LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM

LEGENDA JENIUS SELURUH ALAM
Aula Utama & Masalah


Setelah keluar dari portal ruang, Tian Lei dan kelompoknya kemudian di pindahkan lagi ke sebuah ruangan yang berbeda. Ruangan ini sangatlah besar, memiliki interior kuno yang indah, dan banyak sekali patung prajurit.


Di dalam ruangan yang sangat besar itu, telah berdiri banyak sosok manusia yang cukup kuat bahkan ada beberapa ranah Xiantian di dalamnya.


Semua orang tampaknya sedang menunggu penghalang yang mengurung sebuah meja batu dengan sebuah gulungan teknik di atasnya.


Tian Lei memberikan tatapan mata yang tajam saat melihat gulungan teknik itu. "Itu... Teknik tingkat Suci peringkat rendah," ucap Tian Lei setelah ia merasakan aura dari gulungan teknik itu.


Mata Tian Lei kemudian melirik ke sebuah sosok pria dengan jubah abu-abu yang menyelimutinya. Itu adalah tujuan dari Tian Lei masuk ke dalam makam ini, dia adalah sang Penghancur Bintang, Zhi Xing.


Tapi, saat mata Tian Lei menatap energi spiritual dalam tubuh Zhi Xing, ia dapat merasakan bahwa kultivasi dari Zhi Xing bukanlah Xiantian bintang 2, tapi Xiantian bintang 3 bahkan itu hampir mencapai bintang 4.


"Kesalahan informasi macam apa ini? Jika aku masih di Immortal bintang 5, aku mungkin akan mati melawannya..." Ucap Tian Lei dengan pelan setelah merasakan kultivasi dari Zhi Xing.


Tian Lei melihat ke arah Ni Xien dan Yu'er. "Kalian berdua tetaplah di sini, jangan melakukan hal yang ceroboh. Aku akan mencoba mengambil teknik di sana..." Ucap Tian Lei sambil menunjuk ke arah gulungan teknik di dalam penghalang.


"Baik!" Kedua kakak beradik mengangguk.


Walau gulungan teknik kuno itu begitu menggiurkan, tapi entah kenapa Tian Lei tidak merasakan bahwa dia akan berjodoh dengan teknik tersebut. Sekarang ini, ia lebih tertarik untuk menjadikan teknik itu sebagai umpan.


Tian Lei bermaksud untuk mengambil gulungan teknik beladiri itu lalu melarikan diri dengan giok ruang yang di berikan oleh Jie Xuan Long untuk keamanan misi. Kemungkinan besar, Zhi Xing akan terpancing dan mengejarnya hingga ia tidak perlu mencari Zhi Xing di luar sana. Karena tidak mungkin baginya untuk bertarung di dalam makam, karena makam kuno biasanya akan memiliki batas waktu.


Beberapa saat kemudian, penghalang yang melindungi meja batu telah menghilang, semua orang menjadi bersemangat karenanya.


Semua sosok manusia yang berdiri di dalam ruangan itu tanpa pikir panjang langsung mengarah ke meja batu yang memuat sebuah teknik.


Tapi, karena teknik yang ada di meja batu hanya ada satu saja, mereka semua akhirnya tidak bisa untuk tidak bertarung memperebutkan teknik tersebut.


Mereka bertarung secara acak dengan kelompok lain yang lebih lemah atau lebih kuat dari mereka, yang ada di pikiran mereka saat ini hanyalah harus mengalahkan semua orang untuk mendapatkan teknik tersebut.


Tokoh-tokoh kuat saling berbenturan di udara, suara-suara adu pukulan mereka terdengar keras memenuhi ruangan.


Segera banyak sekali ahli yang berjatuhan dari udara dan memuntahkan darah dari mulutnya itu disebabkan karena kekalahan.


Tian Lei yang masih belum melakukan gerakan kemudian menoleh ke arah Zhi Xing yang juga masih belum melakukan gerakan juga.


Itu pasti karena akal licik yang mengarah pada sebuah akhir yakni mengambil keuntungan di akhir pertarungan semua orang.


Tian Lei memejamkan matanya lalu membukanya lagi secara perlahan, ia tiba-tiba menghilang dari tempatnya dan bergegas menuju ke arah meja batu.


Tapi, di perjalanan itu Tian Lei telah dihampiri oleh seorang ahli puncak Immortal dengan sebuah pedang yang besar di tangannya.


Pria paruh baya berjubah hitam itu segera mengangkat pedangnya dan mengayunkannya dengan kuat ke arah punggung Tian Lei.


Merasakan serangan, Tian Lei segera mengeluarkan Pedang Langit Naga Lava dan menutupi punggungnya dengan itu.


"Bang!"


Pedang besar dari sosok berjubah hitam membentur permukaan Pedang Langit Naga Lava dengan kuat, membuat Tian Lei harus terdorong mundur beberapa langkah.


Pria berjubah hitam mengeluarkan senyum di wajahnya, namun tertutup oleh tudung jubahnya.


"Heh, ternyata hebat juga. Kudengar dari orang-orang ku, kau telah mendapatkan harta yang bagus. Jika kau menyerahkan harta itu, aku mungkin akan melepaskan mu..." Ucap pria itu dengan remeh.


Tian Lei mengangkat alisnya. "Hm? Jika ingin mengambilnya, ambillah dengan kemampuan mu sendiri..." Ucap Tian Lei, ia menghilangkan Pedang Langit Naga Lava dan melesat ke arah sosok berjubah hitam di depannya.


Ia muncul dengan cepat di depan sosok berjubah hitam dan mengeratkan tinjunya.


"Pukulan Langit!"


Kepalan tangan Tian Lei mengeluarkan energi emas yang sangat kuat, dengan energi penghancur yang luar biasa.


"Buak!"


Bam!


Ketika pukulan yang kuat dari Tian Lei telah mengenai tubuh sosok berjubah hitam, itu membuat sosok berjubah hitam terpental jauh hingga menabrak sebuah dinding aula.


Hal yang mengerikan itu membuat semua orang yang melihatnya tertegun. Zhi Xing yang melihat itu tersenyum karena tertarik dengan kekuatan yang dimiliki oleh Tian Lei.


Zhi Xing memanglah seorang maniak dalam pertarungan, dari ia muda hingga sekarang, ia telah terlibat dalam pertarungan yang mendebarkan.


Bahkan, karena ia benar-benar suka dengan pertarungan yang hebat, ia sampai menjadi buronan Sekte Naga Biru karena telah membunuh banyak murid dan tetua.


Tian Lei memberikan tatapan dingin yang kejam pada pria jubah hitam yang baru saja ia kalahkan.


"Hanya dengan itu kau ingin merebut barangku? Heh, bodoh..." Ucapnya dan berbalik.


Semakin lama, keadaan di dalam aula semakin menjadi-jadi. Banyak ahli yang telah mati karena pertarungan bahkan ada yang tersiksa karena tidak mendapatkan kematian tapi kehilangan anggota tubuh bahkan kultivasinya.


Tapi, di tengah kekacauan di dalam aula, meja batu mengeluarkan sebuah sinar yang sangat terang yang akhirnya membentuk sebuah tubuh cahaya dengan kekuatan yang besar.


Itu segera menarik minat banyak ahli, pertarungan di dalam aula menjadi terhenti dan semua mata menuju ke arah tubuh cahaya.


Tubuh cahaya itu perlahan mulai membentuk seperti seorang pria paruh baya dengan pakaian bangsawan.


Seperti memiliki jiwa, tubuh cahaya itu tersenyum ke arah orang-orang yang berada di depannya.


Ia mengangkat tangannya dan mengeluarkan serangan dengan aura yang dahsyat.


Sabit-sabit cahaya mulai terbentuk dan berkeliaran mencari mangsa yang ingin ia potong hingga mati.


Sabit-sabit cahaya itu terus mengejar semua orang yang ada di dalam aula hingga membuat banyak sekali ahli ranah Immortal yang mati.


Beberapa ranah Xiantian berhasil menahannya walaupun dengan seluruh kekuatan mereka bahkan ada yang terluka, dan ahli Immortal tingkat tinggi banyak yang beruntung hingga bisa menghindar.


Tian Lei juga telah menghindari serangan sabit cahaya itu, ia kemudian melirik sebuah sabit cahaya yang mengarah ke tempat yang familiar.


Tian Lei dengan gerakan yang sangat cepat melesat menuju ke arah dua sosok di tempat terbelakang.


Ia berdiri di depan kedua sosok itu dan dengan tangan kosong ia menyatukan kedua tangannya hingga membentuk segel tangan.


Aura merah gelap mulai berputar pada kedua tangannya yang membentuk segel. Ia menatap tajam ke arah sabit cahaya yang mengarah ke arahnya dan memajukan segel tangannya.


"Tiga Segel Larangan: Segel Kematian Asura!..."


Lingkaran Segel berwarna merah dengan aura kematian yang kuat mulai muncul dan saling berbenturan dengan sabit cahaya.


Bang!


"Akh!..."


Serangan dari Tian Lei berhasil menghentikan serangan dari sabit cahaya, tapi ia juga mengeluarkan darah dari mulutnya karena perbedaan kekuatan yang besar.


"Saudara Tian, sosok cahaya itu sekuat apa dia?..." Ni Xien tampak panik.


Tian Lei menggeleng, sambil mengelap darah di bibirnya dan dengan tatapan tajam ia menatap sosok cahaya.


"Entahlah, serangan barusan setidaknya setara dengan serangan kuat dari seorang Xiantian bintang 4. Jika sosok itu bukanlah arwah, aku sangat yakin bahwa dia tidak lemah dari puncak Xiantian..."