
Singa Petir Ungu secara alami menuruti perintah tuannya dan segera bergerak maju di udara.
Hanya dalam satu detik dirinya telah berada di depan Feng Lei dan menunjukkan dirinya yang ganas.
Feng Lei terpaksa harus berhenti dan menatap Singa di depannya dengan senyuman remeh.
"Heh, hanya pembentukan roh ini juga ingin menghalangiku?! Bahkan jika kau telah memiliki petir yang memiliki kesadaran, diriku bahkan lebih berpengalaman dalam hal petir!..."
Feng Lei menyalurkan energi petir nya ke dalam Pedang Tombak miliknya, kekuatan yang besar berkumpul disana dan telah siap untuk dikeluarkan.
Feng Lei menarik ke belakang Pedang Tombaknya dan segera melakukan gerakan menebas.
"Jejak Petir Ganas!!!..."
Sebuah tebasan yang besar diiringi oleh badai petir yang ganas segera bergerak ke arah Singa Petir Ungu.
Bang!!!
Serangan tersebut mengenai leher dari Singa Petir Ungu dan membuat roh hewan buas tersebut hampir kehilangan kepalanya.
Dengan perlahan, petir Ungu yang membentuk tubuh Singa Petir Ungu mulai bergejolak hingga akhirnya meledak.
"Huakh!.. "
Hal ini memberikan dampak pada tubuh Xiao Hong dan membuatnya muntah darah, karena bagaimanapun juga Roh Hewan Buas tersebut menyatu dengan dirinya.
"Hahaha! Tak ku sangka kau sebenarnya sudah membentuk Roh Hewan Buasmu. Benar-benar bakat yang langka, tapi sangat disayangkan bahwa kau akan mati disini!... "
Feng Lei melesat dengan ganas ke arah Xiao Hong dan aura membunuhnya sangatlah kuat dan akan membuat semua orang menggigil jika merasakannya.
Xiao Hong yang tak memiliki kesempatan lagi hanya bisa menyilangkan kedua tangannya untuk membuat pertahanan.
Buak!!
"Huakh! "
Tapi sayang, pukulan dari Feng Lei sama sekali tidak menuju dadanya, tapi malah menyerang perutnya yang terbuka.
Hal ini membuat Xiao Hong muntah darah dan merasakan sakit yang luar biasa.
Feng Lei segera mengangkat kakinya dan menendang Xiao Hong hingga menabrak sebuah bangunan.
Bom!!
Xiao Hong hanya bisa pasrah dengan tubuhnya yang sulit untuk ia gerakkan saat ini dan lagi harus ditimpa oleh reruntuhan bangunan yang ia tabrak.
"Xiao Hong!..."
Ning'er dengan panik segera bergegas untuk membantu Xiao Hong lolos dari reruntuhan yang menimpanya.
Ning'er membuang semua reruntuhan yang menimpa Xiao Hong dan segera mengeluarkan Xiao Hong dari sana.
"Xiao Hong, apakah kau baik-baik saja?..." Ning'er bertanya dengan panik.
Xiao Hong membuka matanya perlahan dan melirik Ning'er. "A, aku, baik-baik saja... " Ucapnya.
"Bertahanlah, aku akan mencarikan obat untukmu..." Ning'er segera mengeluarkan sebuah pil penyembuhan tingkat 7 dari dalam penyimpanan yang diberikan oleh Tian Lei satu tahun yang lalu.
Glek.
Xiao Hong menelan pil itu setelah ning'er menyuapi nya.
Sangat disayangkan, seharusnya Xiao Hong akan pulih dengan cepat jika dia memurnikan pil ini di dalam tubuhnya.
Tapi, karena dirinya bahkan kesulitan untuk bergerak apalagi menggunakan energinya, maka ia hanya bisa menunggu pil tersebut menyatu dengan tubuhnya dan dengan perlahan menyembuhkan luka-lukanya.
Disisi lain, Patriak Li yang telah melumpuhkan ketiga tetua kemudian segera bergerak ke arah Feng Lei dan melakukan gerakan untuk menyerang.
Patriak Li memegang erat sebuah pedang di tangannya dan sebuah aliran petir segera muncul di sana.
"Gelombang Badai Petir!..."
Patriak Li segera memajukan pedang di tangannya dan menembakkan sebuah gelombang petir yang sangat hebat.
Feng Lei tersenyum remeh melihat serangan yang baginya mungkin hanya perlu sedikit usaha untuk mengalahkannya.
"Akan kuhancurkan itu dalam satu gerakan!..."
Feng Lei melesat dengan cepat bersama Pedang Tombaknya dan melompat untuk menghadang gelombang badai petir di depannya.
Feng Lei mengangkat Pedang Tombaknya dan menebas gelombang badai petir yang ingin membunuhnya.
Sebuah energi petir muncul dan segera bergerak menuju gelombang badai petir.
Bang!!
Kedua serangan bertabrakan dan menciptakan ledakan, sekarang, hanya tersisa asap menggumpal yang menutupi jarak mereka.
Feng Lei segera melakukan serangan kejutan dan berhasil mencengkram leher dari Li Juantian.
"Hahaha! Keluarga Li! Lihatlah! Apakah ini patriak yang kalian banggakan? Ini bahkan lebih lemah dari seekor tikus! Hahahaha!!... "
Semua anggota keluarga Li yang mendengar perkataan dari Feng Lei segera menoleh dan melihat patriak mereka yang tak berdaya.
"Patriak!... " Beberapa anggota khawatir dengan anggota patriak nya.
Melihat wajah panik dan mental anggota keluarga Li yang tampaknya telah menurun drastis, Feng Lei hanya bisa tersenyum puas.
Dirinya semakin kuat mencengkram leher Li Juantian dan segera mendarat dengan cepat hingga tubuh Li Juantian menghantam daratan dengan keras.
Krak!
"Kuakh!... "
Suara patah tulang dan teriakan kesakitan dari Li Juantian menghantui pikiran anggota keluarga Li.
"Ayah!!!..."
Li Quan yang tampak khawatir segera melesat untuk menghampiri ayahnya yang sekarat.
Melihat tubuh Li Juantian yang bahkan tak sanggup untuk bergerak, Feng Lei mendengus dengan sombong dan mengalihkan pandangannya.
"Heh, lemah..." Ucapnya dan pergi ke arah Ning'er dan Xiao Hong.
Feng Lei menghilang dan muncul kembali di belakang Ning'er. "Hehe, gadis cantik. Kemarilah dan lahirkan lah keturunanku! Hahaha!..."
Mendengar suara mesum dari belakangnya, Ning'er segera berbalik dan melihat Feng Lei.
"Hehehe..."
Feng Lei mencengkram erat tangan Ning'er dan menariknya pergi.
"Lepas! Lepaskan aku!..." Ning'er mencoba melawan entah itu dengan menghentikan langkahnya ataupun memukuli tangan Feng Lei yang mencengkram tangannya.
Xiao Hong yang menyaksikan adegan ini sangatlah marah, keinginan bertarungnya meningkat, tapi tubuhnya sama sekali tidak merespon.
Dalam hal ini, ia tampaknya hanya bisa menerima kegagalannya dalam memenuhi tanggungjawab.
Sementara Feng Lei, Ning'er yang terus melawan mulai membuatnya kesal.
"Gadis sialan..." Ucapnya dan membawa Ning'er terbang ke udara.
"Lepaskan aku dasar mesum!..." Ning'er terus memberontak.
Slash!
Tangan kanan Ning'er yang masih memegang pedang segera menebas kepala Feng Lei.
Tapi, respon Feng Lei sangatlah cepat dan hanya mendapatkan sayatan kecil di pipinya.
Hal ini masihlah membuat dirinya marah.
"Gadis gila. Kau benar-benar membuatku marah. Akan aku tunjukkan apa yang bisa aku lakukan padamu!..."
Srek!
Tangan Feng Lei meraih kain yang menutup dada besar milik Ning'er dan membuat belahan keindahan terlihat.
"Aaaa... "
Ning'er melepaskan pedangnya dan memilih untuk menggunakan tangan kanannya untuk menutupi dadanya.
Feng Lei tersenyum gila. "Haha, kita lihat apakah bagian tubuh bawah mu bahkan lebih indah?..."
"Tidak!!!..." Ning'er berteriak keras saat melihat tangan Feng Lei bergerak ke arah pahanya.
Tapi, itu segera terhenti dengan sebuah fenomena.
Sebuah lubang tak terbatas terbentuk di langit dan itu memiliki tekanan yang kuat.
Semua orang mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah lorong di langit dan tampak tercengang dengan keagungan yang ada di sana.
Tapi, fenomena ini sama sekali tidak bertahan lama, dalam beberapa detik saja, lorong tertutup dan langit kembali lagi seperti semula.
Setelah fenomena menghilang, alam sekitar tampak biasa seolah sama sekali tak pernah terjadi apapun dalam waktu dekat ini.
Semua orang yang terkagum-kagum mulai tersadar kembali, begitu juga dengan Feng Lei.
Tapi, Feng Lei merasa bahwa ia sama sekali tidak sedang memegang Ning'er ditangannya.
Tidak, ini bahkan lebih mengejutkan.