
"Apa?! Bukankah itu berarti kekuatannya saat ini sekitar Xiantian bintang 6 atau bahkan lebih tinggi?!" Ni Xien terkejut mendengar penjelasan Tian Lei.
Tian Lei mengangguk. "Ya, sekarang ini jika arwah ini tidak membiarkan kita mendapatkan teknik itu, maka kita hanya memiliki kesempatan hidup jika bisa bertahan sampai makam ini mengeluarkan kita dengan sendirinya..." Ucap Tian Lei, ia kembali melihat ke arah sosok cahaya di depan sana.
Semua orang saat ini dengan mata yang terbelalak melihat ke arah sosok cahaya dengan tertegun, mereka benar-benar tidak menyangka bahwa hal mengerikan seperti ini akan terjadi.
"Arwah ini benar-benar mengerikan. Ini bukanlah hal yang bisa kita lawan..." Seseorang di antara kerumunan berbicara dengan takut.
"Jangan takut! Kita harus bekerjasama jika ingin tetap hidup!" Ucap pria paruh baya dengan jubah hijau yang menyelimuti tubuhnya, ia adalah salah satu dari beberapa ahli ranah Xiantian di aula tersebut.
Orang-orang di dekatnya mengangguk setuju, dalam hal ini jika mereka memang ingin hidup, bekerjasama melawan arwah di depan mereka adalah satu-satunya cara.
..
Arwah dalam sosok cahaya kembali melihat ke arah kerumunan dengan tatapan tanpa kosong. Ia kemudian membuka mulutnya.
"Jika ingin mengambil teknik ciptaanku, maka harus mengalahkan ku terlebih dahulu. Atau, kalian harus membuktikan bahwa kalian layak..." Suara yang begitu halus namun tanpa jiwa terdengar memenuhi ruangan.
Semua orang yang mendengar perkataan itu tidak memikirkan untuk mengambil teknik di atas meja batu, mereka saat ini hanya memikirkan bagaimana cara mereka untuk selamat sampai akhir.
Suasana dalam aula besar seketika langsung hening, mereka semua memikirkan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
Sementara Tian Lei, ia berpikir keras untuk mencerna semua perkataan dari sosok cahaya, Tian Lei kembali melihat ke arah sosok cahaya di depan sana.
"Sosok cahaya ini hanyalah sinar jiwa yang di tinggalkan pemilik makam. Itu artinya, ia hanya akan bertarung dalam durasi waktu yang telah di tentukan oleh pemilik makam. Tapi, kenapa dia tidak menyerang? Bukankah tugas dari sinar jiwa di suatu makam adalah untuk membasmi semua orang yang memasuki makamnya? Ini benar-benar janggal..." Tian Lei terus berpikir untuk keluar dari masalah saat ini.
Benar, sinar jiwa yang di tinggalkan oleh seseorang memang memiliki suatu tugas yang akan di selesaikan. Seperti misalnya adalah sinar jiwa Kaisar Jiulong beberapa bulan yang lalu yang muncul di lautan Spiritual Tian Lei, ia memiliki tugas untuk memberikan pengajaran pada Tian Lei.
Kemungkinan besar itu di buat dengan teknik garis darah, khususnya keturunan yang mampu mempelajari teknik Tiga Segel Larangan juga.
Sementara sinar jiwa di suatu makam atau peninggalan, ia memiliki dua pilihan tugas, yakni menjaga peninggalan atau meneruskan warisan, bisa juga untuk keduanya.
Tian Lei menyipitkan matanya saat ia menunduk ke bawah, matanya kemudian terbuka lebar, ia mengangkat wajahnya dan kembali melihat ke arah sosok cahaya.
"Apakah ada jeda dalam setiap serangannya? Ini baru berjalan sekitar 4 menit, apakah dia akan menyerang lagi?...." Tian Lei membelalakkan matanya saat melihat ke arah sosok cahaya, di lehernya telah berkumpul keringat dingin.
Dalam waktu kurang dari satu menit, yang di pikirkan oleh Tian Lei benar-benar terjadi, sosok cahaya kembali mengangkat tangannya dan mengeluarkan kekuatan yang berbeda dari sebelumnya.
Kali ini, ratusan bilah pedang dengan warna cahaya putih telah terbentuk dan mengarah ke arah orang-orang yang ada di depannya.
Semua orang menarik nafas panjang dan sulit untuk mereka mengembuskannya lagi karena begitu tegang dengan kekuatan di depan mereka.
Tian Lei yang melihat itu segera melompat mundur dan mendarat di depan Ni Xien dan Yu'er, ia segera mengeluarkan Pedang Penghancur Langit dan menggenggamnya erat.
Tian Lei mengangkat Pedang Penghancur Langit ke atas secara tegak lurus dan mengeluarkan energi pedang yang luar biasa dari dalam pedang itu sendiri.
Aura hijau yang sangat kuat perlahan mulai mengelilingi Pedang Penghancur Langit hingga kemudian menyelimuti seluruh tubuh Tian Lei juga.
"Pertahanan Xuanwu! Terbentuklah!,"
Tian Lei berkata dengan keras saat menurunkan pedangnya dan mengarahkannya ke depan.
Saat itu juga, Seekor hewan buas kuno yang legendaris telah terbentuk di depan Tian Lei, ia memiliki cangkang kura-kura yang keras, tapi selain memiliki tubuh kura-kura, ia juga memiliki tubuh seekor ular.
Walaupun itu hanyalah sebuah roh dari kekuatan pertahanan formasi pedang, tapi ia memiliki kekuatan yang luar biasa.
Di saat bersamaan, saat semua orang telah sangat panik di dalam aula, serangan kedua dari sosok cahaya kembali di lancarkan.
Ratusan bilah pedang dengan kecepatan yang luar biasa melesat menuju orang-orang seperti anak panah yang menyerbu sebuah pasukan di jalan buntu.
Bilah-bilah Pedang yang menghujani seluruh sosok di dalam aula terus meledak setelah menabrak lantai ataupun tembok.
Darah-darah manusia terus bercucuran menghiasi udara dan lantai, adegan itu seperti sebuah pembantaian atas keluarga besar.
Pedang-pedang cahaya itu juga terus membombardir pertahanan milik Tian Lei hingga Tian Lei telah menguras energi Pedang Penghancur Langit nya sebanyak 20%.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari satu menit, hampir setengah dari semua sosok yang ada di dalam aula telah terbantai menyisakan mayat-mayat yang di penuhi darah segar.
Tian Lei menghela nafasnya ia menatap warisan yang di jaga oleh sosok cahaya dengan tajam diiringi dengan otaknya yang berpikir dengan keras.
Tian Lei mencerna semua yang dikatakan oleh sosok cahaya yang sebelumnya.
Mata Tian Lei lalu menunjukkan sorotan mata yang tertembak oleh kilatan.
"Benar... Buktikan bahwa dirimu layak... Buktikan bahwa dirimu layak..." Gumam Tian Lei yang masih berpikir dengan keras.
Tian Lei lalu melesat menuju ke arah warisan yang di tinggalkan oleh pemilik makam, dan dibiarkan begitu saja oleh semua sosok yang ada di sana karena mereka menganggapnya sedang mencari mati.
Sosok cahaya penjaga makam melihat ke arah Tian Lei dengan tatapan matanya yang kosong, ia mengangkat tangannya dan mengarahkannya telapak tangannya ke arah Tian Lei.
Energi yang kuat mulai berkumpul disana saat sebuah pemikiran untuk melenyapkan Tian Lei mulai muncul.
Tatapan kosong dari sosok cahaya memancarkan rasa tanpa belas kasihan pada musuhnya di tujukan pada Tian Lei.
Setelah sepersekian detik kemudian, kekuatan spiritual yang ada di telapak tangannya telah siap untuk di tembakkan.
Tian Lei yang melihat itu masih terlihat tenang walau ia tahu bahwa serangan yang di tujukan padanya saat ini sangatlah kuat bahkan bisa saja membunuhnya sampai tubuhnya juga menghilang dari dunia ini.
Ia dengan tatapan tenang nan tajam mulai memfokuskan dirinya dan mengaktifkan tubuh spesial miliknya.
"Tubuh Kaisar Langit!" Teriak Tian Lei saat berada tepat di hadapan sosok cahaya.
Cahaya ungu mulai memancar dari dalam tubuh Tian Lei, potensi dalam dirinya mulai terlihat dan dirasakan oleh orang-orang di sekitarnya.
Cahaya ungu yang keluar dari tubuh Tian Lei juga begitu kuat hingga bisa menekan jiwa semua orang yang berdiri dalam aula.
Sosok cahaya yang awalnya hendak menyerang Tian Lei berubah pikiran, ia menghilangkan kekuatan energi spiritual di telapak tangannya dan menurunkan tangannya.
"Sangat layak!" Ucapnya dengan pelan namun begitu tegas.
Tian Lei yang merasakan bahwa tidak ada bahaya yang mengancamnya lagi mulai melesat kembali ke arah gulungan yang ada di atas meja batu.
Sosok cahaya yang dingin membiarkan Tian Lei lewat begitu saja, ia tidak memberikan tanda perlawanan apapun dan membuat semua orang terkejut karenanya.
Mata setiap sosok yang ada di dalam aula menatap Tian Lei dengan rasa tak percaya, bahwa sosok cahaya yang sangat mengerikan yang telah membunuh banyak ahli di ruangan tersebut membiarkan Tian Lei lewat begitu saja.
"Ini... Kenapa bisa?..." Salah seorang bergumam dalam keheningan.
Sementara itu, Tian Lei yang telah berada di dekat meja batu segera mendekati meja batu untuk mengambil gulungan teknik yang ada di atasnya.
Tian Lei meraih gulungan teknik yang ada di atas meja dan melihatnya dengan senyuman.
"Heh, walaupun ini bukan tujuan utamaku, tapi ini lumayan. Mungkin akan baik jika dilatih oleh Ni Xien..." Ucap Tian Lei dengan pelan.
Saya sudah mendapatkan jawaban atas kegelisahan saya dan saya memutuskan untuk melanjutkan cerita ini, maaf jika saya akan jarang up kedepannya, soalnya udh mulai fokus cari kerjaan.