
Setelah aliansi empat surga telah terbentuk secara resmi, semua kekuatan yang tergabung dalam aliansi di haruskan untuk mengirimkan kekuatan utama mereka ke kediaman Istana Petir Utara karena akan di latih secara bersama.
Sejumlah kota dan kekuatan besar lainnya mendapatkan kekosongan atas kekuatan utamanya dan menyisakan sedikit kekuatan untuk melindungi tempat mereka.
Dalam beberapa waktu ini, Jiang Feng yang memimpin aliansi mulai membentuk beberapa tim kuat untuk menyebarkannya ke empat wilayah dan menghancurkan semua cabang dari klan darah.
Tapi, klan darah begitu licik dan kejam, mereka sama sekali tidak memberikan bantuan terhadap cabang mereka dan malah memutuskan untuk memotong ekor mereka.
Dengan hancurnya semua cabang klan darah di empat wilayah, ini memberikan setidaknya sedikit rasa aman bagi semua orang karena musuh mereka hanya terpusat pada satu titik bukan tersebar menjadi banyak titik.
Kini, waktu terlewati dengan cepat, para anggota aliansi telah menjadi satu dan tidak ada yang menyatakan perbedaan satu sama lain.
Semua ahli Penguasa Agung telah bersatu dan menciptakan sebuah formasi spiritual yang sangat dahsyat dengan kekuatan pertahanan yang luar biasa.
Formasi spiritual ini membentuk sebuah penghalang layaknya mangkuk kaca yang mengurung seluruh area dari empat kota bintang dan Istana Petir Utara sebagai pusatnya. Dengan ini, luas dari formasi spiritual ini tidak terbayangkan.
Di ruangan yang penuh dokumen laporan, Jiang Feng tampak sangat sibuk untuk mengurus semua dokumen tersebut, banyak yang harus di tandatangani dan ada juga yang harus membuat nya memikirkan strategi.
Dalam tiga bulan ini, Jiang Feng mungkin tidak terluka sama sekali tapi ia sudah merasakan siksaan yang luar biasa ketika dirinya terkurung dalam ruangan nya tersebut.
"Wah, kau tampaknya sangat sibuk..." Suara pemuda dari arah jendela besar di dekat Jiang Feng tiba-tiba terdengar di ruangan tersebut.
Jiang Feng meletakkan dokumen yang sedang ia urus dan menoleh ke arah sosok yang tak lain adalah Tian Lei.
"Yah, begitulah. Meskipun aku agak kesulitan, tapi Jiaolong kadang-kadang membantu ku disini..." Ucapnya ketika ia saat ini menatap Tian Lei yang duduk di jendela dengan senyuman hangat ke arahnya.
Tian Lei mendengus pelan. "Maaf karena membuat dirimu menjadi pemimpin aliansi ini. Karena itu kau jadi tersiksa seperti ini..." Ucap Tian Lei dengan suara yang lembut dan hangat.
Jiang Feng memejam dengan senyuman dan menghela nafasnya. "Yah, sudahlah. Lagipula ini demi kelangsungan hidup semua orang..." Ucap Jiang Feng dan Tian Lei mengangguk pelan.
Jiang Feng lalu menoleh ke arah Tian Lei dan menaikkan alisnya. "Kau tiba-tiba keluar padahal ini baru tiga bulan sejak kau ber kultivasi secara tertutup. Kau juga belum menembus bintang 3. Apakah ini waktunya?..." Tanya Jiang Feng dengan penasaran.
Tian Lei mengangguk. "Yah, kita tidak boleh berlama-lama. Lagipula aku juga belum cukup yakin dengan keberadaan tempat itu. Entah itu benar-benar ada, atau bahkan itu sebenarnya tidak ada..." Ucap Tian Lei, ia tampaknya cukup frustasi dengan hal tersebut.
Tian Lei lalu menatap Jiang Feng kembali. "Lalu, bagaimana dengan tiga senior? Apakah mereka masih sangat sibuk?..." Tanya nya dengan alis terangkat.
Jiang Feng mengangguk. "Yah, terutama senior Shen, dialah yang sangat sibuk saat ini. Kakekku dan senior Wang sedang melatih murid-muridnya. Lalu, senior Shen meninggalkan Ning'er dalam pelatihan tertutup dan kembali mencari keberadaan peninggalan Kaisar Shenwu..." Ucap Jiang Feng.
Tian Lei mengangguk paham dan tersenyum. "Orang tua itu masih belum menyerah ya? Tampaknya dia sangat yakin bahwa gurunya memang meninggalkan sesuatu sebelum naik..." Ucap Tian Lei dan Jiang Feng tampak menunjukkan raut wajah serius.
"Kuharap itu memang benar-benar ada. Jika benda yang seharusnya di tinggalkan oleh Kaisar Shenwu yang dikatakan oleh senior Shen benar-benar ada, maka kita memiliki peluang menang jauh lebih tinggi..." Ucap Jiang Feng dan Tian Lei mengangguk untuk membenarkan.
Tak lama kemudian, pintu besar ruangan Jiang Feng mulai diketuk seseorang dari arah luar.
"Jiang Feng, bolehkah aku masuk?..."
Mendengar suara yang sangat familiar ini, Tian Lei dan Jiang Feng kini saling bertatapan dengan raut wajah serius dan kemudian keduanya mengangguk bersama.
Suara ini tak lain adalah milik Shen Jian yang kemungkinan baru saja kembali dari penyelidikan nya.
"Senior Shen, silahkan masuk..." Ucap Jiang Feng.
Pintu besar mulai terbuka dan Shen Jian yang ada diluar mulai melangkah masuk, ketika ia berjalan di atas karpet merah, di tengah jalannya pintu besar di belakang ia tutup tanpa menyentuhnya.
Shen Jian lalu melihat ke arah jendela dan tersenyum setelah melihat keberadaan satu orang. "Oh? Tian Lei? Kau sudah keluar dari pelatihan?..."
Tian Lei mengangkat alisnya dengan rasa penasaran. "Lalu, apakah ada kemajuan dalam penyelidikan anda?..."
Ketika mendengar pertanyaan dari Tian Lei, raut wajah Shen Jian kini menjadi lebih serius dan ia mulai duduk di kursi di depan meja besar Jiang Feng.
"Inilah yang ingin aku bahas pada kalian..." Ucap Shen Jian yang telah duduk dan kedua sosok muda segera menatapnya dengan seksama.
"Aku pernah bercerita pada kalian bahwa letak pulau teratai telah berubah menjadi lautan es, bukan?..." Ucap Shen Jian dan kedua sosok mengangguk.
"Aku telah menemukan sebuah lubang besar di pusat lautan es tersebut. Aku yakin bahwa lubang tersebut awalnya adalah tempat dari pulau teratai berada. Kemungkinan terbesar, ada peninggalan Kaisar Shenwu disana..." Ucap Shen Jian dan Tian Lei tampak ragu dengan pernyataan Shen Jian.
"Anda tidak hanya asal menebak bukan? Karena jika ini hanya tebakan belaka, bukankah ini bisa saja membuang waktu kita?..." Tanya Tian Lei dengan serius.
Shen Jian mengangguk paham. "Yah, aku mengerti maksud mu. Ini mungkin seperti hanya sebuah tebakan ku saja. Tapi, aku sangat yakin dengan apa yang aku percaya. Dan lagi, aku merasakan energi dingin yang familiar dari lubang tersebut. Hal inilah yang membuatku menjadi semakin yakin dengan peninggalan Kaisar Shenwu..." Ucap Shen Jian.
"Lalu apakah anda sempat masuk ke dalam?..." Tanya Tian Lei lagi.
Shen Jian menggeleng. "Tidak, aku tak dapat melakukan itu karena ada segel pengurung berbintang yang menyegel jalan masuknya. Membutuhkan setidaknya enam orang untuk dapat menghancurkan segel ini bersama..."
Setelah mendengar ini, Tian Lei agak memejam sejenak dan menghela nafasnya. "Yah, ini cukup meyakinkan untuk di jelajahi..." Ucap Tian Lei.
Shen Jian kemudian menatap Tian Lei dengan serius dan hal ini membuat Tian Lei sedikit bingung.
Tian Lei mengangkat alisnya. "Ada apa? Apakah ada yang ingin anda sampaikan padaku?..."
Shen Jian mengangguk pelan. "Ada sedikit masalah. Tapi aku tidak tahu dengan pasti apakah ini benar masalah atau bukan..." Ucap Shen Jian dan membuat Tian Lei semakin bingung.
"Apa itu?..." Tanya Tian Lei yang semakin penasaran.
"Kemungkinan terbesar kau bukanlah orang yang bisa mendapatkan warisan Kaisar Shenwu. Kau sangat jenius, tapi kejeniusan bukanlah hal yang paling penting dalam sebuah warisan besar. Keseimbangan dan keharmonisan adalah yang terpenting. Energi mu dengan Kaisar Shenwu sangatlah jauh berbeda, karena itu meskipun kau datang ke tempat itu, kau takkan mendapatkan apapun..." Ucap Shen Jian dengan rasa tak enak hati.
Mendengar ini, Tian Lei sama sekali tak menunjukkan kekecewaan dan malah tersenyum. "Oh, begitu. Kalau begitu, tak ada pilihan lain bagiku selain mundur. Lalu, siapa yang menurutmu bisa mendapatkan warisan Kaisar Shenwu ini?..." Tanya Tian Lei yang penasaran.
Shen Jian menunjukkan senyuman. "Muridku, kekasihmu, dialah yang sangat cocok untuk mendapatkan warisan tersebut. Energi pedangnya sangatlah cocok untuk menerima warisan jikalau memang benda itu yang di tinggalkan oleh Kaisar Shenwu..." Ucap Shen Jian.
Tian Lei lalu mengangguk dan melihat keluar jendela, ia mengangkat wajahnya dan menatap ke langit. "Jika seperti yang Anda katakan, mungkin itu jauh lebih baik. Karena aku mungkin tidak perlu mengikuti kalian untuk mengambil peninggalan Kaisar Shenwu, maka aku akan mempercepat perjalananku menuju 'tempat itu'..." Ucap Tian Lei dengan lembut.
Jiang Feng yang di belakangi oleh Tian Lei mengangkat alisnya. "Apakah kau benar-benar sudah yakin? Apakah tidak perlu beristirahat sebentar dan memikirkannya lebih baik lagi? Lagipula, tempat itu belum tentu adanya..." Ucap Jiang Feng.
Tian Lei tersenyum. "Justru karena tidak pasti, maka aku harus mempercepat perjalanan ku. Jika itu memang ada, maka aku akan tinggal disana untuk berlatih. Jika itu sebenarnya tidak ada, maka aku akan segera pulang..." Ucap Tian Lei dan Jiang Feng hanya dapat menghela nafasnya.
Jiang Feng kemudian mengangguk dengan nurut. "Yah, kau benar..." Ucapnya dengan frustasi.
"Lalu, kapan kau akan berangkat?..." Tanya Shen Jian.
"Saat ini juga..." Ucap Tian Lei.
"Kau tak ingin berpamitan dengan yang lainnya dulu?..." Ucap Shen Jian dengan heran.
Tian Lei menggeleng. "Aku tak mau mengganggu latihan mereka. Cukup katakan pada mereka bahwa ketika aku kembali dan mereka belum mencapai Penguasa Agung, maka aku akan menghukum mereka..." Ucap Tian Lei dengan senyuman lembut dan Shen Jian mengangguk juga tersenyum.
"Baiklah, akan aku sampaikan..." Ucap Shen Jian dengan lembut.