LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Danau Tak Berujung


Ketika Tian Lei membuka matanya, ia langsung menyadari bahwa dirinya saat ini telah berada di tengah-tengah danau yang sangat luas dengan air yang jernih dan tenang.


Danau yang luas itu tak hanya memiliki keindahan saja, tapi setiap tetes airnya di pastikan terkandung energi spiritual yang sangat kaya.


Bahkan kekayaan energi spiritual nya berkali-kali lebih kaya dari Kolam Hewan Buas Kuno.


Air yang jernih yang ada di danau itu juga terasa sangatlah dingin, sangat cocok untuk tumbuhnya beberapa jenis ramuan herbal surgawi.


Di dinding dan di dasar danau yang cukup dalam itu, terdapat sejenis tanaman yang sangat indah, memiliki daun yang panjang dan tinggi, serta memiliki warna yang berkilauan layaknya permata.


Karena itulah tanaman ini dikenal sebagai Rumput Permata surgawi, salah satu dari herbal surgawi yang langka, layaknya Teratai Api Surgawi.


Rumput Permata Surgawi memiliki kegunaan untuk meningkatkan kekuatan fisik seseorang. Selain itu, jika dikonsumsi secara rutin, maka akan mempercepat kultivasi penggunanya dan mempermuda fisiknya.


Setelah melihat adanya Rumput Permata Surgawi, Tian Lei mengeluarkan senyuman puas, dia segera berdiri di atas air dan menatap ke dasar danau.


"Rumput Permata Surgawi ini sangatlah langka, bahkan aku kesulitan mencarinya di kehidupan yang dulu. Kesempatan emas seperti ini tak boleh di sia-siakan, aku harus mengumpulkan sebanyak-banyaknya!..."


Byur!!


Setelah berkata, Tian Lei segera menyelam ke dalam danau.


Hanya dalam beberapa detik, Tian Lei dapat merasakan aura yang sangat dingin bahkan sampai tulangnya juga merasakan kedinginan.


Tian Lei menutup matanya dan mengeluarkan api hitam untuk menyelamatkan dirinya dari aura dingin yang mencekam di dalam danau.


Meskipun Tian Lei telah mengeluarkan api hitam untuk melapisi tubuhnya, tapi aura dingin yang ia rasakan tak sepenuhnya menghilang.


Ia masih dapat merasakan aura dingin di kulitnya dan aura dingin terus mengikis api hitam yang menyelimuti tubuhnya.


Untuk memanen Rumput Permata Surgawi memang seharusnya dilakukan oleh tingkat Sovereign.


Walau Rumput Permata Surgawi ini hanya bermanfaat bagi ranah Xiantian dan dibawahnya, tapi tak banyak ahli ranah Xiantian yang mampu memanen Rumput Permata Surgawi.


Ini karena Rumput Permata Surgawi hanya bisa tumbuh di tempat berair yang memiliki aura dingin yang melimpah. Dan aura dingin ini tak bisa ditahan oleh ahli Xiantian yang biasa saja.


"Aku harus segera menyelesaikan ini..." Tian Lei menggertakkan giginya setelah melihat aura dingin yang terus mengikis api hitam di tubuhnya.


Ketika Tian Lei telah mencapai dasar dari danau, Tian Lei dapat melihat rerumputan yang berkilauan dengan daun yang halus dan panjang.


Tanpa pikir panjang, Tian Lei segera menggapai daun-daun panjang itu dan segera menariknya sekuat tenaga.


Setelah mendapatkan beberapa Rumput Permata Surgawi, Tian Lei segera melesat untuk naik ke permukaan danau.


Bush!


Gelembung udara meledak di dalam air ketika Tian Lei hampir mencapai udara dan dengan kecepatan yang luar biasa, Tian Lei dapat mengeluarkan tubuhnya dari dalam danau yang dingin.


Tian Lei tampak menggigil karena kedinginan, meskipun pakaian yang ia kenakan sama sekali tidak basah sedikitpun.


Dan tentu saja itu berkat energi api hitam yang melindunginya di dalam air, jika ia tak memiliki perlindungan dari energi api hitam, kemungkinan ada bagian tubuh Tian Lei yang akan membeku di dalam danau.


Tian Lei menutup matanya, dia segera meluapkan energi api hitam untuk membuat dirinya hangat dan menghilangkan aura dingin yang menghantui dirinya saat ini.


Dalam gelombang api hitam, Tian Lei mulai merasakan kehangatan yang sangat nyaman dan jejak aura dingin mulai menghilang dari kulitnya.


Namun, yang dapat ia lihat hanyalah hamparan air danau yang sangat luas.


Tian Lei menyipitkan matanya ketika menyadari disekitarnya tak ada satupun daratan yang bisa digunakan sebagai tempat singgah.


Ia sebenarnya bisa saja tinggal dan menyerap Rumput Permata Surgawi di udara, tapi itu akan menghabiskan energi spiritual yang ia miliki.


Daripada menggunakan energi spiritual untuk hal yang tak terlalu diperlukan, lebih baik untuk mendapatkan sebuah daratan sebagai tempat tinggal sementara nya.


Tian Lei kemudian menutup matanya dan berniat menggunakan kekuatan jiwanya untuk menyusuri area danau.


Tapi,ketika Tian Lei mengaktifkan kekuatan jiwanya dan kekuatan jiwanya keluar dari tubuh, kekuatan jiwa Tian Lei langsung terpental masuk lagi ke dalam tubuhnya.


Tian Lei membuka matanya dan tampak keterkejutan dalam raut wajahnya saat ini.


"Ini... Tempat ini menghalang kekuatan jiwa?..." Ekspresi wajah Tian Lei menunjukkan kepahitan ketika mengetahui tempat itu sangat mempersulit dirinya.


Tian Lei menatap arah yang begitu jauh. "Tampaknya aku perlu mencari dengan cara yang sulit..."


Tian Lei segera melesat ke arah yang ia lihat tadi ketika selesai bergumam.


Tian Lei kini telah menyusuri perairan yang luas dalam kurun waktu yang lama.


Satu hari? Dua hari? Entahlah, tempat ini tak menunjukkan tanda-tanda akan berubah menjadi malam. Setiap waktu hanyalah siang.


Meskipun Tian Lei telah melakukan penelusuran di wilayah perairan yang luas ini, tapi ia masih tak menemukan tanda-tanda keberadaan sebuah daratan. Bahkan pulau kecil yang cukup untuk duduk juga tak ada.


Ketika Tian Lei telah menyerah untuk menemukan keberadaan dari daratan di dalam dimensi itu, Tian Lei akhirnya teringat dengan suatu hal.


"Seni beladiri Sembilan Pilar Penjara Dewa, apa mungkin itu adalah jalannya?..."


Tian Lei mengerutkan keningnya ketika memikirkan apa yang ia pikirkan saat ini.


Tian Lei menggelengkan kepalanya. "Aku hanya bisa bertaruh pada kesempatan ini. Meski aku bisa memulihkan energi spiritual ku, tapi ini cukup melelahkan..." Ucapnya.


Tian Lei masuk ke dalam lautan spiritualnya dan mencari ingatan tentang seni beladiri Sembilan Pilar Penjara Dewa.


Tian Lei memegang sebuah bola dengan cahaya emas dan segera menyerapnya.


Bola emas itu adalah ingatan tentang Seni beladiri Sembilan Pilar Penjara Dewa yang telah dikirimkan pada Tian Lei.


Meskipun ingatan tentang seni beladiri ini telah masuk ke dalam otak Tian Lei, tetapi itu masih belum lengkap karena ada sebagian yang tertahan di lautan spiritualnya.


Setelah ingatan masa lalu tentang seni beladiri Sembilan Pilar Penjara Dewa telah diserap oleh Tian Lei, Tian Lei segera membuka matanya dengan raut wajah yang bahagia.


"Baiklah. Ayo mulai..."


Tian Lei segera mengangkat tangannya ke arah langit dan aura langit dan bumi mulai berkumpul dan melimpah ke dalam tubuhnya.


Ketika kekuatan besar telah berkumpul di dalam tubuh Tian Lei, segera langit mulai mengeluarkan aura emas yang begitu mempesona.


Tian Lei membuka matanya, dalam sorot matanya saat ini tampak jejak cahaya emas menyertai.