
Satu bulan kemudian, daerah pinggiran gurun tak berujung.
Di wilayah timur Zhongjian, tempat kekuasaan Sekte Api Pembakar Langit, terdapat sebuah gurun yang sangat luas dan belum pernah ada orang yang bisa menemukan ujung dari gurun tersebut. Ini adalah gurun tak berujung!
Daerah dalam dari gurun ini dianggap cukup berbahaya karena banyak sekali monster gurun yang sangat kuat yang menghuninya, juga banyak misteri yang ada di dalamnya, banyak orang yang masuk ke daerah dalam dan hasilnya tidak pernah kembali, bahkan dahulu pernah ada kasus seorang Penguasa Agung tak pernah kembali setelah memasuki gurun bagian dalam. Karena itu, banyak juga yang menjuluki daerah dalam dari gurun tak berujung ini sebagai gurun terlarang.
Tapi, di daerah pinggiran gurun tak berujung, itu bisa di sebut tempat yang cukup aman, tidak banyak monster gurun yang menghuninya dan ada tiga kota yang berdiri di daerah pinggiran tersebut. Satu-satunya hal yang berbahaya dari daerah pinggiran ini adalah manusia!
Daerah pinggiran gurun tak berujung sering dijuluki sebagai daerah tanpa hukum, semuanya bahkan dapat membunuh sesuka hati asalkan memiliki kekuatan untuk melakukannya.
Kebanyakan yang menghuni tiga kota di daerah pinggiran ini adalah beberapa pedagang dan para tentara bayaran yang sering menjalankan misi dari para pedagang.
.
Di sebuah kedai makan yang terdapat di kota Xuan, tampak seorang pemuda dengan rambut putih panjang dan mata harimau sedang duduk di tempatnya untuk menikmati makanan yang telah tersaji.
Orang ini adalah pendatang yang baru saja tiba satu tahun yang lalu di daerah pinggiran ini dan telah menjadi tentara bayaran yang cukup terkenal dan berpengaruh di kota tersebut.
Tak lama kemudian, ada dua pria paruh baya yang datang dengan wajah garang yang melihat di seluruh tempat di dalam kedai.
Dua sosok ini memiliki tubuh tinggi dan kekar serta ada dua pedang besar di belakang pinggang masing-masing sosok. Dari aura yang terpancar, keduanya adalah ahli Sovereign bintang 1 puncak.
"Me, mereka, mereka adalah Dua Pedang Kembar, Wei Jian dan Wei Tang! Apa yang mereka lakukan disini?..." Tanya salah satu pelanggan di kedai tersebut yang bingung dengan kedatangan kedua sosok yang di juluki Dua Pedang Kembar.
"Apa lagi? Mereka pasti akan mencari masalah!..." Balas teman di sebelahnya yang sepertinya tau apa yang akan dilakukan oleh kedua sosok yang baru saja masuk ke dalam kedai.
Setelah Wei Jian dan Wei Tang telah memutar pandangan mereka di dalam kedai untuk mencari seseorang, tatapan mata Wei Tang kemudian tertuju pada sesosok pria muda dengan rambut putih yang duduk jauh di depan dan membelakangi mereka.
"Kakak, itu dia!..." Ucap Wei Tang sembari menunjuk ke arah sosok pemuda berambut putih.
Wei Jian kemudian melihat ke arah sosok yang di tunjukkan oleh adiknya dan mulai berjalan ke arah pemuda tersebut dengan wajahnya yang garang.
Saat Wei Jian dan Wei Tang berjalan ke arah pemuda tersebut, beberapa sosok yang awalnya sedang menikmati hidangan tampak telah memegang senjata mereka dan menunjukkan tatapan tajam ke arah Wei Jian dan Wei Tang.
Saat tiba di belakang pemuda yang mereka tuju, Wei Jian menatap punggung pemuda tersebut lalu mengangkat tangannya dan meletakkan telapak tangannya di punggung pemuda tersebut.
"Apa kau adalah Ni Xien, penguasa jalanan timur? Kudengar, kalian mulai mengambil misi dari grub pedagang Qian. Bisa kita berbincang sebentar?..." Wei Jian berkata dengan senyuman mengerikan di wajahnya yang memerah.
Bum!!!
Salah seorang di meja sekitar segera memukul meja dengan keras dan berdiri dengan berani di ikuti oleh beberapa orang lainnya yang telah memegang senjata.
"Wei Jian! Jangan bertingkah seenaknya! Ini bukanlah jalanan selatan yang kalian kuasai!..." Ucap sosok yang memukul meja.
Melihat kedua kelompok penguasa jalanan selatan dan timur yang berselisih, semua pendatang di dalam kedai itu segera panik dan bertatapan satu sama lain. Beberapa waktu kemudian, semua pendatang segera melarikan diri tanpa membayar makanan yang telah mereka makan.
Melihat semua orang yang kabur, pemilik kedai makan tersebut segera berkeringat dan pasrah atas kerugian yang ia alami saat ini.
"Tuan-tuan, bisakah kalian bertarung di luar? Kalian tahu, bisnis ku ini hanyalah bisnis kecil. Jadi kumohon kasihanilah aku..." Ucap pemilik kedai dengan tegang saat dirinya menatap tubuh besar Wei Jian dengan rasa takut.
Brak!!!
Wei Jian mengeluarkan pedang besarnya dan menancapkan nya di atas meja tepat di depan pemilik kedai, dirinya mengeluarkan tatapan mengerikan dan menatap pemilik kedai dengan marah.
"Hei, bukankah yang harus kau lakukan sekarang adalah lari atau bersembunyi?! Apa kau mencintai kedai ini dan tidak menyayangi nyawamu?!..." Ucap Wei Jian dengan ganas dan membuat pemilik kedai ketakutan sampai lari terbirit-birit keluar dari kedai miliknya sendiri.
Setelah melihat pemilik kedai kabur, Wei Jian menatap ke arah Wei Tang. "Adik, kau urus yang lain dan biarkan aku yang mengurus bocah ini!..." Ucapnya dan Wei Tang segera mengangguk setuju.
Wei Tang melihat ke arah sekelompok orang di depannya yang telah siap dengan senjata mereka dan tersenyum dengan semangat membara. "Satu puncak Xiantian, dua Xiantian bintang 9 dan empat Xiantian bintang 8? Kurasa aku akan sedikit terhibur oleh kalian!..." Ucap Wei Tang dan segera melesat ke arah kelompok di depannya.
Tang!!
Wei Tang segera mendaratkan serangan kedua pedangnya dan disambut oleh senjata lain dari kelompok yang ia lawan.
Ia melakukan gerakan kasar yang membabi buta dan di penuhi dengan kekuatan, menghadapi kekuatan luar biasa dari sang ahli Sovereign, ketujuh orang tersebut tampak sedikit kewalahan meskipun jumlah mereka lebih banyak.
Melihat adiknya yang telah beraksi duluan, Wei Jian hanya tersenyum dan menoleh lagi ke arah Ni Xien.
"Ni Xien, ayo kita selesaikan ini agar kami bisa mengambil bisnis dengan grub pedagang Qian lagi secepatnya!..." Ucap Wei Jian dengan penuh semangat karena nampaknya dirinya telah tak sabar bertarung dengan Ni Xien yang rumornya dapat mengalahkan banyak monster gurun sendirian.
Tapi, bukannya mendapatkan respon sesuai ekspektasinya, Ni Xien sama sekali tak memperdulikan Wei Jian dan hanya terus menikmati makanannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Melihat ini, Wei Jian tampak sangat marah dengan Ni Xien yang tidak meresponnya, ia segera mengumpulkan energi spiritual di tangannya dan mengepalkan telapak tangannya dengan kuat.
Krak! Bom!
Mangkuk yang berisi sup yang dinikmati oleh Ni Xien segera retak dan hancur berkeping-keping, hal ini membuat ekspresi acuh tak acuh dari Ni Xien segera berubah.
Melihat masih tak ada gerakan dari Ni Xien, Wei Jian segera mengangkat pedang di tangan kanannya dan mengayunkan pedang besar tersebut ke leher Ni Xien.
Tap!
Ni Xien memegang pergelangan tangan besar Wei Jian dan menahan gerakan pedang tersebut sebelum mengenai lehernya.
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA 😁