melayang di udara sekitarnya.
Bang! Bang! Bang!
Ratusan paku es ini kemudian beterbangan dan menyerang ke empat murid elit yang sudah tidak berdaya setelah Zi Bing Yan memajukan tangan kanan nya.
Hasilnya, setelah paku-paku es ini telah habis, keempat murid elit kini telah berakhir dengan keadaan tubuh yang mengenaskan. Entah itu telah mati atau masih hidup, Zi Bing Yan sama sekali tak memperdulikannya.
Zi Bing Yan sekarang melihat ke arah lain yakni ke arah Ye Hao dan empat rekannya membawa Fang Yuan sebelumnya.
"Kuharap senior Fang tidak kalah..." Ucapnya dan hendak terbang untuk menyusul Fang Yuan.
Tapi, sebelum dirinya melesat terbang, suara seorang pemuda yang familiar akhirnya terdengar dan menghentikan langkah Zi Bing Yan.