
Tian Lei terus terbang dengan cepat untuk menjauh dari Raja Harimau Ungu Bersayap. Ia sesekali melihat ke arah belakang untuk memeriksa.
"Hehe, Kucing itu benar-benar tidak mengejar?..." Setelah mengetahui bahwa dirinya tidak dalam pengejaran, Tian Lei akhirnya terbang dengan kecepatan rendah karena memang ia tidak terburu-buru.
"Walaupun aku bisa melukainya, dia tetaplah Hewan Buas. Cara tadi mungkin tidak akan berhasil pada manusia yang kuat. Apalagi untuk melawan Zhi Xing. Aku benar-benar harus mempercepat peningkatan kekuatanku..." Tian Lei mengepalkan tangannya dengan semangat.
Saat Tian Lei tadi sesaat melihat ke arah daratan, ia samar-samar melihat hal yang berkilauan di dalam hutan.
Tian Lei menghentikan terbangnya dan melihat ke arah bawah, Tian Lei kemudian menutup matanya dan mengeluarkan kekuatan jiwanya untuk melihat dengan jelas apa yang ada di bawah sana.
Saat kekuatan jiwa Tian Lei telah sampai, Tian Lei bisa melihat dengan jelas hamparan herbal tingkat tinggi yang bisa digunakan untuk meracik obat tingkat 6, bahkan ada beberapa herbal tingkat 7.
Tian Lei mengembalikan kekuatan jiwanya pada tubuhnya lagi dan memancarkan aura yang membahagiakan dari sana.
"Hehe, ada harta karun, mana mungkin aku tidak datang..." Tian Lei dengan cepat mengambil langkah untuk terjun ke arah daratan.
Setelah sampai di daratan, Tian Lei bisa melihat banyak sekali tanaman herbal di sekitarnya.
Dengan semangat, Tian Lei berjalan dengan cepat menuju tanaman-tanaman herbal yang tersebar dimana-mana.
Tian Lei mengambilnya satu persatu, tapi ia hanya mengambil tanaman herbal yang telah tua saja dan membiarkan tanaman yang masih muda untuk terus tumbuh.
"Wow! Ini adalah Akar Ular Langit. Ini adalah bahan herbal tingkat 7!..." Tian Lei berucap sambil memegang bahan herbal yang merupakan akar dengan bentuk melingkar-lingkar seperti ular.
Tian Lei terus memilih dan memilah semua bahan herbal yang ada di sana hingga semua bahan herbal yang menurutnya bisa diambil telah ia masukkan ke dalam cincin penyimpanannya.
Setelah urusannya disana telah selesai, Tian Lei keluar dari kawasan bahan herbal itu dan menambahkan sebuah Aray penghalang di sana, sama seperti Aray yang ia gunakan untuk menutup bahan herbal di kediamannya.
Tian Lei kembali berjalan di dalam hutan, Tian Lei melompat ke atas pohon dan mulai melompat-lompat ke dahan lain untuk mempercepat langkahnya.
Di tengah-tengah kilatan langkah kaki Tian Lei, Tian Lei mengeluarkan sorot mata seperti kilat saat ia melirik ke arah suatu tempat.
Tian Lei dengan cepat menyembunyikan keberadaan dirinya, ia melakukan lompatan-lompatan yang halus hingga tidak terdengar di telinga bahkan jika orang itu berada di sampingnya.
Tian Lei berhenti di suatu dahan yang tinggi, di tutupi dengan daun-daun yang rimbun, itu adalah tempat bersembunyi yang sangat cocok.
Dalam pandangan mata Tian Lei, ada sekelompok orang yang sedang mendesak sepasang kakak beradik, pemuda yang merupakan seorang kakak memiliki aura kultivasi tapi sedang terluka, dilihat dari aura dan fisiknya, pemuda itu mungkin memiliki umur sekitar 27 tahun, sementara adiknya yang begitu cantik dan lucu tidak memiliki aura kultivasi sama sekali, mungkin umurnya masih 16 tahun. Dan kelompok yang sedang mengepung itu adalah kelompok yang dikenali Tian Lei.
"Itu... Apa mereka geng Fenglong?..." Tian Lei bergumam setelah ia melihat bahwa baju mereka sama seperti yang di pakai sekelompok orang yang ia bantai dulu.
Tian Lei menggelengkan kepalanya dan kembali fokus melihat ke arah orang-orang di bawahnya.
"Hahahaha! Ni Xien, kau mau berlari kemana lagi? Bahkan jika kau adalah yang terkuat di desamu, kau hanya ada di tingkat Mahayana bintang 3. Lebih baik kau serahkan adikmu yang cantik itu pada kami, atau kami akan membuatmu mati dengan siksaan..." Ujar Pemimpin kelompok geng Fenglong.
"Cih! Kang Li. Bahkan jika aku mati, aku tidak akan menyerahkan adikku. Aku akan bertarung dengan kalian sampai mati..." Pemuda yang bernama Ni Xien berdiri dengan pedang di tangan kanannya.
Orang yang di panggil Kang Li akhirnya tersenyum dengan alisnya yang sebelah terangkat. "Hm? Kau memang anak yang berani. Kami dari dulu memintamu untuk bergabung dengan kami, tapi kau selalu menolak. Dan sekarang, kau menggali kuburan mu sendiri..."
"Baiklah! Semuanya! Serang dia! Dan jangan bunuh gadis itu karena kita harus bermain sedikit dengannya!..." Kang Li akhirnya berteriak setelah tadi berkata lembut.
Melihat begitu banyak ahli tingkat Mahayana yang berlari ke arahnya, Ni Xien memegang pedangnya dengan kuat dan memasang kuda-kuda bertarung.
"Adik! Kau pergilah! Aku akan menahan mereka!..." Ucap Ni Xien yang masih memegang pedangnya dengan kuat.
"Tapi..." Adik Ni Xien terlihat ragu dengan perintah kakaknya.
"Tidak ada tapi-tapian! Cepat pergi!..." Ni Xien berteriak dengan keras sebelum ia berlari menuju prajurit-prajurit geng Fenglong.
Adik Ni Xien dengan tangisan air mata akhirnya berlari, dan meninggalkan kakaknya.
Melihat adik Ni Xien yang telah berlari cukup jauh, salah seorang prajurit akhirnya berkata. "Saudaraku! Kalian tahan dia. Aku akan mengejar gadis kecil itu..."
"Baik! Pastikan untuk membawanya kembali!..." Sahut yang lain.
Ni Xien yang masih terus memainkan gerakan pedangnya melihat ke arah prajurit yang hendak mengejar adiknya.
"Kau pikir aku akan membiarkanmu?.." Ni Xien dengan cepat menebaskan pedangnya ke arah prajurit tadi, tapi akhirnya di hentikan prajurit yang lain.
"Sial!" Gumam Ni Xien.
"Adik, semoga kau baik-baik saja..." Ni Xien membatin lalu kembali melawan para prajurit di depannya.
Sementara itu, adik Ni Xien yang berlari cukup jauh akhirnya berhenti, ia sedikit membungkuk dengan nafasnya yang terengah-engah.
"Apakah kakak akan baik-baik saja?..." Gumamnya yang telah selesai mengatur nafas dengan baik.
"Hehe, daripada mengkhawatirkan kakakmu, lebih baik kau mengkhawatirkan dirimu, gadis kecil..." Ucap seorang pria yang telah berdiri di depan adik Ni Xien.
Adik Ni Xien membelalakkan matanya, ia perlahan mengangkat pandangannya ke atas dan melihat salah satu bawahan Kang Li berada di depannya.
Bawahan Kang Li tersenyum mesum pada gadis kecil. "Hehe..." Suara tawa kecilnya itu diiringi dengan lidahnya yang membasahi bibirnya.
"To, tolong ..." Ucap adik Ni Xien dengan pelan, tapi tak ada harapan.
Bawahan Kang Li terus maju ke depan untuk memojokkan adik Ni Xien, dan adik Ni Xien terus mundur perlahan-lahan hingga akhirnya ia di tahan oleh sebatang pohon.
"Hehe, gadis kecil, jangan takut. Paman ini akan bermain dengan lembut..." Ucap bawahan Kang Li yang semakin menunjukkan tingkah mesumnya.
Hal itupun membuat adik Ni Xien menjadi semakin takut, tetesan air mata mulai mengalir dari matanya, tubuhnya juga mulai bergetar.
Tapi, saat harapan dihatinya telah sirna, seseorang yang telah berada di belakang bawahan dari Kang Li akhirnya menusuk menembakkan sebuah krikil ke kepala orang itu.
Bam!
Kepala dari orang itu pun pecah, otaknya hancur, matanya pun begitu juga dan darah yang menyebar kemana-mana ikut mengenai tubuh adik Ni Xien.