LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Pelelangan (3)


"Sekarang kita akan menuju ke bagian terakhir dari pelelangan, kami menyediakan barang terbaik kami untuk penutup kali ini..."


Setelah mengatakan itu, orang-orang yang tadinya saling berbicara satu sama lain menjadi tertarik dan kembali memperhatikan.


Semua orang yang ada di dalam ruang VIP termasuk Tian Lei melihat ke arah panggung lelang.


Di tengah keheningan itu, seorang pelayan yang cantik memasuki panggung dan berjalan ke arah meja lelang.


Pelayan cantik itu menaruh sebuah kotak kayu dengan hiasan yang sangat cantik, tapi masih tertutup dengan kain putih.


Juru lelang berjalan mendekati meja lelang setelah pelayan cantik tadi pergi.


Juru lelang membuka kain putih yang menutupi kotak dan langsung membuka kotak kecil itu secara perlahan.


Di dalam kotak itu dapat dilihat ada sebuah mutiara yang ukurannya sama dengan sebuah bola tenis dengan warna biru yang terpancar darinya.


"Seperti yang kalian tahu, harta paling berharga pada pelelangan kali ini adalah Mutiara Naga yang diambil dari beast Naga Api yang berada di tingkat 7 tahap akhir. Kegunaan mutiara ini sendiri kalian pasti sudah tahu. Karena nilai dari Mutiara Naga tidak bisa dinilai dengan uang, maka kami akan melakukan sistem barter untuk pelelangan yang terakhir ini..."


"Tuan pada ruang VIP nomor 1, mohon bantuannya..."


Seseorang pada ruang VIP nomor 1 mengarahkan telapak tangan tuanya ke arah panggung lelang dan berhasil memunculkan sebuah Portal ruang.


Semua orang terkejut dengan apa yang muncul di atas panggung lelang saat ini, karena hanya seorang master yang bisa membuat portal ruang seperti itu.


Yang terkejut bukan hanya orang lain, Tian Lei juga terkejut dengan hal itu. Tapi, hal yang membuat Tian Lei terkejut adalah bahwa yang memunculkan portal tersebut adalah orang tua yang ia lihat di depan tadi.


Tian Lei menutup matanya dan membuka memorinya yang dulu untuk lebih mengingat masa lalunya di wilayah reruntuhan kuno ini.


Tian Lei tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar. "Dia... Pemimpin Rumah Dagang Semesta yang pernah kubuat terluka parah dulu?..."


"Semuanya, mohon tenang. Portal ini dimunculkan oleh petinggi kami. Berikutnya, kalian yang ingin menawarkan barang kalian yang akan ditukarkan dengan Mutiara Naga harap masuk ke dalam portal ini untuk diperlihatkan padaku. Terlepas dari identitas orang tersebut, kami akan memilih barang yang kami inginkan..."


Setelah Jia Luo selesai dengan perkataannya, semua orang yang hendak mengajukan tawaran langsung mempersiapkan barang yang akan mereka tukarkan.


"Mereka cukup pintar..." Tian Lei berucap dan mengeluarkan kotak kayu kecil dengan ukuran yang sama seperti kotak yang memuat sebuah cincin.


Saat beberapa orang telah bersiap, Jia Xun Li masuk ke dalam aula lelang dan naik ke atas panggung.


"Baiklah semuanya. Karena ini adalah pelelangan terakhir. Maka aku secara khusus akan menjadi juru lelangnya. Bagi kalian yang ingin memperlihatkan penawaran kalian, silahkan masuk ke dalam portal ini..." Ucap Jia Xun Li dan masuk ke dalam portal ruang.


"Saya adalah Kaisar Pedang Hitam bawahan dari Kaisar Pedang Sejati di Istana Lima Kaisar Pembunuh. Saya akan menunjukkan barang saya untuk yang pertama..." Ucap Kaisar Pedang Hitam dan melesat masuk ke dalam portal ruang.


Beberapa saat kemudian, Kaisar Pedang Hitam keluar dari portal ruang dan melesat masuk ke dalam ruangannya lagi dengan perasaan kecewa.


"Heh, karena Kaisar Pedang Hitam telah selesai, maka orang tua ini juga akan melakukan penawaran..." Kaisar Tangan Perak melesat dan masuk ke dalam portal ruang.


Beberapa saat kemudian, Kaisar Tangan Perak keluar dari ruang dengan senyum percaya diri di wajahnya.


Kaisar Pedang Hitam melihat ke arah Kaisar Tangan Perak dengan rasa benci. "Sial, apakah orang tua ini mendapatkan peluang?..."


"Karena kedua senior telah masuk, maka aku akan melakukan penawaran juga..." Hong Feng berbicara dan langsung melesat masuk ke dalam portal ruang.


Tak perlu waktu lama, Hong Feng dengan senyuman bahagia keluar dari portal ruang dan kembali ke ruangannya.


Di ruangannya, Tian Lei tampak mengeluarkan jubah berwarna hitam dan mengenakannya hingga menutup kepalanya.


"Mungkin sekarang adalah giliran ku..." Ucap Tian Lei, dan semua orang melihat ke arah ruangannya.


Di dalam portal ruang, Tian Lei dapat melihat Jia Xun Li tersenyum ramah ke arahnya.


"Saya telah menunggu anda tuan muda Tian Lei..." Ucap Jia Xun Li dengan ramah.


"Ya, senang juga dapat melihat anda lagi..." Ucap Tian Lei.


"Nah... Tuan muda Tian Lei, aku penasaran apa barang yang akan anda tukarkan terhadap Mutiara Naga ini? Sepertinya anda sangat menginginkannya..."


Tian Lei tersenyum. "Ya, karena itulah aku masih ada di kota ini..."


Tian Lei memperlihatkan kotak kecil dari dalam cincin penyimpanannya tadi dan membukanya.


Setelah kotak kecil itu terbuka sepenuhnya, Jia Xun Li terbelalak saat itu juga.


Jia Xun Li dapat melihat dengan jelas sebuah pil dengan tiga warna yang berbeda dan aromanya sangatlah memabukkan melebihi pil yang diperlihatkan Tian Lei kemarin.


"Tuan muda, pil apa ini?..."


"Ini adalah pil Roh Xiantian! Pil tingkat 7 kualitas menengah. Memiliki kegunaan untuk meningkatkan persentase keberhasilan seorang kultivator yang hendak menembus ranah Xiantian!..." Ucap Tian Lei dan kata-katanya barusan berhasil membuat Jia Xun Li semakin terkejut.


"Pil yang bisa meningkatkan persentase keberhasilan kenaikan tingkat? Siapa Tian Lei ini sebenarnya? Apakah dia murid dari seorang Alchemist tingkat 8? Di seluruh wilayah reruntuhan kuno tidak ada satupun yang dapat membuat pil yang bisa membantu menembus ranah Xiantian!..." Jia Xun Li berpikir keras dalam hatinya.


"Tuan Jia. Bagaimana? Apakah pil ini menarik perhatianmu? Atau dua barang yang sebelumnya lebih baik dari ini?..."


Jia Xun Li tersadar dari lamunannya dan melihat ke arah Tian Lei. "Tuan muda Tian Lei. Maafkan saya. Saya harus memikirkan ini terlebih dahulu. Jadi, silahkan anda kembali ke tempat anda dahulu..."


"Baiklah. Tapi, aku sangat yakin bahwa seseorang akan memberitahumu untuk memilih barang yang aku tawarkan. Aku tunggu kabar baik dari anda..." Ucap Tian Lei dan keluar dari portal ruang.


Setelah melihat Tian Lei benar-benar pergi, Jia Xun Li menghela nafasnya karena pusing dengan keputusan apa yang akan ia pilih.


"Sepertinya ini adalah penawaran terakhir..." Ucap Jia Xun Li.


Jia Xun Li mengeluarkan giok penghubung lalu menutup matanya sembari berbicara.


"Ada tiga barang yang menarik dan layak untuk ditukarkan dengan Mutiara Naga. Yang pertama adalah tawaran dari Kaisar Tangan Perak, yakni teknik beladiri tingkat Suci peringkat rendah yang keberadaannya lebih langka dari senjata tingkat suci peringkat menengah. Kaisar Tangan Perak bilang, ia menemukan teknik ini di dalam reruntuhan istana kuno dan merupakan teknik pukulan dengan daya penghancur luar biasa, dengan nama Ledakan Bintang..." Jia Xun Li berucap sendirian seolah sedang melaporkan pada seseorang.


"Lanjutkan..." Suara serak orang tua dapat terdengar di telinga Jia Xun Li.


"Yang kedua adalah penawaran dari Hong Feng. Ia bilang bahwa ini bukan permintaan dari Li Quan, tapi batang yang hendak ia tukarkan ini berasal dari Li Quan. Itu adalah Jenis ramuan herbal tingkat 7, Akar Emas Saint. Memiliki kemampuan untuk memperkuat daya serang dari energi spiritual penggunanya. Selain itu, jika beruntung maka orang itu akan mendapatkan peningkatan potensi masa depan..."


"Cukup menarik. Tapi, itu seperti fungsi dari sebuah teknik beladiri. Lanjutkan pada tawaran dari anak muda yang terakhir..." Suara orang tua tadi lagi, dan ada rasa penasaran pada gaya bicaranya pada kata 'anak muda'.


"Baik tuan. Penawaran dari anak muda yang anda maksud adalah sebuah pil tingkat 7 kualitas menengah. Itu adalah pil Roh Xiantian. Mampu meningkatkan persentase keberhasilan untuk menerobos ranah Xiantian. Dengan kata lain, kita akan memiliki satu ranah Xiantian lagi jika mendapatkan pil ini..."


"Hm, pilih tawaran terakhir..." Ucap orang tua itu dengan cepat.


"Patriack. Bukankah ini terlalu cepat? Apakah anda tidak ingin memikirkannya terlebih dahulu?..."


"Tidak perlu. Hatiku merasakan rasa takut saat aku melihat anak ini tempo hari. Itu seperti mengatakan jika kita menolak tawaran darinya, maka kita akan musnah dimasa depan. Selain itu, bukankah pil ini lebih menarik daripada tawaran-tawaran yang sebelumnya?..."


Jia Xun Li menghela nafasnya. "Ah, anda benar. Saya tidak akan ragu terhadap keputusan yang anda buat. Saya akan segera mengumumkan keputusannya..."


"Baiklah..."


Jia Xun Li membuka matanya. "Akan hancur jika menolak tawarannya? Siapa Tian Lei ini?..." Pikir Jia Xun Li.