
"Tuan muda Jiaolong, patriak berkata bahwa tuan muda Tian Lei telah kembali..." Ucap tetua yang menghampiri pemuda di pinggir kolam.
Pemuda yang bernama Xuanming Jiaolong tersebut tersenyum dan berbalik. "Maka izinkan aku merepotkan tetua untuk mengantarku..." Ucapnya dengan bahasa yang ramah.
Tetua di depannya mengangguk. "Lalu, tolong ikuti saya..." Ucap tetua tersebut dan berjalan di depan Xuanming Jiaolong.
Melihat Xuanming Jiaolong mulai pergi dari taman kultivasi, para gadis yang memperhatikan nya sejak lama segera memasang ekspresi kecewa.
Di tengah jalan menuju aula besar tempat Tian Lei dan Jiang Feng berada, Xuanming Jiaolong dan tetua tersebut kemudian berpapasan dengan Xiao Hong dan Ning'er.
Tetua tersebut berhenti sejenak untuk memberi hormat pada sangat putra suci kemudian lanjut untuk mengantar Xuanming Jiaolong.
Di jalan tersebut, Xuanming Jiaolong menatap wajah Ning'er dengan tatapan serius dan membuat Ning'er berbalik menatapnya dengan heran tapi terus saja berjalan.
Xuanming Jiaolong berhenti sejenak dan berbalik untuk menatap punggung Ning'er. "Itukah orangnya? Gadis yang akan ditakdirkan untuk.... Sayang sekali, permata yang begitu indah namun memiliki takdir yang tak cukup baik. Meskipun begitu, senior Tian Lei bisa saja..." Ucapnya dalam hati tanpa melanjutkannya kemudian kembali berjalan untuk menyusul tetua yang mengantarnya.
Di depan aula besar, pintu besar disana mulai terbuka dan Xuanming Jiaolong melangkah masuk untuk menemui Tian Lei dan Jiang Feng.
Melihat Tian Lei dan Jiang Feng berdiri di tengah aula, Xuanming Jiaolong segera menakupkan kedua tangannya dan memberi hormat pada keduanya.
"Junior ini memberi hormat pada kedua senior..." Ucap Xuanming Jiaolong dengan senyuman hangat di wajahnya.
Melihat Xuanming Jiaolong yang memberi hormat pada mereka, Tian Lei dan Jiang Feng hanya mengangguk saja.
Tian Lei dan Jiang Feng kemudian saling bertatapan dan mengangguk bersama.
Kemudian, Tian Lei melihat ke arah Xuanming Jiaolong dan maju selangkah. "Bocah, apa informasi rahasia yang ingin kau beritahukan pada kami? Dan bagaimana kau bisa..."
"Senior Tian Lei, sebelum kita masuk ke dalam pembahasan. Izinkan aku untuk memperkenalkan diri. Namaku adalah Xuanming Jiaolong, aku adalah murid dari Dewa Peramal..." Xuanming Jiaolong segera memotong perkataan Tian Lei sebelum Tian Lei menyelesaikan perkataannya.
Tian Lei mengangkat alisnya tanpa rasa terkejut sama sekali dalam raut wajahnya, ini karena dia memang telah mengetahui identitas Xuanming Jiaolong saat mereka baru pertama kali bertemu.
"Yah, aku sudah tahu itu. Dan lagi, hanya Xuanming Xiangshen dan muridnya lah yang memiliki marga Xuanming di dunia ini..." Ucap Tian Lei saat dirinya tersenyum tipis.
Berbeda dengan Tian Lei yang menunjukkan ekspresi santai, Jiang Feng tampak terkejut dan tidak percaya dengan identitas Xuanming Jiaolong ini. Ia telah membelalakkan matanya dan mulutnya sedikit menganga.
"Ti, Tian Lei, apakah kau yakin dia benar-benar murid sang Dewa Peramal?..." Tanya Jiang Feng.
Tian Lei mengangguk. "Aku sebenarnya telah mengetahuinya sejak kami bertemu beberapa waktu yang lalu..." Ucapnya dan Jiang Feng menelan ludahnya kemudian mulai menghilangkan ekspresi terkejutnya.
Tian Lei lalu menoleh ke arah Xuanming Jiaolong. "Lalu, bagaimana kabar gurumu? Dan bagaimana bisa kau yang sangat ia jaga bisa berkeliaran di dunia luar?..." Tanya Tian Lei.
Xuanming Jiaolong menunduk ketika Tian Lei bertanya demikian, ia kemudian menghela nafasnya dan menatap Tian Lei dengan serius.
"Guru, guruku telah mati..." Ucap Xuanming Jiaolong agak terbata meskipun tatapannya begitu serius.
Setelah mendengar berita kematian Dewa Peramal dari muridnya sendiri, Tian Lei dan Jiang Feng segera terkejut dengan mata yang membelalak.
"Senior, hiks... sebenarnya, bukan hanya guruku yang mati. Hiks... Seluruh kenalan mu di Lingkaran Surgawi bahkan seluruh kekuatan yang ada di Lingkaran Surgawi telah lenyap! Hiks..." Xuanming Jiaolong yang awalnya bersikap tenang segera menangis sejadi-jadinya saat ia mulai berkata demikian.
Wajahnya yang penuh senyuman selama ini bahkan adalah palsu, semua itu adalah senyuman palsu. Dirinya sebenarnya terus menangis tapi ia memaksa dirinya untuk menyembunyikannya dalam senyuman palsunya.
Deg!
Mendengar kata-kata dari Xuanming Jiaolong, Tian Lei terdiam sejenak, nafasnya tiba-tiba menjadi sesak dan jantungnya berdetak kencang.
Ia menelan ludahnya dengan tegang dan menatap Xuanming Jiaolong dengan tatapan yang kejam.
"Apa, apa-apaan itu?! Apa yang kau katakan bajingan! Kau mencoba menipuku hah?! Mana mungkin orang-orang itu bisa mati dengan mudah, dasar sialan!!..." Tian Lei segera menarik kerah baju Xuanming Jiaolong dan berkata dengan kasar padanya.
Amarah Tian Lei benar-benar meluap saat ini, ia tahu Xuanming Jiaolong mungkin takkan berbohong padanya. Tapi, dirinya pun tidak bisa mempercayai bahwa saudara, sahabat, teman dan banyak kenalannya telah mati begitu saja.
Disaat Tian Lei mengamuk pada Xuanming Jiaolong, Jiang Feng dengan cepat segera maju dan memegang pergelangan tangan Tian Lei untuk menariknya mundur.
Kemudian, Tian Lei dengan tatapan dinginnya segera bertatapan dengan Jiang Feng.
"Apa yang kau lakukan dasar sialan?!..." Ucap Tian Lei dengan dingin.
"Berhentilah. Kau pikir kau yang tiba-tiba marah tidak jelas seperti ini akan menyelesaikan masalah?..." Ucap Jiang Feng yang membalas Tian Lei dengan nada dingin.
Tian Lei mendecak kesal dan menarik pergelangan tangannya yang di cengkram Jiang Feng. "Ck, Sialan..." Gumamnya dan berjalan mendekati patung batu.
Buak!!!
Sebuah patung batu segera hancur dengan satu tinju oleh Tian Lei yang sedang mencoba menghilangkan amarahnya.
Jiang Feng menatap Xuanming Jiaolong yang sedang menangis. "Jiaolong, tenanglah. Dan berceritalah perlahan dengan tenang pada kami, agar kita bisa mencerna ini semua dengan baik..." Ucap Jiang Feng yang memegang pundak Xuanming Jiaolong untuk menenangkannya.
Mendengar perkataan Jiang Feng, Xuanming Jiaolong menjadi agak tenang dan mencoba untuk menghentikan tangisannya.
Xuanming Jiaolong mengangguk dan mulai mengelap air mata dan hingusnya.
Setelah melihat Xuanming yang sudah agak tenang, Jiang Feng melihat ke arah Tian Lei yang telah menghancurkan belasan batu.
"Hei Tian Lei, Jiaolong akan bercerita lebih lanjut. Kau dengarkanlah..." Ucap Jiang Feng dan Tian Lei mengangguk tanpa menoleh.
Kemudian, Xuanming Jiaolong pun mulai menceritakan bagaimana klan darah yang sebenarnya memiliki kekuatan yang sangat besar dan memulai perang untuk menguasai dunia ini di mulai dari Lingkaran Surgawi.
Xuanming Jiaolong bercerita dengan detail semua kejadian yang telah terjadi di Lingkaran Surgawi, mulai dari kehancuran lima klan kuno dan seluruh kekuatan yang ada di Lingkaran Surgawi, kematian Dewi Teratai Putih dan gurunya, sampai pengkhianatan tiga sekte besar yang tunduk pada klan darah.
.
AUTHOR BOLEH MINTA LIKE DAN KOMEN NYA GAK? HEHE