
Kota Jiuho berada cukup jauh dari pegunungan Awan Suci, kota itu memiliki penguasa di tingkat Xiantian lapis pertama. Oleh karena itu, kota Jiuho tergolong pada jajaran kota-kota besar di wilayah reruntuhan kuno.
Mereka yang tergolong dalam kota-kota besar, biasanya tidak termasuk ke dalam cakupan kekuasaan oleh kekuatan besar, mereka berdiri kokoh dengan kekuatan mereka sendiri, tapi mereka juga tetap menghormati orang-orang dari kekuatan-kekuatan besar.
Di kabarkan bahwa kota Jiuho adalah salah satu dari beberapa kota kuno yang terbentuk sejak 1000 tahun yang lalu, dia sebanding dengan usia dari kota naga biru dan sekte Naga Biru.
Sekitar satu kilometer dari dinding luar kota Jiuho, tampak tiga sosok muda mudi sedang bergerak di udara menuju ke arah kota Jiuho.
Mereka bertiga adalah Tian Lei, Ni Xien, dan Yu'er yang telah melakukan perjalanan selama seminggu.
"Didepan sana adalah kota Jiuho. Menurut informasi misi yang aku terima, makam Xiantian tempat misiku akan terbuka dalam tiga hari. Kita akan mencari penginapan terlebih dahulu..." Tian Lei menjelaskan kepada kakak beradik di sampingnya saat masih berada di udara.
Kedua sosok lainnya hanya mengangguk saat Tian Lei memberikan penjelasan. Mereka bertiga kemudian turun dari udara dan mendarat di depan gerbang kota.
Saat mereka bertiga mendarat, mata mereka dapat melihat megahnya kota itu walau dilihat dari luar, tembok kotanya juga sangat kokoh berasal dari batuan berkualitas tinggi. Memiliki ketinggian yang sulit untuk di panjat, dan memiliki kelebaran yang sulit untuk di tembus, bahkan ranah Xiantian pastinya akan berpikir dua kali sebelum berhadapan dengan tembok ini.
Mengesampingkan adanya sekte Naga Biru, dilihat dari tembok, luas dan bangunan megah di dalamnya, kota ini memiliki nilai tiga kali lebih baik daripada kota Naga Biru.
Di depan gerbang masuk, orang-orang bagai aliran air sungai terus mengalir masuk ke dalam kota, suara bising yang ramai mengisi aktivitas itu.
Melihat banyak sosok yang telah masuk, Tian Lei menatap kedua rekannya. "Ayo kita masuk juga..." Ucapnya dan memimpin mereka untuk masuk.
Saat masuk pertama kali, Tian Lei memimpin yang lain untuk mencari penginapan untuk mereka bertiga selama beberapa hari. Setelah lama, mereka mendapatkan sebuah kediaman yang mewah dengan tiga kamar di dalamnya.
Setelah itu, Tian Lei memutuskan untuk berjalan-jalan di kota itu, untuk menghibur diri setelah beberapa bulan hanya dapat melihat pemandangan hutan.
Mereka menuju wilayah perdagangan di kota Jiuho, itu terletak di pusatnya. Setelah sampai disana, mereka dapat melihat toko-toko besar berdiri kokoh di sana. Itu adalah aset terbesar kota Jiuho, sebagai sumber penghasilan yang terus mengalir untuk mereka.
Mereka memasuki sebuah bangunan berwarna putih cerah dengan beberapa tingkatan lantai. Itu adalah Gedung Dagang Jiuho, tempatnya artefak Spiritual, teknik dan herbal terlengkap di kota Jiuho.
Ni Xien terlihat sangat bersemangat melihat melihat berbagai macam artefak spiritual tingkat Raja maupun tingkat kaisar yang tersusun rapi di sisi lorong-lorong yang terang.
Sementara Yu'er, dia tampak senang berjalan di samping Tian Lei, dia tampak memeluk lengan Tian Lei dengan perasaan ceria.
Tian Lei ikut tampak senang melihat banyak banyak harta yang ada di sekitarnya yang tampak mempesona.
Ketika mereka sedang melihat-lihat, seorang pemuda dengan pakaian bangsawan berjalan mendekati mereka.
Pakaian bangsawan putih miliknya sangat mewah dan bersinar, itu menyatu dengan wajah tampan, tubuhnya yang tinggi dan rambut silver miliknya.
Pemuda itu dengan tak tau malu memegang tangan Yu'er yang putih dan mulus, berlutut di depan Yu'er dan mencium tangan Yu'er dengan hidungnya, pemuda itu lalu berkata dengan lembut.
"Oh, tuhan. Aku benar-benar tidak mengetahui bahwa ada seorang bidadari yang mendatangi kotaku hari ini..." Ucap pemuda itu dengan aura mempesona yang bisa memikat setiap gadis.
Tian Lei yang melihat itu tampak jijik, sementara Ni Xien aura disekitarnya tampak menunjukkan rasa kesal di hatinya, ia mungkin tidak rela orang asing menyentuh bahkan mencium adiknya sesuka hati.
Tian Lei menatap pemuda yang lebih tua darinya di depan Yu'er. "Tuan, bukankah kau terlalu tua untuk menggoda gadis kecil?..." Tian Lei berucap dan mendapatkan respon dingin dari pemuda di depan Yu'er.
Setelah memberikan sorot mata yang dingin, pemuda itu dengan hebat mengubah raut wajahnya, ia tersenyum ke arah Tian Lei.
Tian Lei mengangkat alisnya. "Oh? Ternyata anak penguasa kota..."
Jiu Xu memberikan senyum seperti senyuman tulus. "Benar. Jika tidak keberatan, bagaimana kalau tuan dan nona mengikuti acara lelang kami..." Ucap Jiu Xu.
"Baiklah, pimpin jalan..." Ucap Tian Lei dengan santai memerintah putra pemilik kota.
Jiu Xu tampak kesal dengan sikap Tian Lei, tapi itu ditutupi oleh senyumannya yang masih terpasang. "Dengan senang hati tuan..." Ucap Jiu Xu, ia melangkah ke depan lebih dulu.
Sementara Tian Lei, Ni Xien, dan Yu'er berjalan di belakangnya.
"Aku benar-benar ingin memotong adik kecilnya..." Rasa kesal Ni Xien benar-benar telah meluap-luap.
Tian Lei melirik Ni Xien. "Sudahlah, anak ini bukanlah orang jahat. Mungkin hanya sering bermain wanita..." Ucap Tian Lei.
..
Mereka berempat dengan cepat telah melalui beberapa lorong di dalam gedung besar, lalu menaiki satu tangga dan sampai di lantai dua.
Dalam aula yang megah, Jiu Xu menghentikan langkahnya dan membuat Tian Lei menaikkan alisnya.
Jiu Xu dengan cepat berbalik. "Itu adalah pintu menuju ruang pelelangan. Dengan membayar 5.000 koin emas untuk setiap orang, kalian bisa mengikuti pelelangan..." Jiu Xu berucap dengan jari telunjuknya mengarah ke sebuah pintu ruangan dengan sebuah meja di sebelahnya.
Tian Lei mengangguk dan memimpin Ni Xien dan Yu'er melangkah menuju meja pendaftaran.
Tian Lei segera membayar semua biaya untuk mereka bertiga dan mendapatkan nomor mereka, yaitu 72, 108 dan 57, itu adalah nomor acak untuk identitas pelelangan.
Setelah mendapatkan papan nomor identitas mereka, mereka bertiga langsung memasuki ruang lelang.
Sementara itu, Jiu Xu berdiri ditengah-tengah lantai kosong tanpa ada seorangpun, ia melihat ke arah Tian Lei dan yang lainnya memasuki ruang lelang.
Dengan tatapan dingin, ia membuka mulutnya. "Hei..." Jiu Xu tampak memanggil seseorang yang bersembunyi.
"Ya, tuan..." seseorang dengan jubah hitam muncul dan berlutut di belakang Jiu Xu.
"Bagaimana? Murid dari sekte naga biru itu apakah dia berperingkat?" Jiu Xu kembali berbicara untuk bertanya.
"Setelah memeriksa data terbaru mengikut sekte naga biru, dia bernama Tian Lei, memasuki sekte sekitar setengah tahun yang lalu dengan tingkat kultivasi Mahayana bintang 5..." Ucap pria jubah hitam dengan hormat.
Jiu Xu tersenyum licik dan dingin. "Ternyata seorang jenius. Tidak baik untuk mengganggunya. Tapi, jika demi gadis cantik, maka itu akan menjadi perkara yang berbeda..." Ucapnya.
"Tapi tuan, bagaimana anda ingin membereskan seorang murid sekte besar? Bukankah itu terlalu berbahaya?..." Pria jubah hitam berbicara dengan khawatir karena ia tahu bagaimana sembrononya tuan muda di depannya ini.
"Kau tenang saja. Karena ia datang kemari, itu artinya dia akan masuk ke dalam makam kuno..." ucap Jiu Xu.
"Maksud anda..."
Jiu Xu tersenyum. "Ya, kita akan membereskannya di sana dan membawa gadis kecil itu ke kamarku..." Ucapnya dan pergi dari sana, bersamaan dengan menghilangnya pria jubah hitam.