
Tian Lei menatap menara besar di depannya dengan senyuman puas, ia tampaknya merasakan apa yang ia inginkan dari dalam menara tersebut.
Zui Zhang Li melihat ke arah Tian Lei dan kembali melihat ke arah menara. "Sekarang masuklah, jika kau bisa mencapai peringkat pertama dalam menara ini, aku akan memberikan gelar sebagai Raja Suci padamu, dengan wewenang yang setara dengan seorang saint..." Ucapnya.
Tian Lei melihat ke arah Zui Zhang Li lalu tersenyum samar, ia kemudian melihat ke arah Ning'er di sebelahnya.
"Ning'er, aku akan masuk..." Ucapnya dan Ning'er segera mengangguk percaya.
Tian Lei menghirup nafas panjang dan membuangnya dengan tenang, ia menatap pintu yang terbentuk dari kekuatan ruang yang besar di depannya dan mulai melangkah maju.
Tian Lei memasuki pintu dan menembusnya lalu menghilang dari tatapan semua orang yang berkumpul di belakangnya.
Tian Lei membuka matanya dan menyadari bahwa dirinya saat ini telah berada di sebuah tempat terbuka yang dikelilingi oleh hutan lebat.
Tian Lei mengeluarkan pedang Langit Naga Lava dan memunculkan aura yang mengerikan dari tubuhnya.
Tian Lei melihat ke arah hutan di depannya dan merasakan tatapan dingin haus darah di dalamnya.
Ia tersenyum dan berkata. "Bisa kita mulai?..." Ucapnya dengan pelan.
Dalam hitungan kurang dari satu detik, semua hewan buas tingkat empat telah melompat keluar dari dalam hutan.
Mereka merupakan hewan buas jenis serigala darah, memiliki bulu-bulu berwarna seperti darah dan aura darah di sekitar tubuhnya.
Dalam pandangan Tian Lei saat ini, ia dapat melihat lebih dari seratus hewan buas serigala darah sedang bergerak ke arahnya.
Tian Lei menyalurkan energi spiritual dalam pedangnya, energi spiritual yang ia salurkan sangat besar, setelah energi spiritual telah cukup, ia mengangkat pedangnya dan menebasnya ke depan.
"Naga Lava! Hancurkan mereka!..."
Naga Lava muncul dari dalam pedang dan mulai meraung keras, dia melesat dengan kecepatan luar biasa dan menabrak tempat yang terdapat banyak hewan buas.
Duar!
Naga Lava meledak dengan kuat dan berhasil membantai banyak hewan buas di sana.
Tulang belulang dan potongan-potongan tubuh dari banyaknya hewan buas telah berjatuhan dari udara dan tempat ledakan sudah di penuhi oleh darah.
Tian Lei melompat tinggi dan menyimpan kembali pedang miliknya k dalam cincin penyimpanannya.
Tian Lei menyalurkan energi spiritual yang sangat besar di tangan kanannya dan tangan kanannya kini telah di kelilingi oleh aura emas yang sangat kuat.
Tian Lei dengan cepat membuat pijakan di udara dan melompat turun seperti rudal, ia mengangkat tangan kanannya dan saat hampir mencapai daratan, Tian Lei melayangkan tinjunya ke arah daratan.
"Pukulan Langit! Tahap ketiga!..."
Boom!
Pukulan dengan kekuatan penghancur yang sangat dahsyat telah mengenai permukaan tanah.
Tanah-tanah mulai retak dan mengeluarkan suara seperti tulang patah di setiap garis retakannya.
Dalam beberapa detik, permukaan tanah mulai naik menjadi bongkahan-bongkahan yang beterbangan ke udara.
Itu adalah dampak dari pukulan Tian Lei yang luar biasa.
Semua hewan buas yang terkena dampak dari pukulan dari Tian Lei telah mati.
Bom! Bom! Bom!
Dalam waktu singkat selanjutnya, bongkahan-bongkahan tanah telah berjatuhan di daratan.
Dan asap-asap berdebu kini telah menutupi seluruh tempat.
Saat hamparan asap berdebu telah tersapu bersih dari sana, tampak Tian Lei berdiri kokoh di tengah-tengah area yang sudah hancur.
Tian Lei tersenyum puas. "Seharusnya ini sudah selesai bukan?..." Ucapnya.
Bahkan belum sampai satu detik saat Tian Lei merayakan kemenangan dengan senyuman, Tian Lei memancarkan tatapan dingin ke arah tumpukan bongkahan tanah yang telah membentuk bukit kecil.
Dalam pandangannya saat ini, Tian Lei dapat melihat kawanan serigala darah yang memancarkan hawa membunuh ke arahnya.
Tian Lei menaikkan alisnya. "Bukankah harusnya sudah selesai?..."
Tian Lei menggeleng. "Baiklah, hanya menambah beberapa serangga..." Ucapnya.
Tian Lei menguatkan pijakannya dan melompat ke arah bukit yang di tempati oleh para serigala yang mengganas.
Tian Lei dengan cepat memegang pedang besarnya yang sudah muncul.
Saat mendarat di tengah-tengah kawanan serigala, Tian Lei mengeratkan genggaman tangannya terhadap Pedang.
Dengan cepat ia memajukan satu kakinya dan membuat kaki lainnya sebagai tumpuan.
Tian Lei mengangkat pedangnya dan mulai memutarkan tubuhnya 360 derajat.
Pedang besar yang ikut berputar mulai mengeluarkan tebasan pedang yang memuat energi spiritual di dalamnya.
Wuzz!
Srak! Srak!
Semua kawanan serigala yang mengelilingi Tian Lei telah tercabik-cabik oleh gelombang tebasan pedang yang di keluarkan Tian Lei.
Potongan-potongan tubuh serigala telah berserakan dengan noda darah yang membanjiri area.
Tian Lei tidak menunjukkan senyuman puas atas hasil yang baru saja ia terima.
Ia melihat ke arah pepohonan yang mengelilingi area yang tidak terkena dampak dari pukulannya tadi.
Tatapannya dingin, alisnya terangkat karena heran. "Apa-apaan ini?..." Ucapnya dengan pelan.
Dalam bayang-bayang dalam mata Tian Lei saat ini, Tian Lei dapat melihat aura permusuhan yang besar dari dalam pepohonan.
Setelah menatap energi mengerikan itu, Tian Lei dapat melihat banyak sekali hewan buas yang mulai keluar dari dalam pepohonan.
Kali ini, bukan hanya serigala darah, tapi banyak hewan buas jenis lainnya juga yang mulai menampakkan dirinya.
Bahkan, tingkatan mereka bukan hanya hewan buas tingkat 4 saja, tapi ada beberapa tingkat 5 di antara mereka.
Di atas bukit, Tian Lei memutar-mutar pandangannya untuk melihat semua hewan buas yang telah mengelilinginya.
"Setidaknya, ada hampir seribu hewan buas..." Ucap Tian Lei, walaupun kata-kata itu sebenarnya menegangkan, tapi ia berbicara dengan tenang.
Tian Lei tersenyum, ia memegang pedangnya lebih erat lagi dan semangatnya mulai membara.
"Baiklah, mungkin cukup menyenangkan..." Ucapnya dan melompat ke arah hewan buas yang ada jauh di depannya.
Tian Lei mengangkat pedangnya dan mulai menghantam tanah dengannya hingga membuat dampak yang besar.
Permukaan tanah mulai hancur dan hewan buas disekitar yang terkena dampaknya mulai tumbang.
Tanpa jeda sedikit pun, Tian Lei melirik ke arah kumpulan hewan buas dan mulai melesat ke arah mereka.
Dengan cepat, Tian Lei memainkan pedang besar yang ada di tangannya dengan cantik dan mulai membantai semua hewan buas di dekatnya satu persatu.
Tian Lei terus mengubah pandangannya dan melakukan gerakan kaki yang pergerakannya sulit untuk di baca.
Darah segar dari tubuh hewan-hewan buas yang telah mati oleh pedang Tian Lei telah menghiasi pertarungan berdarah tersebut.
Dalam pertarungan yang sengit karena perbedaan jumlah ini, Tian Lei telah menghabiskan waktunya selama lebih dari setengah jam.
Berpindah dari tempat satu ke tempat lainnya dengan cepat, sekarang Tian Lei telah membunuh ratusan hewan buas, mungkin sudah lebih dari lima ratus hewan buas yang telah kehilangan nyawanya di pedang Tian Lei.
Tian Lei yang sedikit terengah-engah mulai mengambil langkah untuk melompat mundur, ia menatap kawanan hewan buas di kejauhan dengan bingung.
Tian Lei kini dapat melihat lebih dari seribu hewan buas telah ada di tempat tersebut. Bukan hanya tidak mengurangi jumlah mereka walau setelah membunuh ratusan, bahkan jumlah musuh sekarang telah bertambah lebih banyak.
"Bukankah aku harusnya telah membunuh setengah dari mereka? Mengapa jumlahnya malah semakin banyak?..." Ucapnya.
.