
"Anak ini... Mungkin hanya teknik inilah yang mampu membunuhnya..." Ucap patriak Du Xuan Yang dalam hatinya.
Wuzz!!!!
Sebuah kekuatan yang besar melonjak dari tubuh Du Xuan Yang, energi racun merah gelapnya segera membungkus tubuhnya dan menciptakan sosok bayangan dari kepala naga raksasa.
Kepala naga ini sangat lah besar dan dapat menyaingi ukuran sebuah bangunan raksasa.
Kemudian, energi racun merah gelap milik Du Xuan Yang segera menyebar dan mengamuk untuk menciptakan tubuh dari naga yang akan segera bangun.
Melihat ini, Tian Lei hanya tersenyum untuk meremehkan Du Xuan Yang. "Oh? Apakah itu naga? Yang kulihat itu hanyalah ular liar..." Ucap Tian Lei.
Tian Lei lalu melesat ke arah udara yang lebih tinggi dan segera menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya.
"Kau akan menyebut itu naga kan? Akan ku beritahu padamu apa itu naga yang sebenarnya!..." Ucap Tian Lei dan tubuhnya segera menyebarkan energi emas yang luar biasa.
Energi emas milik Tian Lei segera menembus langit dan menciptakan langit juga awan emas yang menunjukkan getaran kuat.
Segera, di langit yang luas tersebut, sebuah lubang besar muncul dan mungkin akan mendatangkan sosok yang mengerikan.
Du Xuan Yang kemudian membuka matanya dan membuat naga yang menyelimuti tubuhnya bangun dari tidurnya.
"Nak, jangan sombong! Hanya karena kau telah membuat luka di tubuhku, jangan berpikir bahwa aku telah kalah!!..." Ucap Du Xuan Yang dengan keras.
"GROARRR!!!..." Naga merah gelap yang telah bangun segera mengamuk dan terbang ke arah Tian Lei yang tempatnya lebih tinggi.
Semua orang di pihak Tian Lei yang telah kehabisan tenaganya kini hanya dapat menonton pertunjukan di langit.
Mereka tidak bisa ikut campur, dan pastinya tak ingin ikut campur karena takut akan menghalangi Tian Lei.
Kini, semua orang hanya bisa melihat naga raksasa dari Du Xuan Yang yang sedang bergerak ke langit untuk menelan tubuh Tian Lei.
Tapi, di waktu ini, Tian Lei segera membuka matanya perlahan dan menoleh ke arah semua rekannya.
"Semuanya! Segera menjauh dari puncak Gunung Duxiang ini! Aku akan melenyapkan sekte ini bersama dengan puncak Gunung Duxiang!!!..." Teriak Tian Lei dengan keras.
Merespon Tian Lei, semua orang segera melesat dengan cepat ke udara yang sangat jauh untuk menghindari sesuatu yang akan di keluarkan Tian Lei.
"Hosh... Hosh..." Sebuah nafas besar segera terdengar dari lubang raksasa di atas kepala Tian Lei.
Kemudian, di mulai dari mulutnya yang panjang, naga biru raksasa segera memunculkan tubuhnya dari dalam lubang emas di langit.
Semua orang yang melihat sosok naga biru raksasa yang masih memperlihatkan setengah tubuhnya ini hanya bisa menelan ludahnya dengan tegang karena tak percaya dengan ukuran naga raksasa tersebut.
Jika ingin membandingkan, naga merah gelap milik Du Xuan Yang hanya seperti anak ular di hadapan ular piton besar.
Ketika seluruh tubuh naga biru telah muncul, Naga Biru tersebut segera membuka mulutnya dan menelan naga merah milik Du Xuan Yang dengan mudah.
"Du Xuan Yang! Matilah dan susul anakmu di neraka!!!..." Ucap Tian Lei dengan keras saat naga biru raksasanya telah berada di depan Du Xuan Yang.
Melihat ini, Du Xuan Yang tak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali. "Tidak!!!!..." Teriak Du Xuan Yang ketika tubuhnya telah di telan oleh Naga Biru milik Tian Lei.
Tapi, bahkan setelah menelan Du Xuan Yang, Naga Biru sama sekali tidak berhenti dan terus membuka mulut nya dengan lebar ke arah kediaman Sekte Gerbang Dewa Racun.
Hap!!!
Naga Biru menelan kediaman sekte Gerbang Dewa Racun dan Tian Lei mengepalkan tangannya untuk meledakkan tubuh Naga Biru hingga menciptakan ledakan yang dahsyat.
Kemudian, setelah ledakan terjadi, Gunung Duxiang telah tiada dan telah rata dengan tanah.
Di udara, langit emas telah menghilang bersamaan dengan meledaknya tubuh Naga Biru.
Lalu, energi ungu meluap dari tubuh Tian Lei dan memudar menjadi energi yang menghilang.
Setelah energi ungu tersebut telah lepas dari tubuhnya, tubuh Tian Lei bergetar dan tampak kelelahan dengan banyaknya keringat mengucur di tubuhnya, ini karena ia telah menghabiskan sebagian besar energi spiritual dalam teknik terakhirnya tersebut.
Tian Lei mengatur nafasnya yang berantakan lalu tersenyum saat melihat gunung Duxiang telah menjadi daratan rata yang baru.
"Hah, tampaknya aku terlalu berlebihan..." Ucap Tian Lei.
"Kakak!..." Suara Xiao Hong terdengar keras saat sekelompok orang telah berada di dekat Tian Lei.
Tian Lei menoleh ke arah semua orang dan berdiri dengan baik untuk menghadap ke arah mereka.
Tian Lei tersenyum. "Semuanya, kerja yang bagus..." Ucap Tian Lei dengan hangat.
"Terutama kau Yu'er, memutuskan untuk tidak takut untuk melawan, kau kini telah lebih dewasa..." Ucap Tian Lei saat dirinya meletakkan telapak tangannya ke atas rambut Yu'er dan Yu'er mengangguk dengan senang saat merasakan kehangatan di atas kepalanya.
Sementara Ni Xien yang telah kembali ke wujud normalnya hanya menatap tangan Tian Lei di atas kepala Yu'er dengan dingin. Tatapannya seperti ia akan menggigit tangan Tian Lei saat itu juga.
Mendapatkan tatapan dari kakak galak tersebut, Tian Lei hanya mendengus dan tersenyum santai lalu menurunkan tangannya.
"Tuan muda Tian, terimakasih atas bantuan anda. Kini kami akhirnya lepas dari tangan sekte Gerbang Dewa Racun..." Ucap salah satu penguasa kota saat sepuluh penguasa kota membungkuk hormat ke arah Tian Lei.
Tian Lei tersenyum dan menggeleng perlahan. "Tidak, ini semua berkat kalian semua. Sekarang, kami kami akan pergi. Tapi sebelum itu, bisakah kalian mengatakan bagaimana situasi sekte Es Agung saat ini?..." Tanya Tian Lei.
Kesepuluh penguasa kota saling bertatapan saat Tian Lei bertanya demikian, mereka kemudian mengangguk dan menceritakan apa yang mereka tau terkait situasi sekte Es Agung saat ini.
Dari cerita mereka, beberapa bulan yang lalu, tetua pertama ingin merebut kekuasaan mutlak atas sekte Es Agung setelah ia mengatakan bahwa Dewi Teratai Putih yang merupakan matriak dari Sekte Es Agung telah mati.
Dari saat itu, kekuatan sekte Es Agung mulai terpecah menjadi dua kubu, yakni kubu yang di pimpin oleh tetua pertama yang memberontak, dan kubu dari tetua kedua yang ingin mempertahankan sekte juga percaya bahwa Dewi Teratai Putih masihlah hidup.
Dan untuk situasi lebih lanjutnya, kesepuluh penguasa kota ini sama sekali tak mengetahui apapun. Ini karena wilayah mereka ini hanya termasuk wilayah pinggiran.
Tian Lei mengangguk paham setelah mendengar cerita kesepuluh penguasa kota. "Baiklah, kurang lebih aku telah memahami situasinya. Terimakasih atas informasinya..." Ucap Tian Lei dan sepuluh penguasa kota mengangguk.
"Kakak, dengan tindakanmu barusan, apakah kita akan pergi ke sekte Es Agung?..." Tanya Xiao Hong yang ada di sebelah Tian Lei.
Tian Lei mengangguk dan tersenyum sebelum ia mendengus pelan. "Ya, lagipula aku harus menemui salah satu kenalanku di sana..." Ucap Tian Lei saat dirinya mendongak ke arah langit.
Kemudian, tanpa perpisahan yang lebih baik, Tian Lei, Xiao Hong, Ni Xien dan Yu'er segera berpisah dengan sepuluh penguasa kota untuk pergi ke sekte Es Agung.
Sementara itu, di kejauhan, di puncak menara besar yang tinggi di dalam sekte Es Agung, seorang pria paruh baya berjubah hitam tampak membuka matanya dan menunjukkan kekejaman di sana.
"Du Xuan Yang telah mati?..." Gumam pria berjubah hitam tersebut.
Ia kemudian melihat ke arah langit. "Siapa yang membunuhnya? Aku jadi penasaran, lagipula, Du Xuan Yang bukanlah orang lemah!..." Ucap sosok berjubah hitam ini lalu ia menghilang dari tempatnya.